
Keesokan paginya, mereka sarapan bersama semuanya.
Selesai sarapan , mereka semua menuju ke mobil,
adel mengajak mereka semua untuk berjalan jalan di pantai.
Sampai di pantai, clara sangat bahagiah, hingga sewaktu melihat pantai, clara menarik davina dan berlari ke arah pantai.
adel melihat clara begitu bahagiah.
"kamu bisa lihat sendiri kan, hanya mengajaknya jalan jalan saja dia sudah bahagiahnya begitu." ucap adel kepada anaknya itu.
Adel meninggalkan axel dan bryan.
adel pun segera menyusul clara dan davina.
"tiba tiba bryan berlari ke arah davina,
Bryan pun berlutut di hadapan davina sambil mengeluarkan cincin berlian.
"davina, maukah kamu menikah dengan ku." ucap bryan tiba tiba.
Davina terdiam dan terkejut. Bukan hanya davina saja, tetapi axel, mama adel, dan clara pun terkejut.
clara pun memberi kode kepada davina untuk segera menjawabnya.
Davina menoleh ke arah clara, adel, dan axel.
mereka bertiga mengangguk ke arah davina.
"emmm . .. Aaa..a.aku..." ucap davina terpotong..
"aku ingin kamu menjadi istriku davina. Sudah lama aku menyukaimu. Tapi baru hari ini aku dengan penuh keberanian ingin melamarmu. Aku harap kamu menerimanya." ucap bryan masih sambil berlutut dan memegang cincin.
"ikuti apa kata hati kamu vina." ucap adel.
"aaa...a..a..aku.." ucap davina sambil mengangguk.
Sebenarnya davina sudah mulai sedikit menyukai bryan semenjak mereka bekerja sama sama terus.
Bryan pun langsung memakaikan cincin itu ke pada davina.
Bryan pun segera memeluk davina dengan erat.
begitu sangat bahagiahnya bryan.
"lepas bry, gak enak sama yang lain." ucap davina.
Bryan pun melepaskan pelukannya.
Bryan segera berhambur memeluk axel dengan sangat kuat.
"akhirnya xel, perjuanganku selama ini tidak sia sia." ucap bryan.
"lepaskan aku bry, apa kamu ingin membunuhku ." kalau tidak gajimu bulan ini akan aku potong." ucap axel penuh dengan pengancamannya.
"oke . .oke . ."ucap bryan sambil melepaskan pelukannya.
"ma, cla duduk di sana ya bersama davina." ucap clara sambil menunjuk tempat dudul yang tidak jauh dari mereka semua.
"iya sayang, hati hati ya." ucap mama adel.
clara mengangguk.
clara dan davina pun bertukar cerita.
"cla, apa kamu bahagiah menikah bersama axel." tanya davina.
"aku sangat bahagiah vin, apa lagi menikah bersama orang yang kita cintai." ucap clara.
__ADS_1
"apa kamu sudah menyukai bryan." tanya clara kembali.
"emm . .aa..aaku . .memang mempunyai rasa sedikit untuk bryan cla." ucap davina.
Clara pun tersenyum.
"cla, apa kamu sudaaah . . ." ucap davina terhenti.
Clara yang mengerti pun mengangguk malu.
Davina tertawa terbahak bahak.
"ssssstttt." kecilkan suara tawa mu davina." ucap clara sambil membekap mulut davina.
Davina pun menarik tangan yang untuk membekap mulutnya.
"jika kamu dan bryan sudah menikah, pasti kamu akan tau rasanya." ucap clara berbalik menggoda davina.
"apaan sih cla." ucap davina.
"vin, bryan sungguh sangat mencintai kamu dia bahkan rela melakukan apapun tanpa sepengetahuan kamu untuk membantu mu." ucap clara.
"kamu tau dari mana cla." ucap davina yang bingung.
"mama adel menceritakan semuanya kepada ku, akan tetapi aku di larang untuk memberi tau kamu sampai bryan menyatakan perasaannya sendiri." ucap clara.
"apa lagi yang kamu sembunyikan dari aku clara..." ucap davina.
"hanya itu saja yang aku tau, bahkan aku tidak tau kalau hari ini dia akan melamar mu di pantai yang indah ini." ucap clara.
"jadi kapan rencananya kalian menikah..?" tanya clara.
"aku belum tau cla, kan brusan saja dia melamarku, nanti mungkin akan kami bicarain setelah pulang dari sini." ucap davina.
"semoga secepatnya ya vina." ucap clara.
"doain saja ya vin, aku juga berharap cepat hamil." ucap clara.
Davina pun mengelus perut clara yang masih rata sambil berucap
"cepat hadir ya keponakan aunty." ucap davina.
Adel yang melihat itu pun tersenyum.
Tidak terasa hari sudah semakin siang.
Adel mengajak mereka semua untuk makan siang.
"clara, davina, ayo kita makan siang dulu." ucap adel.
"iya ma," jawab clara.
Clara pun menarik davina.
Mereka makan siang sambil mengobrol.
"bryan, jadi kapan kamu akan menikahi davina.?" tanya adel.
"secepatnya tante, nanti pulang dari sini bryan akan mengajak orang tua bryan bertemu dengan davina untuk melamarnya." ucap bryan.
"tante seneng akhirnya kalian bisa bersama." ucap adel.
Clara pun merasa sedikit tidak enak badan, ia kini hanya diam saja.
Mama adel pun melihat perubahan pada wajah clara.
"cla, kamu kenapa sayang." tanya mama adel.
"cla merasa tidak enak badan ma." tiba tiba kepala cla agak sedikit pusing." ucap clara sambil memegangin kepalanya.
__ADS_1
"ya sudah, habis makan ini kita pulang ya ke penginapan." ucap mama adel.
Mereka semua pun mengangguk.
"maaf . ." ucap clara.
"looh, kenapa kamu minta maaf cla." ucap mama adel.
"gara gara cla kita harus pulang ke penginapan." ucap clara.
"gak apa apa kok sayang." kan masih ada waktu esok lagi. Hari ini kita semua istirahat saja. Mama akan menambah waktu liburan kita ini." ucap mama adel.
Semua pun setuju dan sangat senang.
Akhirnya selesai makan mereka semua kembali ke penginapan.
Sampai di penginapan, davina dan bryan menuju kamar masing masing.
Sementara mama adel mengantar clara ke dalam kamarnya.
"cla, kamu istirahat saja ya, nanti mama panggilkan dokter." ucap mama adel.
"gak usah ma, cla gak apa apa kok ma, cla hanya kelelahan saja. Di bawak istirahat nanti juga sembuh ma." ucap clara.
"ya sudah kalau begitu kamu istirahat ya, mama mau kembali ke kamar dulu. Xel, kamu tolong jaga clara, temani dia.'" ucap mama adel.
"iya ma," ucap axel.
Mama adel pun melangkah keluar dari dalam kamar axel menuju kamarnya.
Axel pun mengunci pintu kamarnya.
"cla, kamu ganti baju dulu, sudah itu istirahat." ucap axel sambil memberikan baju ganti untuk clara.
Clara pun menuju kamar mandi dan mengganti pakaiannya.
Selesai mengganti pakaian, clara segera berbaring di atas tempat tidur, axel kemudian menyusul clara di tempat tidur, axel memegang dahi clara, dan ternyata panas.
"cla, sepertinya kamu demam cla, badan kamu panas." ucap axel.
"aku tidak apa apa xel. Hanya butuh istirahat saja." ucap clara.
"ya sudah kalau gitu kamu istirahat tidur ya." ucap axel.
Clara pun segera memejamkan matanya. Kepalanya sudah terasa sangat pusing.
Axel meraih ponselnya. ia mengirimi bryan pesan.
Axel :
"bry, tolong kamu belikan obat penurun panas di apotik . Jika kamu tidak tau, kamu ajak saja davina."
Bryan yang langsung membaca pesan itu pun segera membalasnya.
Bryan :
"baiklah pak axel."
....
...****************...
Hai semuanya, yuuk bantu author biar lebih semangat lagi...
tolong bantu di like, komen, follow dan jangan lupa ajak teman teman yang lain untuk membaca cerita yang author tulis yaaa...
Mudah mudahan author bisa segera menerbitkan karya karya yang lain yang lebih seru lagi berkat dukungan dari kalian semua.
Author tunggu ya gaaaeeeessss......🙏
__ADS_1