
Masih di ruang tv rumah axel.
"tante, clara, axel, terimakasih banyak atas kadonya, semoga allah membalasnya lebih dari yang kami terima. Amin." ucap bryan.
Mereka pun tersenyum.
davina pun memeluk clara.
"terimakasih ya cla," ucap davina.
"sama sama sahabat ku sayang." ucap davina.
Davina pun melepaskan pelukannya.
"xel, elo ke kantor besok." ucap bryan.
"sepertinya tidak bry, aku masih sedikit pusing dan lemas." ucap axel.
"ya, lebih baik elo istirahat saja." ucap bryan.
"hmm." ucap bryan.
Tidak terasa sudah malam. Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam.
Kini bryan dan davina pun pamit.
adel pun sudah masuk ke dalam kamar.
begitu juga dengan axel dan clara.
Akan tetapi, clara tidak bisa tidur.
clara pun mengelus perutnya yang buncit sambil berbaring.
sedangkan axel sedang mengecek email yang masuk di ponselnya sambil menyender di tempat tidur.
Tiba tiba perut clara pun keram kembali.
"aaaww." ringis clara.
Axel pun dengan spontannya melihat ke arah clara.
"sayang, kamu kenapa." ucap axel
"perutku keram xel." aaaww." ucap clara.
Axel pun mengelus perut clara.
"gimana cla, masih keram." tanya axel.
Clara pun mengangguk.
dengan inisiatif nya, axel mencium perut clara.
"sayang jangan nakal ya di dalam sana. Lihat tu mama, merasa sedikit sakit." ucap axel dan mencium kembali perut clara.
"masih keram." tanya axel.
"sedikit xel." ucap clara.
" yasudah kamu tidur sekarang." ucap axel.
Clara mengangguk.
Axel memeluk clara sambil tidur dan mengelus ngelus perutnya.
Sehingga clara nyaman dan tertidur.
setelah clara tidur, baru axel bisa tidur.
Clara pun tidur dengan nyenyak.
Jam 3 pagi pun clara terbangun, tiba tiba clara merasa lapar,
Clara pun mengelus perutnya.
"sayang, jangan meminta yang aneh aneh ya, kasihan papa." ucap clara sambil mengelus perutnya.
"Kenapa aku ingin sekali smakan mie goreng."Batin clara.
Clara pun turun perlahan agar tidak membangunkan axel.
__ADS_1
Clara menuju ke arah dapur dan mengambil mie instan. Ia berniat memasaknya.
bik sarah yang kebetulan sedang mengambil minum pun terkejut.
"eeh non, " ucap bik sarah.
"maaf ya bik, cla sudah mengejutkan bibik.," ucap clara.
"gak apa apa kok non, non mau ngapain." tanya bik sarah.
" cla ingin makan mie instan bik." ucap clara.
"sini non, biar bibik yang buatkan mie gorengnya. Non duduk saja." ucap bik ina.
"terimakasih ya bik." ucap clara.
"iya non, sama sama." ucap bik ina.
Clara pun duduk di ruang makan, sedangkan bik sarah memasak mie instan.
5 menit mie instan pun siap di sajikan oleh bik sarah.
Clara pun tersenyum lebar.
"bik, terimakasih ya bik." ucap clara.
"iya non sama sama. Apa mau bibik temani non..?" tanya bik sarah.
"gak usah bik, ini masih malam, bibik istirahat saja." ucap clara.
"iya non, kalau begitu bibik permisi dulu non." ucap bik sarah.
"iya bik." jawab clara.
Sementara di kamar axel terbangun, ia tidak mendapati clara di kamarnya, pintu kamar mandi pun sedikit terbuka.
"dimana clara." batin axel.
Akhirnya axel turun mencari ke bawah.
Axel mendapati clara sedang di ruang makan.
"cla, kamu laper." tanya axel.
"iya xel, aku ingin makan mie." ucap clara.
"kamu kenapa gak banguni aku cla." tanya axel.
"aku gak mau mengganggu kamu xel. Biar kamu istirahat saja." ucap clara.
"ini juga bik sarah kok yang buatkan." ucap clara lagi.
"kamu banguni bik sarah..?" tanya axel.
"gak kok xel, kebetulan bik sarah mengambil air minum tadi. Dia menawarkan diri untuk membantu aku membuat mie." ucap clara.
Axel pun duduk di samping clara.
"kamu mau." tawar clara.
"gak cla, aku masih kenyang, kamu saja." ucap axel.
Clara pun makan di temani axel.
Selesai makan mereka kembali ke kamar lagi.
Sampai di kamar, clara dan axel kembali ke atas tempat tidur.
"xel," ucap clara.
"iya cla." jawab axel.
"peluk." ucap clara lagi.
Axel tersenyum, dan menarik clara untuk tidur di pelukannya.
"kita tidur lagi ya cla, ini masih malam." ucap axel.
Clara pun mengangguk dan memejamkan matanya sambil memeluk axel.
tidak terasa sudah menunjukkan pukul 05.30 pagi. Mama adel sudah bangun duluan dan menuju dapur.
__ADS_1
ketika melewati ruang makan, mama adel melihat ada satu piring bekas makan.
"bik, itu piring siapa di atas meja makan bik." tanya adel kepada bik ina.
"waduh buk, bibik juga tidak tau buk." ucap bik ina.
"maaf buk, itu piring non clara tadi malam. Dia ingin makan mie. kebetulan jam 3 saya kedapur untuk mengambil air minum, dan ternyata non clara ingin makan mie, jadi saya buatkan buk." ucap bik sarah.
Mama adel hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
"bik, nanti siang saya berangkat, tolong bantu clara ya bik, agar dia tidak kecape'an." ucap adel.
"baik buk." ucap bibik serentak.
"jika ada apa apa juga kabari saya bik, saya cuma 3 hari di sana. Nanti kita semua pergi ke pernikahannya davina dan bryan." ucap adel.
"iya buk. Ibu tidak usah khawatir. Non clara pasti kami jaga buk." ucap bik ina.
"ya sudah, bibik lanjutkan buat sarapannya, saya mau mandi dulu." ucap adel
"baik buk." ucap bik ina dan bik sarah.
adel pun kembali ke kamarnya,
sementara di kamar axel. Clara bangun terlebih dahulu dari axel.
Clara pun mandi duluan.
Selesai mandi, clara menyiapkan keperluan axel.
kali ini clara menyiapkan pakaian santai untuk axel. Karena clara tau axel hari ini tidak datang ke kantor.
clara membiarkan axel tidur. Dia tidak berniat untuk membangunkannya.
selesai semuanya, clara pun turun dari kamarnya.
Ia menuju dapur .
clara melihat bik ina dan bik sarah sedang memasak.
Seketika clara mencium bau masakan itu dan mual.
"uweeek . . . Clara berlari ke kamar mandi di dekat dapur.
Sampai di kamar mandi, clara muntah muntah, tetapi yang keluar hanya air saja.
"uweeek . . .uweeeek . . .
Bik ina dan bik sarah pun segera mematikan kompornya.
Mereka menyusul clara ke kamar mandi.
Bik ina pun mendekat.
"non . .non clara gak apa apa." tanya bik ina.
Clara hanya menggeleng dengan lemasnya.
"sarah, cepat panggil ibu." ucap bik ina.
bik sarah pun berlari menuju kamar buk adel.
"tokk . .took . .tokk . .
"bu adel . . .buk . . ." ucap bik sarah tergesa gesa.
Adel pun membuka pintu kamarnya.
"ada apa bik." tanya adel.
"itu buk, non clara muntah muntah di kamar mandi." ucap bik sarah.
Adel pun segera menuju kamar mandi.
Adel melihat ada bik ina yang membantu clara.
"biar saya saja bik." ucap adel.
Bik ina pun bergeser.
.....
__ADS_1