Diam - Diam Mencintai Suamiku

Diam - Diam Mencintai Suamiku
Bab 36


__ADS_3

Tengah malam clara terbangun, ia ingin pergi ke kamar mandi.


Clara mencoba ingin berdiri sendiri, akan tetapi baru ia menurunkan kaki yang sakit itu, seketika ia meringis kesakitan.


"aaawww." teriak clara.


Axel terbangun akibat teriakan clara.


"mau kemana kamu." ucap axel.


"aa..aaku . .mau ke kamar mandi. Aku ingin buang air kecil." ucap clara sambil melihat tatapan axel yang aulit di artikan.


Tanpa berkata kata, axel pun menggendong clara ke kamar mandi.


"lain kali banguni aku." ucap axel.


"iya xel, maaf." ucap clara.


Axel pun meninggalkan clara di kamar mandi, ia menunggu di depan pintu kamar mandi.


"xel, aku sudah selesai." ucap clara.


Axel pun segera masuk dan menggendong clara lagi menuju tempat tidurnya.


Seolah olah ingat, kalau luka clara belum ia obati tadi.


"cla, sepertinya tadi luka kamu belum di obati." ucap axel.


Clara pun baru ingat juga.


"sini aku bantu." ucap axel.


clara mengangguk.


Selesai mengobati luka clara, mereka melanjutkan tidurnya..


Keesokan paginya, axel terbangun terlebih dahulu, ia mandi dan siap-siap menggunakan pakaian kerja,


kini axel sudah rapih dengan pakaian kerjanya.


ia ingin membangunkan clara, tetapi di urungkannya.


Akhirnya axel keluar kamar dan menuju ruang makan, di sana sudah ada mama adel.


"pagi ma." sapa axel yang mencium pipi mamanya.


"pagi juga sayang, sudah rapih saja, mana clara..?" ucap mama adel.


"clara masih tidur ma, axel ada meeting pagi ini. Axel titip clara ya ma." ucap axel sambil mengambil roti.


mama adel pun tersenyum melihat tingkah anaknya itu.


"xel, kamu pulangnya jangan terlalu sore." ucap mama adel.


"siap mama ku tersayang. Axel langsung berangkat saja ya ma, axel bawa mobil sendiri." ucap axel sambil pamit kepada mamanya.


"iya , hati hati di jalan xel." ucap mama adel.


Mama del pun selesai sarapan, langsung menuju kamar clara.


kebetulan pintu kamarnya tidak tertutup rapat. Adel pun langsung masuk sambil membawakan sarapan untuk clara.


Adel melihat clara baru bangun,


"kamu sudah bangun sayang," ucap mama adel.


"iya ma, mana axel ma..?" tanya clara.


"looh, emangnya axel enggak bilang kalau dia ada meeting pagi ini." dia sudah berangkat ke kantor cla." ucap mama adel.


Clara menggelengkan kepalanya tanda tidak tahu.

__ADS_1


"kamu mau ke kamar mandi cla, " ucap mama adel.


"iya ma, apa mama bisa membantu cla duduk di kursi roda." ucap clara.


"sini mama bantu cla." ucap mama adel.


Clara pun akhirnya bisa duduk di kursi roda di bantu dengan mama adel.


mama adel pun mendorong kursi roda clara sampai ke kamar mandi.


"ma, cla bisa sendiri kok ma." ucap clara.


Mama del pun paham maksud clara.


"yasudah, mama tunggu di luar ya cla, nanti kalau sudah kamu panggil mama." ucap mama adel.


"iya ma," ucap clara.


clara pun segera membersihkan tubuhnya, ia pun mengganti pakaiannya.


tidak lama clara sudah selesai.


ia pun memanggil mama adel.


"ma." ucap clara.


Mama adel pun segera masum dan mendorong kembali kursi roda clara.


"sini mama bantuin menyisir rambut kamu sayang." ucap mama adel.


Clara pun mengangguk dengan senang hati.


"habis ini kamu sarapan dulu ya cla, tadi mama sudah sarapan di bawah." ucap mama adel.


........


Di kantor, axel baru saja memulai meetingnya.


ia membahas masalah yang ada di kota Z.


Axel pun membuka ponselnya sebentar.


bryan :


"xel, gue mohon, ajak davina, bilang saja kamu butuh bantuannya."


Axel yang membaca itu pun menggelengkan kepalanya.


"Baik lah meeting kita sudahi sampai di sini, dan davina, kamu tetap di sini, saya ingin bicara kepada kamu." ucap axel.


Yang lain telah pergi meninggalkan ruang meeting.


saat ini di ruang meeting hanya ada axel, bryan dan davina.


"davina, minggu depan kamu ikut saya mengunjungi kota Z. Di sana saya sangat membutuhkan bantuan kamu." ucap axel.


"baik pak axel," ucap davina yang tidak bisa membantahnya.


Sementara bryan hanya senyum senyum sendiri.


"yees, akhirnya." batin bryan.


Davina pun permisi keluar.


"thanks ya xel, udah mau bantuin gue." ucap bryan.


"siapa juga yang bantuin elo, orang gue butuh davina buat merekap laporan di sana." ucap axel dengan nada mengejek.


"ya tetap saja akhirnya davina ikut kan." ucap bryan.


Axel pun langsung melangkah pergi tanpa kata kata sedikitpun,dan axel meninggalkan bryan sendirian di ruang meeting.

__ADS_1


.......


Kembali ke rumah adel.


Adel dengan telatennya pun menyuapi clara juga,


mereka sambil mengobrol sedikit.


"ma, sepertinya kaki cla tidak lama lagi akan sembuh. Apa nantinya cla boleh bekerja lagi ma." ucap clara memohon.


"cla, mama akan dukung apapun keputusan kamu, akan tetapi itu semua balik lagi ke suami kamu, apa dia akan mengijinkan kamu apa tidak." ucap mama adel.


Clara pun berfikir membenarkan apa kata mama adel.


"iya ma, nanti cla akan mencoba ngomong sama axel." ucal clara.


Selesai makan clara di ajak ke ruang keluarga yang ada di lantai 2, yang berdekatan dengan kamarnya.


mereka berdua mengobrol.


"ma, boleh cla bertanya dengan mama." ucap clara tiba tiba.


Ia ingin bertanya apa yang ada di pikirannya waktu melihat axel mengobrol sebentar bersama seorang wanita.


"kamu mau bertanya apa sayang." ucap mama adel.


"emm .. .waktu kita pulang dari rumah sakit, cla tidak sengaja melihat axel mengobrol sebentar dengan seorang wanita di tempat biasa membeli ayam goreng, apa mama tau siapa wanita itu ma." ucap clara.


Akhirnya ia memberanikan diri untuk bertanya kepada mamanya.


"cla, jangan kamu fikirkan, dia mantannya axel sewaktu masih sekolah." ucap mama adel


"pantas saja sepertinya aku tidak asing dengan wajahnya." batin clara.


"cla hanya penasaran saja ma." sepertinya axel menghindari nya waktu itu." ucap clara.


"iya cla, waktu itu axel sangat marah ketika ia di hianati pacarnya. Jadi mama harap kamu jangan berfikir yang aneh aneh ya cla. Mama yakin, axel orang yang setia seperti papa nya." ucap mama adel.


Clara tersenyum tulus,


"ma, terimakasih ya ma, cla sangat bahagiah mempunyai mama." ucap cla yang air matanya tiba tiba lolos begitu saja.


Mama adel yang melihat pun menghapus air mata clara.


"kok kamu nangis cla, sini peluk mama." ucap mama adel.


Clara pun memeluk mama adel dengan erat.


"cla rindu ibu ma." ucap clara tiba tiba.


"nanti kalau kamu sudah sembuh, kita pergi ke makam ibu kamu ya." ucap mama adel.


"iya ma, cla ingin cepat sembuh." ucal clara.


Tiba tiba ponsel clara berbunyi.


ternyata davina yang mengiriminya pesan.


Davina :


"cla, minggu depan gue ikut ke kota Z. Tadi pak axel ngomong setelah meeting."


Clara pun tersenyum membaca pesan itu.


"kenapa cla," ucap mama adel.


"ini ma, davina mengirimi cla pesan. Katanya ia di ajak sama axel ke kota Z." ucap clara.


"ini pasti akal akalan anak dua itu cla." ucap mama adel.


clara yang tidak paham maksud mamanya pun bingung.

__ADS_1


Adel tersenyum memikirkan rencana axel dan bryan.


..


__ADS_2