Diam - Diam Mencintai Suamiku

Diam - Diam Mencintai Suamiku
Bab 90


__ADS_3

Di rumah adel . .,


Axel bangun terlebih dahulu dari pada clara.


Axel terbangun pukul 06.30 pagi.


Axel membiarkan clara tidur, agar bisa lebih banyak istirahat.


Axel mencium perut buncit clara.


Setelah itu axel pergi mandi,


15 menit lamanya, axel keluar kamar mandi sudah menggunakan pakaian santainya, hari ini ia ingin membawa clara mengecek kandungan.


Sudah pukul 7, clara belum juga bangun.


Axel pun turun ke bawah.


Ia melihat mama adel sudah selesai sarapan.


"ma" ucap axel.


"xel, nanti kamu sarapan sama clara ya xel. Mama tadi sarapan duluan." ucap mama adel.


"iya ma." ucap axel.


"clara mana xel." tanya mama adel.


"masih tidur ma, axel tidak tega membangunkannya." ucap axel.


"ya sudah, biarkan dia istirahat. Oya, kamu pergi jam brapa." tanya mama adel.


"jam 9 nanti ma." ucap axel.


mama adel mengangguk.


"mama berangkat dulu ya xel." ucap mama adel.


"iya ma, hati hati." ucap axel dan mencium tangan mamanya.


tidak terasa sudah pukul 8 pagi, clara pun mengerjapkan matanya, ia mencari axel, akan tetapi tidak memdapatkannya.


Clara pun langsung menuju kamar mandi.


Sementara axel berada di ruang kerja.


Setelah mamanya berangkat tadi axel langsung menuju ruang kerja.


Kini axel pun kembali kedalam kamarnya.


Ia tidak melihat clara, akan tetapi ia mendengar suara air.


"sepertinya clara sedang mandi." batin axel.


Axel pun menunggu sambil duduk di tempat tidur.


Clara pun keluar dengan pakaian yang sudah rapih.


"sayang, sebentar lagi kita berangkat ya." takutnya macet." ucap axel.


"iya xel. Kamu sudah sarapan." tanya clara.


"belum cla, aku menunggu kamu. oya, mama tadi sudah berangkat ke kantor." ucap axel memberi tau.


"kita turun yuuuk cla, sarapan dulu." ucap axel.


Clara mengangguk.


Mereka berdua pun sarapan.

__ADS_1


Selesai sarapan, axel dan clara langsung berangkat ke rumah sakit.


Di lain tempat, mama adel sedang meeting bersama client.


Mama adel tidak sengaja melihat aldo di sekitar cafe tempat meeting itu.


"aldo." batin mama adel.


"baiklah pak, sampai di sini dulu, jika ada kendala nanti bisa hubungi saya langsung." ucap adel.


"baik buk, terimakasih, semoga kerja sama kita bisa lancar. Kalau begitu saya pamit duluan buk adel." ucap client itu.


"baik pak, sama smaa." ucap adel sambil berjabat tangan.


Ternyata aldo memang menunggu adel.


setelah client itu pergi, aldo langsung menghampiri adel.


"selamat pagi buk adel." ucap aldo.


"selamat pagi juga pak aldo." ucap adel.


"saya kesini mencari ibu, ada yang mau saya omongin." ucap aldo.


"silahkan pak, bapak mau bicara apa." tanya adel.


"saya ingin bertemu dengan anak ibu, anak ibu sudah membuat saya hampir bangkrut. saya ingin pertanggung jawabannya." ucap aldo.


"maaf pak aldo, sepertinya bapak sudah salah paham terhadap anak saya, dan bapak belum memahami anak saya." ucap adel.


"maksud ibu apa." tanya aldo.


"anak saya tidak akan mengusik orang kalau orang itu tidak mengusiknya." saya harap bapak paham ucapan saya ini." ucap adel.


Aldo pun berfikir, ia teringat sudah mencelakai clara dengan minuman alkohol.


"maksud ibu." tanya aldo.


"saya akan menanam saham kembali di perusahaan bapak, tapi dengan syarat, bapak tidak boleh mengganggu keluarga kami lagi, dan satu lagi, mata mata di perusahaan adalah orang suruhan bapak kan." ucap adel.


"baiklah, saya mengakuinya, saya sangat kesal terhadap anak ibu, waktu itu saya ingin anak ibu merasakan apa yang saya rasakan." ucap aldo.


"bagai mana dengan syarat yang saya ajukan. Biarkan axel dan clara hidup bahagiah pak aldo, saya tau baoak sangat mencintai clara, akan tetapi clara sudah menikah pak. Bapak harus merelakannya." ucap adel.


"bagai mana pak dengan syarat saya tadi." tapi jika bapak tidak berkenan baiklah, saya permisi dulu. " ucap adel.


Aldo pun tampak berfikir sebentar.


Ketika adel ingin berdiri, tiba tiba aldo bersuara.


"baiklah, saya akan terima syarat dari ibu." ucap aldo.


"baiklah, kalau begitu, besok temui saya di sini lagi pukul 2 siang." ucap adel.


"terimakasih buk adel." ucap aldo.


Adel pun segera pergi.


Aldo nampak berfikir, melawan axel adalah cara yang salah, ibu bisa membuatnya semakin kehilangan semuanya.


Maka dari itu aldo menyetujui syarat dari adel.


Aldo sudah yakin dengan keputusannya itu. Sebab mencari masalah dengan keluarga Bardy adalah hal yang sangat salah.


kini axel dan clara pun sudah sampai di dikter kandungan.


Nama clara pun sudah di panggil.


Clara di periksa. Petutnya di olesin oleh gel.

__ADS_1


"ini dapat kita lihat ya pak, buk, janinnya sehat, ibunya juga sehat, tidak ada masalah sama sekali." ucap dokter itu.


Kini clara sudah selesai di periksa.


dokter pun mencetak foto hasil usg itu.


Mereka duduk di hadapan dokter.


"vitaminnya jangan lupa di minum ya buk, " ucap dokter.


"iya dok." ucap clara.


Axel dari tadi sudah geregetan ingin bertanya.


"apa ada yang mau di tanyakan pak, buk." ucap dokter itu.


"begini dok, apa jika melakukan hubungan suami istri tidak apa apa." tanya axel.


Bluuuusss . .wajah clara pun memerah. Ia hanya tertunduk malu.


Dokter itu pun mengembangkan senyumannya.


"begini pak, karena janin ibu clara sudah kuat, dan tidak ada masalah apa apa, boleh boleh saja. Akan tetapi jangan terlalu sering. Itu pun hanya pelan pelan saja pak, dan jangan sampai ibu clara merasakan kelelahan. Jika sudah merasa lelah harus berhenti pak, jangan di paksa." ucap dokter itu.


"baiklah dok, saya mengerti." ucap axel.


"ini resep obat dan vitaminnya ya pak, buk, bisa di tebus nanti di luar." ucap dokter itu sambil menyerahkan resep dan foto usg nya.


"baiklah dok, terimakasih, kalau begitu kami permisi dulu." ucap axel.


Kini axel dalam perjalanan pulang kerumah, axel pun tersenyum bahagiah ketoka dokter mengatakan boleh.


Clara yang paham pun langsung menepuk axel.


"jangan berfikiran mesum xel." ucap clara tiba tiba.


"waah ternyata sudah pinter menebak isi pikiranku ya." goda axel sambil tersenyum.


clara pun mengalihkan pembicaraan.


"xel, aku ingin makan soto xel." ucap clara.


"baiklah, kita akan mencari soto." ucap axel.


Ketika melewati lampu merah, clara melihat ada warung makan yang sangat ramai.


Clara juga melihat ada tulisan menyediakan berbagai jenis soto.


"xel, putar balik sebentar, tadi aku melihat ada soto." ucap clara.


"sebentar sayang, kita putar di depan." ucap axel.


Axel pun memutar balik mobilnya.


"itu xel," ucap clara sambil menunjuk.


Axel pun memberhentikan mobilnya.


"cla, ini sangat ramai, beli di tempat lain saja ya cla." ucap axel.


"gak xel, aku maunya yang disini." ucap clara memohon sambil mengelus perutnya.


Axel kakau sudah melihat clara begini menjadi tidak tega.


"baiklah, kamu tunggu disini saja." ucap axel.


Clara mengangguk.


.........

__ADS_1


__ADS_2