
Maafin author yang telat up ya teman teman,🙏🙏🙏
Author lagi di sibukkan dengan pekerjaan.
tapi author akan selalu usahaian buat update.
Terimakasih yang sudah sabar menunggu..🙏🙏😇😇
Sekali lagi terimakasih. 🙏🙏😇😇😇😘😘😘
...****************...
Bryan dan davina pergi sarapan di luar hotel,
Mereka pergi ke suatu tempat yang sangat bagus pemandangannya di pagi hari.
Selesai sarapan, davina dan bryan memilih menghabiskan waktu untuk berjalan jalan.
"bryan, aku sangat senang dan bahagiah," ucap davina.
bryan pun tersenyum dan mengangguk.
"kamu tau kenapa." tanya davina kepada bryan.
Bryan pun menggeleng.
"karena tempat ini adalah impian ku dari dulu." aku sangat menginginkan ke paris ini, akan tetapi baru ini aku bisa kemari." ucap davina.
bryan pun memeluk davina.
"mulai sekarang, kalau kamu ingin pergi kemana pun, kamu harus bilang ke aku, sebab aku ingin mengabulkannya." ucap bryan dengan tulus.
"terimakasih bryan, " ucap davina sambil tersenyum.
"sayang, aku ingin memiliki anak dari kamu." ucap bryan jujur.
"sabar ya bryan, aku sedang mempersiapkan diri untuk mengandung anak mu." ucap davina.
Bryan tersenyum lebar.
Hari pun sudah semakin siang dan panas, davina bersama bryan memutuskan untuk pulang ke hotel,
Sampai di hotel, mereka pun istirahat.
Bryan tidak melepaskan pelukannya.
Sementara davina sudah protes. Namun lagi lagi davina mengalah, ia membiarkan bryan memeluknya di atas tempat tidur.
sebenarnya davina memikirkan ucapan bryan, jika bryan ingin memiliki anak dari nya.
Sampai sampai davina tertidur.
Sementara di tempat axel sudah menunjukkan pukul 5 sore.
Mama adel, axel dan clara pun menyudahi obrolannya.
__ADS_1
Kini axel dan clara bersiap siap untuk mandi, sebab sebelum jam 7 malam mereka harus sampai di bandara.
Selesai mandi, mereka sudah memakai pakaian rapi agar bisa langsung berangkat.
Mereka berdua kini duduk di sofa kamar.
"sayang, jangan nakal di dalam perut mama ya." kita liburan sebentar." ucap axel sambil mengelus perut clara.
clara pun tersenyum, tiba tiba ia mencium pipi axel.
axel yang terkejut pun tersenyum bahagiah.
"sudah pandai mencuri ya." ucap axel.
"maaf xel, aku juga tidak tau, tiba tiba saja ingin mencium mu." ucap clara sambil mengelus perutnya.
"mungkin ini keinginan anak kita sayang." ucap axel.
Clara tersenyum dan megangguk malu.
Axel dan clara turun, mereka sudah bersiap untuk pergi ke bandara.
"sayang, kalian sudah siap." tanya mama adel.
"sudah kok ma, tinggal berangkat saja." ucap axel.
"sudah di cek semuanya, tidak ada yang ketinggalan kan." ucap mama adel.
"sepertinya sudah semua ma, " ucap clara.
"ya sudah, sebentar lagi kita berangkat ke bandara ya." ucap mama adel.
"ma." ucap clara lagi.
"ada apa cla." tanya mama adel.
"mama beneran gak mau ikut." ucap clara.
mama adel tersenyum tulus.
"gak sayang, pekerjaan mama masih banyak, nanti kita atur waktu untuk liburan sama sama ya." ucap mama adel.
"iya ma." ucap clara.
Axel pun membisikkan sesuatu kepada mamanya tanpa terdengar oleh clara.
"ma, clara sebenarnya ingin liburan ke lombok." bisik axel kepqda mamanya.
Mama adel tersenyum dan mengangguk.
Jam pun sudah pukul 6 sore, sementara axel dan clara naik pesawat pukul 7 malam.
"sayang, ayo kita berangkat." ucap axel.
"ma ayo ma." ucap clara.
__ADS_1
Mama adel pun mengantar anak dan menantunya itu ke bandara.
Setengah jam lamanya di perjalanan, mereka sampai di bandara jam 06.30 malam.
"tunggu sebentar ya sayang, ma axel tinggal sebentar ya ma, axel mau membeli minum." ucap axel.
mama adel dan clara mengangguk.
Tidak sampai 10 menit, axel sudah kembali.
"ma, sepertinya pesawat kami sudah siap, axel dan clara harus masuk ma. Doain kami supaya lancar di perjalanan ya ma." ucap axel.
"iya sayang, mama selalu mendoakan kalian berdua kok. Sana masuk, nanti telat." ucap mama adel.
Clara pun memeluk mama adel dengan erat. Dan di susul oleh axel.
Mereka menyalami mamanya.
mama adel dengan setia menunggu sampai mereka tidak terlihat lagi.
Setelah itu mama adel segera pulang kerumah.
tidak lama pesawat yang di tumpangi axel dan clara pun terbang.
Clara hanya tertidur di dalam pesawat.
Sementara di paris,sudah menunjukkan pukul 9 pagi.
Bryan dan davina baru selesai sarapan.
Davina dan bryan pun berjalan jalan.
Bryan melihat davina begitu bahagiah.
Mereka menuju tempat bermain.
Tiba tiba bryan melihat seorang anak kecil.
Bryan memperhatikan anak itu dan tersenyum.
Davina yang sadar melihat bryan pun teringat kembali ucapan bryan yang ingin punya anak.
"bryan." ucap davina sambil memegang tangan bryan.
Bryan melihat davina bersedih, bryan pun tersadar.
"maaf sayang,." ucap bryan.
Davina menggeleng dan memeluk bryan.
"tidak apa apa sayang, ayo kita jalan lagi." ucap bryan.
Davina hanya diam saja. Dia masih larut dalam pikirannya sendiri.
"ya sudah kita pulang saja." ucap bryan.
__ADS_1
Davina mengangguk.
.....