
Masih di kantor adel.
Para karyawan pun menganggukkan kepalanya,
"baiklah, saya rasa sudah cukup saya memperkenalkan anak dan menantu saya. Mari kita lanjutkan pekerjaan masing masing." ucap adel.
Para karyawan pun bubar keruangan masing masing.
mama adel ,axek dan clara pun menuju ruangan mamanya.
Tidak hanya itu saja, para karyawan pun mulai bercerita,
"waah ganteng banget pak axel, apa lagi istrinya itu, cantik banget, ramah lagi." ucap salah satu karyawan.
"apa lagi ibu clara sedang hamil, wah bahagiah sekali rasanya." ucap karyawan.
diruangan mama adel.
"xel, apa kamu ingin melihat lihat kantor ini, kamu kan belum pernah kesini." ucap mama adel.
"baiklah ma, axel akan melihat lihat." ucap axel.
"ajak sekalian istri kamu xel." ucap mama adel lagi.
"iya ma." ucap axel.
Axel dan clara pun keluar dari ruangan mama adel.
Mereka berjalan jalan menyusuri area kantor.
"siang pak axel dan ibu clara." sapa karyawan yang melintas.
"siang juga." ucap clara.
Sementara axel hanya menganggukkan kepala sambil berjalan.
Axel masih menggandeng tangan clara,
Clara pun penasaran dengan ruangan yang ada di sudut,
__ADS_1
"xel, kalau itu ruangan apa." tanya clara.
"pak, sini sebentar pak." ucap axel memanggil salah satu karyawannya.
"ada yang bisa saya bantu pak axel." ucap karyawan itu dengan sopan.
"itu ruangan apa ya pak." tanya axel.
"itu ruangan ibu adel juga pak." ucap karyawan itu.
"bukannya ruangan mama di sana." ucap axel sambil menunjuk.
"iya pak, ruangan ibu adel ada 2, yang satu di sana, yang satu ada di situ pak." ucap karyawan itu
Axel pun mengangguk, dan karyawan itu permisi untuk melanjutkan pekerjaannya.
"kita lihat saja cla." ucap axel.
"tapi xel, mama ada di ruangan satunya. Nanti mama marah xel kita masuk." ucap clara.
Axel pun mengajak clara ke ruangan itu.
"xel." ucap clara.
Tiba tiba mama adel sudah ada di belakang mereka,
Mama adel tau, clara adalah tipe orang yang tidak mau mengganggu atau pun lancang masuk ke sembarangan.
"kalian ingin lihat ruangan mama yang ini." ucap axel tersenyum.
Adel oun membukanya dan menyuruh mereka berdua masuk.
"ayo masuk." ucap mama adel.
Clara dan axel pun kemudian mengikuti mamanya.
clara pun terkejut melihat pemandangan yang lebih indah dari ruangan ini
"ini ruangan mama untuk menenangkan pikiran. Dan untuk mama istirahat." mama suka dengan pemandangannya." ucap mama adel.
__ADS_1
"nanti kita makan siang di sini saja ya." ucap mama adel.
"iya ma." jawab clara.
Sementara axel melihat sekeliling ruangan mamanya ini.
Axel pun melihat sebuah foto seorang laki laki dan mamanya.
"papa." batin axel.
Axel pun terdiam memandangi wajah papa nya di foto itu.
"xel," panggil mama adel.
Akan tetapi axel tidak mendengarnya.
ia sibuk memperhatikan foto papa nya yang sudah beberapa tahun tidak pernah ia lihat.
clara dan mama adel pun mendekat.
"xel," ucap mama adel memegang bahu axel.
"eeh iya ma." ucap axel.
"kamu rindu papa." tanya mama adel.
"ma, kenapa di rumah kita tidak ada foto papa ma." ucap axel.
"papa dulu tidak mengizinkan fotonya di pajang xel. Jadi di rumah hanya di dalam kamar mama saja." ucap mama adel.
"kenapa ma." ucap axel.
"papa tidak ingin membahayakan kita, karena banyak rekan bisnis yang mengincar papa mu dulu. Karena papa mu selalu memenangkan tender tender besar." ucap mama adel.
Clara pun mencerna cerita mama adel.
Axel pun paham sekarang.
Kini mama adel telah memesan makanan untuk makan siang mereka.
__ADS_1
....