Diam - Diam Mencintai Suamiku

Diam - Diam Mencintai Suamiku
Bab 77


__ADS_3

Kini clara sudah terbangun, jam sudah menunjukkan pukul 10.30 siang.


"xel," panggil clara.


"iya sayang. Makan dulu ya." ucap axel.


Clara pun mengangguk.


axel pun menyuapi clara.


"xel, kamu sudah makan." tanya clara.


"nanti saja cla, aku belum lapar." ucap axel.


Ketika axel menyuapkan lagi, clara menggeleng.


"kenapa cla." tanya axel.


"kamu makan juga." ucap clara.


"aaaw. Tiba tiba perut clara keram.


Axel pun mengelusnya.


"nak, jangan nakal ya di dalam sana. Biarkan mama makan dulu." ucap axel mengelus dan mencium perut buncit clara.


"xel, dia ingin kamu makan juga." ucap clara.


Mau tidak mau akhirnya mereka makan sepiring berdua.


selesai makan, clara baru mengingat axel belum mandi.


"xel, kamu mandi dulu sana, sudah siang." ucap clara.


"tapi kamu belum ada yang nemani cla." ucap axel.


"xel, aku gak apa apa, aku tunggu kamu di sini kok, aku gak kemana mana.." ucap clara.


Axel pun mengangguk.


Axel masuk ke kamar mandi,


Clara pun duduk sambil menyender di kepala tempat tidur. Clara tersenyum sambil mengelus perutnya.


15 menit lamanya, axel keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk saja.


Clara pun melihat axel hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya.


Axel mendekat menggampiri clara.


"kamu mau apa xel." ucap clara panik.


"aku hanya ingin meminjam ponsel kamu cla, aku ingin menelpon bryan." ucap axel.


Clara pun malu, dan wajahnya memerah.


"pakai baju dulu xel." ucap clara.


"cla, kenapa kamu masih merasa malu terhadap suami kamu yang ganteng ini." tanya axel.


clara menunduk dan wajahnya memerah.


"xel, jangan suruh aku melihat kamu seperti itu terus." ucap Clara.


"cla, apa yang ada pada diriku ini milikmu juga cla. Jadi jangan malu. Kamu juga sudah merasakannya berkali kali, bahkan melihat dan memegangnya." ucap axel lagi.


"xel, stop, jangan ngomong gitu." ucap clara malu.


Axel pun tertawa, setelah menggoda istrinya dengan kata kata sedikit mesumnya. Padahal clara sedang lemas.

__ADS_1


Akan tetapi kejahilan axel tidak berkurang sedikitpun.


saat axel berganti pakaian, tiba tiba clara merasa sedikit mual.


" uweek." clara menutup mulutnya.


Axel baru ingin menggunakan bajunya, langsung berlari ke arah clara dengan membawa bajunya.


"kamu istirahat ya cla." ucap axel.


"xel, maaf, aku sudah merepotkan kamu." ucap clara.


"gak ada yang di repotkan kok cla." aku sangat senang bisa mengurus kamu dan menjaga kamu." ucap axel.


clara pun memeluk axel.


"kamu istirahat ya cla." ucap axel.


Clara pun menurut saja, sebab ia masih terasa lemas akibat muntah muntah.


Tidak lama clara tertidur, axel sangat setia menemani clara.


begitu juga mama adel, bahkan sampai sampai mama adel rela membatalkan keberangkatannya ke kota Z karena khawatir terhadap clara.


Di perusahaan, ada seorang client ingin bertemu dengan axel.


Client itu memaksa ingin bertemu dengan axel, bahkan ia sempat marah marah kepada resepsionis kantor.


Bryan dan davina yang mendengar ada keributan akhirnya turun ke bawah dan melihatnya.


Dari jauh bryan melihat ternyata itu adalah aldo.


"aldo." ucap bryan dari jauh.


"kamu mengenalnya bry." ucap davina.


"apa kamu lupa, axel pernah menyuruh kita membatalkan dan menarik saham dari perusahaannya. Dan dia juga yang membuat clara mabuk." ucap bryan.


"ya benar sekali." ucap bryan.


"jadi apa yang hatus kita lakukan." tanya davina.


"aku akan kesana." ucap bryan.


Davina pun mengikuti bryan dari belakang.


"apa ada yang bisa saya bantu pak aldo." ucap bryan.


"aku hanya ingin bertemu debgan pak axel sekarang juga." ucap aldo dengan nada marahnya.


"mohon maaf pak aldo. Pak axel nya untuk beberapa hari tidak masuk ." ucap bryan.


"jadi kapan pak axel masuk nya." tanya aldo.


"maaf pak aldo, saya juga tidak tau sampai kapan. " ucap bryan.


"baiklah, 3 hari lagi saya akan kembali kesini." kalau begitu saya permisi." ucap aldo dengan nada marahnya.


Akhirnya di kantor pun menjadi heboh akibat keributan yang di buat oleh aldo.


Di rumah mama adel sedang melihat cctv yang ada di kantor.


Ia melihat ada seorang yang datang marah marah dan membuat keributan di kantor.


Belum sempat bryan dan davina menelpon, adel pun menelpon bryan terlebih dahulu.


"tante adel." ucap bryan panik.


Tapi bagai mana pun akhirnya bryan mengangkat telpon itu.

__ADS_1


"selamat siang tante,"


"siang juga bryan, siapa laki laki yang membuat keributan itu." tanya adel tanpa basa basi.


"itu dia aldo tante, tante masih mengingatnya kan." tanya bryan.


"ya saya masih ingat, kenapa diq datang ke kantor, kita tidak ada hubungannya lagi dengan perusahaannya, bahkan dengannya." ucap adel.


"sepertinya dia baru menyadari tante, bahwa perusahaannya akan bangkrut setelah kita memutuskan dan menarik semua saham kita." ucap bryan. Dia datang mencari axel tante." ucap bryan.


"axel." tanya adel.


"iya tante." ucap bryan.


"sepertinya axel harus waspada tante, bisa daja dia datang ingin membalas dendamnya kepada axel." ucap bryan.


" maksud kamu." tanya adel.


"sepertinya dia sudah mengetahui jika axel adalah suami clara tante, aldo itu sangat menyukai clara dari dulu, di tambah lagi axel menarik semua sahamnya." ucap bryan.


"baiklah bryan, saya sudah mengerti." ucap adel.


Adel pun mematikan sambungan telponnya.


jam sudah menunjukkan pukul 12 siang . Tetapi clara belum juga bangun dari tidur nya.


Semenjak hamil clara suka sekali tidur.


Axel pun keluar dari kamar.


"xel, clara mana." ucap mama adel yang kebetulan lewat depan kamar tamu.


"clara masih tidur ma. Mungkin dia sangat lelah." ucap axel.


"xel, mama bahagiah melihat kalian bahagiah." ucap mama adel.


axel pun tersenyum.


"xel, ada yang mau mama bicarain sama kamu." ucap mama adel.


"mama mau bicara apa." tanya axel.


"kita bicara di ruang kerja saja ya." ucap mama adel.


"baiklah ma." ucap axel.


Baru ingin melangkah, axel dan mama adel mendengar clara mual. Kebetulan pintu kamar tidak di tutup rapat.


"uweek . .


Axel pun kembali berlari ke dalam kamar, di ikuti oleh mama adel dari belakang.


"cla." ucap axel.


"aku gak apa apa kok xel, hanya mual saja." ucap clara.


"cla." panggil mama adel.


clara pun melihat mama adel dan melihat jam dinding.


"mama gak berangkat." tanya clara.


"gak cla, mama batalkan." ucap mama adel.


"kenapa ma." tanya clara lagi.


"mama ingin menemani kamu cla." urusan client sudah beres. jangan kamu pikirin ya cla." ucap mama adel.


"terimakasih ya ma, sudah begitu sayang sama clara." ucap clara.

__ADS_1


"sama sama sayang." ucap mama adel sambil tersenyum tulus.


..


__ADS_2