
Masih di dalam kamar clara.
"apa ini sudah di obati cla," ucap mama adel.
"sudah kok ma, hanya saja kaki cla sepertinya terkilir ma." ucap clara.
Tanpa sengaja adel mengelus punggu clara , dan terkena lukanya, clara pun merintih kesakitan.
"aaww. . ."
Adel yang mendengar rintihan itu, seketika bertanya.
"cla, sepertinya punggung kamu luka juga ya,"
clara pun panik, ia tidak mau mama adel mengetahui luka yang di punggungnya belum di obati, karena tidak bisa ia lakukan sendiri.
"eem . . .eng . .engak kok ma." ucap clara sambil menunduk.
Adel pun semakin curiga.
"coba kamu buka pakaian kamu dulu cla, mama ingin melihatnya." ucap mama adel dengan curiganya.
dengan terpaksa, clara pun membuka pakaian tidurnya itu, dan ternyata filing mama adel benar.
Mama adel melihat luka itu belum di obati sama sekali,
"cla, luka yang ini belum kamu obati." ucap mama adel.
clara mengangguk.
"jika kamu tidak bisa mengobatinya, kenapa kamu tidak meminta tolong sayang. Nanti tambah bahaya." ucap mama adel.
"cla bingung mau minta tolong dengan siapa ma, sewaktu cla pulang, cla melihat pak ramli , bik ina dan bik sarah sedang makan ma, cla tidak mau mengganggunya, hanya ada pak bagas yang ada di depan." ucap clara.
Mama adel segera mengambil kotak obat yabg ada di meja samping tempat tidur,
dengan telatennya mama adel mengobati luka-luka pada tubuh clara.
Clara pun merintih kesakitan.
"kamu tahan sedikit ya cla." ucap mama adel.
clara mengangguk sambil menahan rasa sakit.
Setelah mengobati luka pada tubuh clara, mama adel menyuruh clara untuk makan, setelah makan, mama adel memberikan obat dan diminum oleh clara.
"sekarang kamu istirahat ya sayang." ucap mama adel.
Clara pun berbaring miring ke kiri. Lalu Mama adel menyelimuti clara.
adel menemani clara sampai clara tertidur.
Setelah itu, mama adel menuju kamarnya untuk mandi.
.....
Di kantor, axel baru selesai meeting. Davina pun segera menghampiri axel.
__ADS_1
"sore pak axel, tadi ibu berpesan kepada saya, agar bapak segera pulang. Ibu sudah pulang duluan." ucap davina.
"baiklah, terimakasih davina." ucap axel lalu berjalan menuju ruangannya.
"bryan, tolong kamu urus hasil meeting lita tadi, saya mau pulang dulu." ucap axel.
bryan mengangguk.
Di dalam ruangannya, axel mengambil ponsel dan kunci mobilnya.
Dalam perjalanan pulang, axel teringat dengan luka clara, ia mampir di apotik untuk membeli obat luka.
Setelah membeli obat, axel pun terjebak macet akibat hujan deras tadi,
Sudah pukul 7 malam, axel belum pulang juga. Mama adel makan malam sendirian di meja makan.
setelah itu mama adel membawakan makan malam ke kamar clara.
adel melihat clara sedang duduk di pinggir tempat tidurnya.
"sayang, kamu makan dulu ya, mungkin sebentar lagi axel sampai." ucap mama adel.
Clara pun menerima suapan dari mama adel, ia terharu ada orang yang menyayangi dirinya seperti ibunya sendiri.
Selesai makan, adel berniat mengobati luka clara dan menemani nya hingga axel pulang.
"cla, biar mama yang obati ya luka-luka kamu ini." ucap mama adel,
Clara pun membiarkan mama adel mengobatinya.
"cla, mama telpon dokter ya sayang, mama khawatir dengan kondisi kamu. Luka di punggung kamu lumayan besar cla." ucap mama adel dengan raut wajah yang sedih.
ketika mama adel akan menelpon dokter pribadinya, tiba-tiba axel masuk ke dalam kamar,
axel bingung mamanya ada di dalam kamar itu.
"xel, kamu sebagai suaminya seharusnya bisa menjaganya, bukan menyuruh-nyuruhnya. Kamu lihat clara saat ini, penuh dengan luka, akibat terjatuh dari motor." ucap mama adel.
Axel pun terdiam, ia menatap clara dengan keadaan yang sangat mengkhawatirkan. Clara hanya tertunduk. Ia tidak berani menatap axel,
"ini aku belikan obat luka." ucap axel kepada clara.
clara langsung menaikkan pamdangannya melihat axel, dan mengambil obat yang di berikan axel.
"te .. Terimakasih." ucap clara.
"hallo dokter siska," ucap mama adel .
"iya tante adel, ada yang bisa saya bantu." ucap dokter siska.
"begini dok, apa bisa dokter segera ke rumah saya, menantu saya sedang terluka dok, dan kakinya terkilir." ucap adel.
"baiklah tante adel, 30 menit lagi saya akan sampai di sana." ucap dokter siska yang masih di rumah sakit milik keluarga adel.
telpon pun ditutup.
dokter siska segera menuju ke rumah adel.
__ADS_1
"ma, axel mandi dulu, " ucap axel yang masih lelah dengan kerjaannya hari ini.
"kalau begitu mama akan temani clara dulu." ucap mama adel.
axel mengangguk dan menuju kamar mandi.
"ma, kalau mama lelah, mama istirahat saja, cla tidak apa-apa kok ma." ucap clara.
"mama akan menunggu dokter siska cla, katanya 30 menit lagi beliau sampai di sini. Mama ingin mendengar kondisi kamu." ucap mama adel.
Di dalam kamar mandi, axel merasa bersalah kepada clara.
"apa aku keterlaluan kepadanya. Aduuh, kenapa sih dengan diri aku ini." batin axel sambil mengingat bagai mana keadaan clara sewaktu mengantar berkas tadi siang.
Tidak lama axel keluar dari kamar mandi,
Dan dokter siska pun sudah sampai di bawah.
"selamat malam bik sarah, tante adel nya ada." ucap dokter siska.
"eeh dokter siska, silahkan masuk dok, bu adel sudah menunggu dokter di kamar tuan axel." ucap bik sarah.
Dokter siska pun mengekor di belakang bik sarah.
Kebetulan pintu kamar itu tidak di tutup.
"permisi bu, ini dokter siska nya sudah datang."ucap bik sarah.
"terimakasih bik, masuk dokter," ucap adel.
Dokter siska adalah teman axel sewaktu sekolah, mereka berpisah setelah lulus sekolah, dan melanjutkan kuliah masing-masing.
Dokter siska bertemu kembali dengan axel sewaktu axel ada kerjaan di kota XX. Dan axel pun menawar kan siska bekerja pada rumah sakit milik keluarganya. Siska pun mau tanpa berfikir lagi. Karena rumah sakit yang di tawarkan axel berada 1 kota dengan axel, dan itu berarti siska bisa bekerja tanpa harus berjauhan dengan orang tua nya. Karena orang tua siska tinggal di kota yang sama dengan axel.
.....
"Saya periksa dulu ya mbak clara." ucap dokter siska.
"apa hanya ini lukanya mbak." ucap dokter siska.
"bukan hanya itu saja dok, tetapi di punggung clara sebelah kanan ada luka yang lumayan besar." ucap adel tiba-tiba.
Axel terkejut mendengar itu.
" boleh di buka bajunya mbak clara, biar saya bisa memeriksa lukanya." ucap dokter siska.
clara langsung memandang axel. Karena axel ada di situ.
Mama adel yang melihatnya pun tersenyum
"enggak apa-apa cla, buka saja, lagian di sini hanya ada kita ber 3." ucap mama adel.
Dokter siska pun menahan tawa melihat ekpresi axel.
Akhirnya clara membuka nya, dan axel sangat terkejut melihat luka yang lumayan besar itu.
"begini mbak clara, lukanya lumayan agak dalam dan besar, saya akan membersihkan dulu. Tahan sedikit ya mbak." ucap dokter siska.
__ADS_1
Axel yang merasa kasihan kepada clara pun mendekat dan duduk di samping clara.
.....