Diam - Diam Mencintai Suamiku

Diam - Diam Mencintai Suamiku
Bab 129


__ADS_3

Keesokan paginya pukul 05.30, adel bangun terlebih dahulu dari clara.


Adel pun bangkit dari tempat tidur dengan perlahan,


Adel takut pergerakannya membangunkan clara.


Adel pun berdiri di samping clara.


"semoga kamu di beri kebahagiaan terus ya cla." batin adel.


Adel pun segera kekamar mandi,


sampai adel selesai mandi, clara pun masih tertidur dengan pulasnya.


Adel tersenyum melihatnya.


Tiba tiba clara pun merasa perutnya sedikit keram, dan akhirnya terbangun.


"cla, kamu kenapa." ucap mama adel yang melihat clara mengelus perutnya.


"perut cla keram lagi ma." ucap clara.


Adel pun mendekat dan mengelus perut clara.


"kita ke dokter saja ya cla." ucap mama adel.


"gak usah ma, cla gak apa apa kok." ucap clara.


"ya sudah, kalau begitu kamu istirahat saja, nanti biar sarapan kamu mama bawa kesini." ucap mama adel.


Clara pun mengangguk.


"terimakasih ya ma, clara sudah banyak merepotkan mama." ucap clara sedih.


"sayang, jangan bilang gitu, mama sangat senang bisa ngerawat kamu." ucap adel.


Clara pun tersenyum tulus.


"sebentar ya, mama ke luar sebentar." ucap adel.


"iya ma." ucap clara.

__ADS_1


Clara yang baru sebentar di tinggal oleh mama adel pun kini sudah kembali tertidur.


Clara sangat sering sekali mengantuk semenjak hamil.


sampai di ruang makan, adel tidak melihat axel.


adel yang melihat bibik pun menanyakan keberadaan axel.


"bik, axel dimana." tanya adel.


"sepertinya tuan axel belum bangun buk." ucap bik sarah.


"bik, saya mau ambil sarapan, saya dan clara makan di kamar saja, nanti kalau axel sudah bangun suruh sarapan sendirian ya bik." ucap adel.


"baik buk." ucap bik sarah.


Adel pun membawa sarapannya kedalam kamar.


Ia melihat ke arah clara dan tersenyum.


"sepertinya dia sangat lelah, baru di tinggal sebentar sudah tidur lagi." ucap adel sambil tersenyum.


Adel pun meletakkan makanannya di meja kamarnya.


"wajar jika axel tergila gila sama kamu cla, tidur aja kamu cantik banget." batin adel makan sambil memperhatikan clara.


Tidak lama axel mengetuk puntu kamar mamanya.


Mama adel pun membuka pintu kamarnya


"ma, cla mana." tanya axel.


"ssssstttt...jangan keras keras suaranya, nanti clara bangun." ucap mama adel.


Axel pun masuk kedalam kamar.


"apa clara memang begitu xel, sudah bangun lalau tidur lagi." tanya mama adel.


"iya ma, semenjak hamil besar clara jadi sering ngantuk." ucap axel pelan.


"kamu sudah sarapan." tanya mama adel.

__ADS_1


"sudah ma." ucap axel.


"ma, axel titip clara sebentar ya ma. Axel mau lari pagi sebentar." ucap axel.


"iya xel, jangan lama lama." ucap mama adel


Axel pun mengangguk sambil keluar kamar mamanya.


Ketika axel akan lari pagi, tiba tiba derry datang.


"selamat pagi pak axel." ucap derry.


"pagi der." ada apa kamu pagi pagi kesini." ucap axel.


"saya hanya mengecek belakang vila 2 hari sekali pak, " ucap derry.


"kamu temeni saya lari ya." ucap axel.


"tapi pak axel, saya tidak membawa pakaian olah raga." ucap derry.


"sebentar." ucap axel.


Axel pun masuk kedalam kamarnya dan mengambil satu setel pakaian olah raga yang masih baru.


Axel pun menyerahkannya kepada derry.


"kamu pakai ini." ucap axel sambil menyerahkannya.


"baik pak axel." ucap derry.


Kini derry pun sudah berganti pakaian.


Ia mengikuti axel lari pagi di belakang axel.


derry yang tidak biasa lari pagi pun napasnya sudah ngos ngosan.


Axel yang melihat itu pun menggelengkan kepalanya.


"kita istirahat sebentar." ucap axel.


Derry pun mengangguk dan segera mencari air minum untuk dia dan axel.

__ADS_1


...


....


__ADS_2