Diam - Diam Mencintai Suamiku

Diam - Diam Mencintai Suamiku
Bab 80


__ADS_3

Sementara bik ina dan bik sarah serta pak ramli pun memilih lagi pakaian yang mereka inginkan.


"bik ina, pak ramli, sudah belum." ucap bik sarah.


"sudah kok sarah, saya hanya mengambil 2 potong lagi." ucap bik ina.


"saya juga bik." ucap pak ramli.


Mereka pun kembali lagi kepada buk adel.


"buk, sepertinya kami sudah buk, ini saja " ucap bik ina.


"yakin cukup bik." tanya adel.


"iya buk, terimakasih banyak ya buk." ucap bik ina dan yang lain.


"sama sama bik, pak." ucap adel.


Axel pun datang mendekat.


"ma," ucap axel.


"iya xel," kenapa.?" tanya mama adel.


"axel sudah pesan tempat di restoran atas ma." ucap axel.


"iya xel, ini juga sudah kok, tapi clara sepertinya masih memilih." ucap mama adel.


"kalau begitu axel lihat clara dulu ya ma." ucap axel.


"pak, bik, nanti belanjaannya masukin ke keranjang saja, biar sekalian di hitung." ucap axel.


"iya tuan axel, terimakasih banyak." ucap bik ina.


Betapa bahagiahnya bik ina, bik sarah, dan pak ramli mendapatkan bos seperti itu.


Yang sangat baik. Di tambah lagi dengan kehadiran clara.


"sayang," ucap axel.


"iya xel." ucap clara.


"apa sudah selesai belanjanya.?" tanya axel.


"iya sudah, kamu bayar ya." ucap clara.


"siap ibu bos." ucap axel.


Clara pun tertawa.


kasir pun mulai menghitung belanjaan clara.


"semuanya 2 juta 400 ribu rupiah mbak." ucap kasir menyebutkan total belanjanya.


Axel pun memberikan kartu debit nya.


pak ramli, bik ina, dan bik sarah membawa semua belanjaan itu.


"xel, aku haus." ucap clara.


"ma, kita langsung ke restoran saja ya ma." ucap axel.


"mama ikut saja xel." ucap mama adel.


mereka pun menuju di restoran.


Sampai di restoran, ternyata axel sudah memesan 2 meja,


Meja yang satunya untuk pak ramli, bik ina, dan bik sarah.


Mereka pun duduk.


Tidak lama pelayan datang memberikan buku menu.


Bik ina dan bik sarah tidak mengerti nama makanan di buku itu.


begitu juga dengan pak ramli.

__ADS_1


axel yang melihat sepertinya para asisten rumah tangga nya bingung pun segera membantunya.


"bik, jika bibik tidak mengerti menyebutkannya, bibik bisa lihat dari gambar makanannya bik. Dan bibik tinggal bilang saja sama mbak dan mas nya mau yang ini." ucap axel.


"iya tuan axel, terimakasih." ucap semuanya.


"mas, mbak, tolong di bantu ya mereka." ucap axel dengan pelayan restoran itu.


"baik pak." ucap pelayan itu.


tidak lama makanan yabg mereka pesan pun datang.


Clara sangat menikmati makan malam bersama itu.


Mama adel pun merasa sangat senang melihat clara bisa bahagiah.


Selesai makan malam, mereka kembali pulang.


Dalam perjalanan pulang, clara tertidur di dalam mobil.


"xel, sepertinya istri kamu kelelahan, sampai tertidur." ucap mama adel.


"bukan kelelahan ma, semenjak hamil dia sering sekali mengantuk, dan tertidur." ucap axel.


"harap kamu maklumi xel, namanya lagi hamil. Cobaannya banyak, dan kamu harus extra menjaganya." ucap mama adel.


"iya ma, besok axel ke kantor ma." ucap axel.


"ya, mama akan dukung apapun keputusan kamu xel. mama yakin kamu akan melakukan yang terbaik." ucap mama adel.


"iya ma, terimakasih ya ma dukungannya." ucap axel.


"iya, sama sama." ucap mama adel.


kini mereka semua pun telah sampai di rumah.


"xel, sebaiknya kamu gendong saja clara ke dalam. Tidur di kamar tamu saja di bawah." ucap mama adel.


"iya ma." ucap axel.


"bik, tolong bawa dulu belanjaannya ke dalam ya bik." ucap adel.


"baik buk." ucap bibik.


mama adel pun membukakan pintu mobil agar axel tidak kesusahan untuk menggendong clara.


Mereka pun masuk ke dalam rumah.


Axel langsung menuju kamar tamu.


dan membaringkan clara.


Axel pun mencium dahi clara dan tersenyum.


"terimakasih ya cla, sudah sangat sabar untuk menghadapi aku yang keras ini." batin axel.


Axel pun pergi ke kamar mandi dan mengganti pakaiannya.


Setelah itu tidak lupa untuk menggantikan pakaian clara dengan pakaian tidur.


Sementara mama adel sudah tidur juga.


Karen mereka semua sampai di rumah pukul 9 malam.


Clara merasa sangat bahagiah hari ini, karena bisa pergi bersama sama.


setelah axel mengganti pakaian clara. Axel ikut berbaring di samping clara, axel me gelus perut clara yang buncit.


"sehat sehat di dalam perut mama ya nak, jangan nakal." ucap axel.


Dan axel pun tidak lupa mencium perut clara.


Ketika axel menciumnya.


Clara pun terbangun.


"xel," ucap clara.

__ADS_1


"iya cla." jawab axel.


Clara pun melihat ia sudah berganti pakaian.


"kamu yang gantiin baju aku." tanya clara.


"iya sayang, aku tidak tega melihat kamu memakai pakaian yang sempit itu." ucap axel.


Seketika wajah clara memerah.


"kamu kenapa cla, wajah kamu memerah." goda axel.


clara pun menggeleng.


"kamu malu.?" tanya axel.


Clara mengangguk.


"ya sudah tidur lagi . .ini sudah malam." ucap axel.


Clara mengangguk dan mendekat kepada axel.


Axel pun memeluk clara dan sambil mengelus perut clara.


Keesokan paginya, clara bangun terlebih dahulu,


Kali ini dia tidak mandi duluan, tetapi dia menyiapkan semua kebutuhan axel dan membangunkan axel.


"xel, sudah siang, kamu mau ke kantorkan." ucap clara membangunkan axel.


axel yang tidurnya terganggu pun terbangun.


"iya cla, sebentar lagi." ucap axel dengan nada khas bangun tidur nya.


"tapi ini sudah siang xel," ucap clara sambil menarik selimut yang di gunakan axel.


"aaawww." rintih clara.


Axel pun langsung bangun.


"perutku keram xel." ucap clara sambil merintih.


" kamu duduk dulu cla." ucap axel panik.


axel mengelus ngelus perut clara.


"xel, sudah cukup, sudah gak keram lagi." ucap clara.


"kamu istirahat saja cla, jangan capek capek." ucap axel.


Clara mengangguk pasrah.


"kamu mandi sana xel, pakaian dan airnya sudah aku siapkan." ucap clara.


"cla, biar aku saja yang menyiapkan keperluanku. Aku tidak ingin kamu lelah cla." ucap axel.


"aku gak apa apa xel, aku juga wajib melayani kebutuhan kamu." ucap clara.


Axel pun menarik napasnya dan membuangnya dengan kasar.


"ya sudah, ini sudah siang, kamu mandi sana, nanti kamu telat." ucap clara.


"apa kamu mau ikut ke kantor." tanya axel.


"gak xel, aku di rumah saja , lagian juga ada mama." ucap clara.


"ya sudah kalau begitu aku mandi dulu " ucap axel.


Clara pun mengangguk.


"sebenarnya aku ingin ikut xel, tapi aku takut mengganggu kamu dan merepotkan kamu dengan keadaan aku hamil begini." batin clara.


Clara pun mengelus ngelus perutnya yang buncit.


"nak, sehat sehat ya di dalam perut mama, jadi anak yang pinter." ucap clara.


...

__ADS_1


__ADS_2