Diam - Diam Mencintai Suamiku

Diam - Diam Mencintai Suamiku
Bab 20


__ADS_3

Pagi harinya,


clara bangun duluan, ia melihat axel masih tidur, ia mendekati tempat tidur itu, dilihatnya wajah suaminya itu tidur dengan damai.


"tidur saja kamu masih terlihat ganteng. Semoga kamu bisa menerimaku ya xel. Aku sangat mencintai mu suami ku" batin clara sambil tersenyum.


Lalu clara melangkah menuju kamar mandi.


tidak lupa membawa pakaian gantinya.


Axel sudah bangun, tetapi ia malas untuk bangkit, dilihatnya ke arah sofa, ternyata clara sudah tidak ada.


Axel pun mendengar suara gemercik air di kamar mandi.


"rupanya dia lagi mandi." gumam axel.


Tidak lama axel mendengar suara pintu kamar mandi di buka. Axel pun pura-pura tidur.


"ternyata masih tidur, aku kira tadi sudah bangun." batin clara.


Sedangkan mama adel sudah menunggu mereka berdua untuk sarapan. Tetapi mereka tak kunjung turun juga.


"bik ina, tolong panggilkan axel dan clara ya." ucap adel.


"baik bu." ucap bik ina.


Sampai di depan pintu kamar axel,


bik ina mengetuk pintu.


Tok..tookk..tookk..


tuan axel, non clara, sudah di tunggu ibu di bawah untuk sarapan.


Clara segera membuka pintunya sedikit, kepala clara pun nongol dari balik pintu.


"iya bik, sebentar ya, saya bangunkan axel dulu." ucap clara.


bik ina mengangguk dan segera turun ke bawah.


Clara dengan perlahan membangunkan axel.


"xel bangun, sudah di tunggu di bawah untuk sarapan." ucap clara dengan lembut.


Axel yang pura-pura tidur pun segera bangun.


"iya sebentar, aku mandi dulu. duluan saja." ucap axel sambil masuk ke kamar mandi.

__ADS_1


Clara dengan sabar menunggu axel, ia tidak mau di tanya-tanya mertuanya itu. Sebab kalau clara sudah berdua bersama adel, adel selalu akan menanyakan hal-hal yang clara tidak ingin bahas.


Tak lama axel selesai, ia keluar dari kamar mandi sudah menggunakan pakaian santainya.


"kenapa tidak turun duluan, " ucap axel dingin.


" aku nungguin kamu." ucao clara singkat.


Lalu mereka berdua menuju ke ruang makan.


"pagi ma," ucap axel dan clara berbarengan.


"pagi sayang, pagi-pagi gini sudah kompak." ucap adel menggoda.


"gimana tidur nya tadi malem, nyenyak." tanya adel.


seketika axel dan clara saling pandang.


"nyenyak kok ma, " jawab clara singkat.


sebenarnya badan clara pegal-pegal setelah tidur di sofa itu.


Lalu Clara pun mengambilkan makanan untuk suaminya itu.


Tidak mungkin juga ia bilang tidur di sofa. Bakalan marah mama adel jika mengetahuinya.


bisa-bisa axel makin membencinya.


Tinggallah clara dan mama adel.


"cla, mama harap kamu sabar ya menghadapi sikap axel, sebenarnya axel anak yang baik, dan penyayang, tidak seperti sekarang ini.


Hanya saja ada satu hal yang membuatnya begini." ucap mama adel.


Clara mengangguk, sebenarnya ia ingin menanyakan ada apa dengan axel sebenarnya, tetapi ia tidak enak kepada mertuanya itu.


"cla, berjanjilah dengan mama, apapun yang terjadi, kamu tidak akan meminggalkan axel." ucap mama adel memohon.


clara terdiam. Lalu mengangguk sebagai jawabannya.


mama adel pun pergi ke halaman belakang, di sana terdapat taman yang sangat indah, taman itu sengaja ia buat, karena adel memang suka dengan taman. Adel duduk di kursi santainya yang ada di taman itu.


Sementara clara ke dapur, ia melihat bik sarah membuat kopi.


"bik, kopi untuk siapa." ucap clara.


"oohh..ini untuk tuan axel non." ucap bik sarah.

__ADS_1


"biar saya saja yang bawak ke ruang kerjanya bik." ucap clara.


"iya non." jawab bik sarah.


Clara membawa kopi itu ke ruang kerja axel.


kebetulan pintunya tidak di tutup, clara masuk.


"ini kopinya." ucap clara.


"hmm. Letakin saja." ucap axel dengan mood dingin nya.


Clara tersenyum.


"apa boleh aku bicara sebentar." ucap clara memberanikan diri untuk bertanya .


"bicaralah."


"apa aku masih boleh bekerja." ucap clara.


"jika aku melarang juga pasti kamu akan tetap bekerjakan. Akan tetapi, di tempat kerja kita akan seperti biasanya. Aku tidak mau ada yang tau kalau kita sudah menikah. Paham." ucap axel.


Clara segera mengangguk. Lalu melangkah pergi dari ruangan itu.


ia pun mencari sosok mertuanya.


"non mencari ibu." ucap bik ina." clara mengangguk.


"ibu ada di taman belakang non." ucap bik ina lagi.


"terimakasih bik."


"iya non sama-sama.".


Clara menuju taman belakang,


"ma, boleh clara duduk di sini." ucap clara mengagetkan adel.


adel tersenyum kaget.


"sini sayang, " sambil menepuk kursi kosong di sampingnya.


"axel kemana cla,"


"axel masih di ruang kerjanya ma, tadi cla lihat dia sedang mengecek email yang masuk." ucao clara.


"anak itu, masih saja mentingin pekerjaan di waktu liburnya." ucap adel sambil geleng-geleng kepala.

__ADS_1


Mereka berdua mengobrol dan tertawa bersama tanpa ada yang mengganggunya.


...


__ADS_2