
Sampai di luar ruangan, davina menghampiri adel.
"pagi bu adel, 10 menit lagi meeting akan segera di mulai." ucap davina.
"baiklah vina, kamu sakit." tanya adel.
"gak kok tante, sedikit pusing saja. Sepertinya kurang enak badan." ucap davina.
"vina, kalau begitu kamu temenin clara saja ya di dalam," ucap adel.
"clara ikut kesini tante." tanya davina.
"iya, tadi tante ajak dia." ucap adel.
"tapi tante. Kita kan mau meeting." ucap davina.
"sudah ,gak apa apa, saya bisa kok, kan ada axel dan bryan." ucap adel.
Davina mengangguk.
"ya sudah, sama masuk, clara sendirian." ucap adel.
" iya tante," ucap davina.
Adel pun berjalan menuju ruang meeting.
Davina mengetuk pintu, dan segera masuk.
ia melihat clara sedang membaca sebuah buku dan menggunakan earphone di telinganya.
Davina mendekat dan mengetuk meja.
Clara pun melihat,
"davina." ucap clara.
Clara membuka earphone nya.
"apa kabar cla,." sudah beberapa minggu gak ketemu." ucap davina.
"aku baik vina, kamu bagai mana, kenapa kamu sedikit pucat." tanya clara.
"aku sepertinya kurang enak badan cla." ucap davina .
__ADS_1
"hai keponakan onty, apa kabar, sehat sehat ya." ucap davina ke arah perut clara dan mengelusnya.
clara tersenyum,
"apa kamu sudah isi vina." tanya clara.
"aku belum cek cla, tapi datang bulan ku bulan ini belum datang juga." ucap davina.
Clara mengangguk paham.
Tiba tiba davina merasa mual sedikit.
"kamu kenapa." tanya clara.
"gak apa apa cla, hanya sedikit mual." ucap davina.
"apa jangan jangan davina hamil, seperti aku waktu itu yang tidak mengetahui seeaktu aku hamil." batin clara.
"cla, clara." ucap davina.
Clara tersadar ketika davina melambaikan tangannya di drpan mata clara.
"eeeh iya vina." ucap clara.
Clara pun tertawa.
"awww" teriak clara pelan sambil mengusap perutnya
"kenapa cla." tanya davina.
Clara pun menarik tangan davina dan meletakkannya di atas perutnya.
"dia mau main dengan kamu sepertinya." lihatlah, dia bergerak terus menerus ketika di sentuh kamu vin." ucap davina.
"hello ponakan onty, sehat sehat ya, biar nanti kita bisa main." ucap davina.
Clara pun menyentuh perut davina.
"semoga apa yang aku pikirkan terwujud." ucap clara.
"kamu kenapa vina." ucap clara.
"aku mual kembali, aku ingin ke kamar mandi dulu." ucap davina ingin keluar.
__ADS_1
"vina, di sini saja, pakai kamar mandi mama gak apa apa kok." ucap clara.
Davina semakin tidak tahan.
Ia pun berlari ke kamar mandi adel.
"uweeek . . .uweeek. ."
Akan tetapi tidak ada yang di muntahkan davina.
Clara dengan perut buncitnya menghampiri davina, clara pun memijat tengkuk leher davina.
"uweeek . . Uweeeek . ."
Davina pun merasa lemas.
Ia duduk dekat wastafel.
clara pun sedikit panik.
clara mengirimkan axel pesan.
My wife :
"xel, apa meeting kamu masih lama.? Sepertinya davina sakit, dia muntah muntah dari tadi dan lemas. Tolong sampaikan kepada bryan ya.
pesan itu pun belum di baca.
Clara pun menuntun davina ke arah sofa.
Davina menolak ketika clara ingin membawanya ke kamar mamanya untuk istirahat.
Davina merasa tidak enak.
Sampai di sofa, davina duduk dengan mata terpejam, untuk mengurangi rasa pusingnya.
"vin, lebih baik kamu kedokter saja. Aku khawatir sama kamu." ucap clara.
"iya cla, nanti pulang kerja aku kedokter. Sekarang ini aku lagi ada kerjaan." ucap davina.
"sudah, jangan di pikirkan, mama pasti ngerti kok vina. Biar aku yang bilang nanti ke mama dan axel." ucap clara.
Davina merasa mual kembali, tetapi masih bisa di tahannya.
__ADS_1
....