
Tidak terasa kini sudah pukul 12 siang waktu paris.
Axel dan clara baru saja terbangun.
Mereka memang sangat lelah setelah ber jam jam di dalam pesawat.
"sayang, kamu mau makan apa." tanya axel.
"apa di sini ada ayam goreng." tanya clara lagi.
"pastinya ada sayang ." yasudah aku pesan dulu." ucap axel.
Clara mengangguk.
Axel pun memesan ayam goreng di restoran hotel menggunakan telpon kamarnya.
15 menit lamanya menunggu, akhirnya pelayan datang membawakan ayam goreng dan makanan lain untuk axel dan clara.
Pelayan tersebut mengetuk pintu kamar axel.
Dan axel menerima makanan tersebut.
yaah, untung saja pelayan baru yang datang, bukan pelayan yang lama, karena semua orang lama yang bekerja di sana tau dengan axel.
"sayang, makan dulu, ini pesanannya sudah datang." ucap axel sambil menyiapkan makanannya.
Clara pun datang, dan tiba tiba clara memeluk axel dari belakang.
axel pun tersenyum.
"sayang, jangan menggoda ku, " ucap axel sambil tersenyum.
tiba tiba clara semakin membuat axel kelabakan.
Clara menciumin leher axel dari belakang.
"jangan salahkan aku jika tiba tiba saat ini aku menyerangmu." ucap axel memberi peringatan kepada clara.
Clara pun memberhentikannya.
lalu clara duduk.
Axel hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"xel, aku juga tidak tau kenapa bisa menginginkanmu." ucap clara merasa malu.
"kamu menginginkannya cla." tanya axel kembali.
Clara mengangguk.
Clara pun mengelus perut buncitnya.
axel tersenyum bahagiah, karena batu kali ini clara memintanya secara terang terangan.
"kita makan dulu ya sayang." ucap axel.
__ADS_1
Clara tersenyum dan mengangguk.
"sayang, aku sangat senang jika kamu memintanya duluan." ucap axel.
clara tambah menunduk malu dengan ucapan axel.
Dan bukan itu saja, sampai sampai clara tersedak.
"uhuuk . .uhuuuk . ."
Axel pun dengan sigap memberikan air minum untuk clara.
clara mengambilnya dan meminumnya.
"xel, bahasnya nanti saja." pinta clara.
"iya sayang, maaf." ucap axel.
Mereka pun melanjutkan makan lagi.
Selesai makan, axel dan clara menikmati pemandangan siang di paris dari balkom kamar hotelnya.
"xel, indah sekali, apa lagi malam." ucap clara.
"kamu suka di sini sayang." tanya axel.
Clara pun mengangguk.
"xel, kenapa kamu tidak mau orang tau kalau kamu dan mama pemilik hotel ini." tanya clara.
"cla, aku ingin seperti orang biasa, agar semua karyawan tidak canggung." ucap axel.
"bryan tidak mengetahui cla, kamu jangan cerita kepada davina ya, jika kita berada di sini." pinta axel.
Clara mengangguk dan tersenyum.
Clara memang tidak mau ikut campur dalam urusan bisnis axel dan mamanya.
Tapi karena penasaran dengan ucapan axel kepada pelayan kemaren, akhirnya clara memberanikan diri untuk bertanya.
Tidak terasa hari pun sudah sore, axel memesan makanan untuk makan malam.
Makanan datang pun pukul 7 malam.
Bersamaan dengan davina dan bryan pulang.
Davina dan bryan yang penasaran pun akhirnya berhenti di depan pintu kamarnya.
Ia ingin melihat siapa sebenarnya di kamar itu, sampai sampai di jaga, dan tidak sembarangan orang bisa masuk.
Axel pun membuka pintu kamarnya, akan tetapi tidak keluar,
Davina dan bryan tidak bisa melihatnya.
Hanya mendengar suaranya.
__ADS_1
"selamat malam tuan evan, sepesial buat tuan evan saya sendiri yang mengantar makanan nya." ucap manager hotel tersebut.
"terimakasih pak tian, silahkan masuk." saya akan mengenalkan istri saya sekalian." ucap axel.
Manager hotel itu pun segera masuk.
Di sana axel menggunakan nama tengahnya untuk panggilannya.
Davina dan bryan pun saling menatap.
Dan mereka segera masuk kedalam kamar, setelah mendengar suaranya.
"sayang, sepertinya suaranya tidak asing." ucap bryan.
"iya, sepertinya aku pernah mendengarnya." ucap davina.
"axel." ucap davina dan bryan berbarengan.
"nanti saja bahasnya, kamu mandi duluan sana." ucap bryan.
Davina menurut.
Tidak lama davina selesai mandi, kini giliran bryan.
Sementara di kamar axel, axel sedang memperkenalkan istrinya kepada manager hotel.
"silahkan duduk pak tian, tidak usah tegang begitu, santai saja." ucap axel.
"baik tuan evan." ucap pak tian.
"sebentar saya panggilkan istri saya." ucap axel.
Axel pun menuju dalam kamar.
"sayang, ikut aku sebentar yuuk, aku mau kenalkan dengan pak tian." ucap axel.
Clara pun di gandeng dengan axel.
"sore bu." ucap pak tian sambil berdiri.
"bapak bisa bahasa indonesia." tanya clara.
"iya bu, ibu saya orang indonesia. Bapak saya orang perancis." ucap pak tian.
"oya sayang, ini pak tian, dia manager hotel ini, pak tian , ini clara istri saya, dia sedang mengandung," ucap axel.
Pak tian tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Mereka berbincang bincang sebentar.
Kini pak tian pun pamit untuk mepanjutkan kerja lagi, pak tian memang suka bekerja di waktu malam hari,
Pak tian datang pagi hari jika ada client penting, dan ada tamu.
Jika tidak ia akan bekerja malam hari seperti saat ini, ia datang sore, dan pulang besok pagi.
__ADS_1
Clara dan axel pun makan malam bersama.
...