
Selesai sarapan,
"xel, mama harap kamu tidak mempermainkan clara, apa lagi kamu sudah mengambilnya." ucap mama adel.
Axel pun bingung dengan ucapan mamanya.
akan tetapi ia mengangguk saja.
"kalian istirahat lah, mama akan ke kamar mama" ucap mama adel.
Setelah adel pergi, axel dan clara pun terdiam masing masing.
Tidak lama, axel pun bersuara duluan.
"cla, apa kamu menyesal." ucap axel.
Clara menggeleng sambil tersenyum.
"aku tidak menyesal xel, aku sangat bahagiah, akhirnya aku bisa menjadi istri kamu seutuhnya. Walaupun aku gak tau kita kedepannya bagaimana." ucap clara tersenyum tulus.
"cla, irish datang ke indonesia. Aku takut dia akan mengganggu kamu" ucap axel.
"aku percaya sama kamu xel. Kamu tidak akan mengecewakan mama kamu." ucap clara.
Axel masih terdiam, sebab tadi sewaktu membeli sarapan, irish mengiriminya foto dia sedang di bandara. Dengan bertuliskan "aku datang xel. Aku sudah bercerai dengan suamiku."
Irish mengirimin axel pesan dan foto itu menggunakan nomer baru, sebab nomer lamanya sudah di block oleh axel.
sebenarnya clara merasa khawatir , ia takut axel akan berubah lagi menjadi dingin.
Clara pun termenung sejenak, axel melihat itu.
seketika ponsel axel berbunyi kembali.
Clara yang tersadar pun menoleh,
"kenapa tidak di angkat xel." ucap clara.
"tidak penting." ucap axel.
Clara pun tersenyum dengan terpaksa.
sebenarnya hati nya ragu dengan kedatangan irish. Ia takut irish akan mengacau rumah tangganya.
Terlebih lagi ia sudah menyerahkan diri seutuhnya kepada axel.
axel menjauh dari clara. akhirnya axel mengangkat telpon itu. Karena terus saja berbunyi.
"mau apa kamu mengganggu ku lagi..?" tanya axel melalui ponselnya.
"aku sudah menikah, lebih baik kamu cari kebahagiaan kamu sendiri." ucap axel masih dengan sambungan telponnya.
"tidak ada tapi tapian, aku tidak peduli dengan omong kosong mu itu." ucap axel lagi penuh dengan penegasan.
Axel pun mematikan sambungan telpon itu.
"mengganggu saja. Kenapa dia bisa tau aku berada dibkota Z saat ini." batin axel.
selesai itu pun axel melangkah menuju ke arah clara.
"xel, kamu masih disini...?" tanya clara yang melihat axel.
"hmmm." jawab axel.
"aku kira kamu ke luar tadi ." ucap clara.
"cla, apa mama bilang sampai kapan dia akan mengikuti kita.." ucap axel.
clara menggeleng.
Tidak lama terdengar suara pintu kamar mereka di ketuk.
Axel pun membukanya, ternyata sang mama yang datang kembali.
Axel mempersilahkan masuk.
"cla, kamu tidak ingin jalan jalan...?" tanya mama adel.
__ADS_1
Clara menggeleng sambil tersenyum.
"gak ma, cla hanya ingin istirahat saja hari ini." ucap clara.
"xel, kenapa wajah kamu muram begitu . ..?" tanya mama.
"gak apa apa kok ma., axel hanya lelah saja." ucap axel berbohong.
"kamu yakin gak ada yang kamu sembunyikan." ucap mama adel.
"iya ma." ucap axel.
"ma, axel keluar sebentar ya ma, skalian nanti mau cari makan siang nantinya, mama mau makan apa..?" ucap axel.
"terserah kamu sayang." ucap mama adel.
Axel pun segera pergi meninggalkan mama adel dan clara.
Axel sengaja ingin keluar dari kamar. Ia ingin memikirkan langkah apa yang tepat apa bila irish kembali muncul di hadapannya.
Axel duduk di cafe yang ada di penginapan.
Sambil meminum kopi, Axel pun menghubungi bryan. Ia mengirimkan pesan.
Axel :
"apa boleh aku meminta bantuan kamu bry..?"
Bryan pun segera membaca pesan axel, bryan sedang berada di kantor,
Bryan :
"tumben elo minta bantuan gue, ada apa ini..?"
Axel :
"jawab saja, nanti baru gue jelasin."
Bryan :
"oke . .oke . .apa yang bisa gue bantu xel..?"
Axel :
Bryan :
"heh . .gue sudah tenang tenang di sini, sekarang elo malah nyuruh gue ke sana lagi. Tau begitu kemaren gue gak usah pulang."
Axel :
"irish berada di sini." dan juga gue belum bisa pulang saat ini, nyokap gue di sini bry, gue gak mau mereka melihat irish yang terus mengganggu ku."
Bryan :
"baiklah, malam ini aku akan berangkat, apa boleh aku ajak davina lagi..?"
Axel :
"terserah elo, yang penting elo kembali kesini segera."
bryan yang membaca pesan itu pun tersenyum.
"baiklah, lebih baik gue ke ruangan davina sekarang." batin bryan sambil tersenyum.
Sampai di ruangan davina,
"vina, pak axel menyuruh kita untuk kembali le kota Z malam ini." ucap bryan yang mengejutkan davina.
"tapi pekerjaan ku belum selesai bry . ." ucap davina.
"pokoknya jam 7 malam ini aku akan jemput kamu, kamu bersiap siaplah. Pesan pak axel tidak ada penolakan." ucap bryan sedikit berbohong.
Davina hanya diam, mau tidak mau malam ini dia akan ikut bersama brya ke kota Z.
Mau membantah pun tidak bisa, sebab bryan bilang kalau ini di suruh pak axel.
Sedangkan di kota Z, seharian mama adel menemani clara,
__ADS_1
Axel pun telah kembali ke dalam kamar.
ia melihat mamanya dan clara lagi asik bercerita.
"sebenarnya anaknya aku apa clara sih, sebegitu perhatiannya mama sama clara." batin axel.
"ma, ini aku bawakan makanan." ucap axel yang menenteng banyak makanan.
"waah, sepertinya ini enak xel, ayo kita makan bersama, biar mama siapin dulu, kalian berduq tunggu saja di sini." ucap mama adel.
"kamu dari mana saja xel, kenapa sesiang ini baru pulang." ucap clara memberanikan diri untuk bertanya.
"aku dari kafe di atas," ucap axel singkat.
"mama bilang besok malam akan pulang." ucap clara.
"hmm." ucap axel.
Makanan pun sudah siap, mereka bertiga akhirnya makan siang.
Selesai makan, adel kembali ke kamarnya.
Axel dan clara pun beristirahat, mereka memainkan ponselnya masing masing.
Seketika davina mengirimi clara pesan.
clara yang sedang bermain ponsel itu segera membacanya.
Davina :
"hai pengantin baru yang lagi honeymoon. Tunggu aku aku ya."
Clara :
"tunggu, maksud kamu vin."
Davina :
"aku akan kembali ke kota Z lagi malam ini."
Clara :
"waah, kenapa tiba tiba vina, ada apa."
Davina :
"aku juga tidak tau persisnya cla, bryan datang ke ruangan ku, ia bilang kita di auruh pak axel kembali ke kota Z malam ini."
Seketika clara melirik ke arah suaminya itu.
"apa yang kamu sedang rencanakan xel." batin clara.
Clara :
"baiklah davina, aku akan menunggu kamu,"
Davina :
"aku lanjut kerja dulu cla, selamat bersenang senang ya cla."
Clara pun tersenyum dan menggelengkan kepala nya.
Axel yang melihat itu pun bertanya kepada clara.
"sepertinya kamu sangat senang ketika ponselmu tidak berhenti berbunyi." ucap axel.
"ooohh, ini davina yang mengirimi ku pesan." jawab clara.
"cla, terimakasih ya." ucap axel.
Clara pun bingung.
seolah paham, axel pun langsung menghadap ke arah clara.
"terimakasih sudah menjaganya untuk ku." ucap axel.
Clara mengangguk malu, wajahnya sudah memerah bagai kepiting rebus.
__ADS_1
.....