Diam - Diam Mencintai Suamiku

Diam - Diam Mencintai Suamiku
Bab 50


__ADS_3

Di dalam kamar, bryan mengomel sendiri gara gara axel menyuruhnya membelikan obat.


"kenapa tidak dia sendiri saja yang membelinya, dasar axel, kalau tidak merepotkan ku, bukan axel namanya." omel bryan


akhirnya bryan pergi menuju kamar davina.


Tok . .tookk . .tookkk.


Davina pun membuka pintu kamarnya.


"ada apa bry." ucap davina.


"sayang, kamu ikut aku sebentar yuuuk, bos muda itu sangat menyusahkan sekali." ucap bryan.


"emangnya mau kemana bry..?"tanya davina.


"ini, dia menyuruhku ke apotik untuk membeli obat penurun panas." ucap bryan.


"ya sudah, ayooook aku temenin." ucap davina.


Akhirnya mereka membeli obat penurun panas di apotik yang tidak jauh dari penginapan. Mereka berdua menggunakan mobil yang di sewa axel.


Hari pun sudah hampir gelap, davina dan bryan baru sampai di penginapan, karena terkena macet.


Di kota Z ini sangat terkenal ramainya kalau sudah sore. Semua kendaraan berlalu lalang di jalan.


Davina dan bryan pun segera menuju kamar axel.


tok . .tokk . .tookk . . .


( davina mengetuk pintu )


Axel yang mendengar suara ketukan pun segera membuka pintu.


"ini obatnya tuan muda axel." ucap bryan sambil menyodorkan obatnya.


Axel pun mengambilnya dari tangan bryan.


"bagai mana keadaan clara pak . . .eeeh . .maksud saya axel.." ucap davina yang masih canggung memanggil nama axel.


"dia masih tidur, nanti malam kalian saja yang menuju kafe WW, aku sudah memesan tempat, karena clara sakit, jadi kalian saja berdua yang pergi. Sudah saya bayar lunas semuanya. Kalian tinggal datang saja." ucap axel.


"baiklah xel, aku tidak akan menyia nyiakan makan malam di tempat itu, aku pasti dan davina datang. Apa lagi gratis ." ucap bryan.


Davina pun segera memukul bahu bryan.


"bercanda sayang." ucap bryan.


"ya sudah xel, kalau begitu kami pamit dulu. Semoga clara cepet sembuh ya." ucap davina sambil menarik tangan bryan.


Axel pun segera menutup pintu kembali.


Axel sudah memesan makanan dari hotel untuk makan malam dia, clara dan mama adel.


Makanan yang di pesan axel pun sudah datang.


Clara di bangunkan oleh axel.

__ADS_1


"cla, bangun yook, ganti baju, sudah itu makan malam kita di sini saja sama mama nanti." ucap axel.


Clara pun yang mendengar itu bangun dari tidurnya.


"apa masih pusing." tanya axel.


"hanya sedikit, tidak seperti tadi siang." ucap clara.


"apa kamu mau di bantu ke kamar mandi, aku sudah menyiapkan Pakaian kamu di kamar mandi." ucap axel.


"tidak usah xel, aku bisa sendiri. Trimakasih ya xel." ucap clara.


axel hanya mengangguk.


Sedangkan bryan dan davina, mereka bersiap siap menuju kafe WW untuk makan malam.


Selesai mandi, clara duduk di tepi tempat tidur,


Clara melihat makanan sudah tertata rapi di atas meja.


Sementara axel sedang mandi.


clara pun berdiri menuju lemari pakaian.


Walaupun clara sedang sakit, ia tetap menyiapkan pakaian ganti untuk axel.


Clara meletakkannya dibatas tempat tidur.


Clara pun mengambil ponselnya.


Clara :


"ma, makan malamnya nanti di sini saja ya ma, axel sudah menyiapkannya."


Mama adel pun tersenyum melihat isi pesan itu. Dan segera membalasnya.


Mama :


"iya sayang, sebentar lagi mama kesana."


Axel pun keluar dari dalam kamar mandi.


ia melihat pakaiannya sudah di siapkan oleh clara.


axel pun tersenyum.


Ia segera memakai pakaiannya di situ tanpa malu.


Clara yang melihat itu mengalihkan pandangannya.


Selesai berganti pakaian, axel menyerahkan obat yang di beli oleh bryan tadi.


"habis makan kamu minum obat ini ya cla," ucap axel.


"kamu beli tadi..?" tanya clara.


"enggak, aku menyuruh bryan yang membelinya." ucap axel.

__ADS_1


"kirain dia rela pergi sendiri untuk membelinya, ternya menyuruh orang lain." batin clara sambil cemberut.


"kenapa.." ucap axel.


Clara menggeleng.


Tidak lama terdengar suara pintu di ketuk.


Tok..tok..tok...


Axel membuka pintu kamarnya.


Ternyata mama adel sudah datang.


"masuk ma." ucap axel mempersilahkan mamanya masuk.


"waah . ..waaah . . .kelihatannya enak enak ini makanannya." ucap mama adel.


Clara tersenyum. Mereka bertiga langsung makan malam.


Mama adel pun bicara.


"xel, cla, ini kan sudah hari kamis, bagaimana kalau kita pulangnya hari minggu sore saja, sekali sekali biar davina dan bryan meradakan liburan bersama." ucap mama adel.


"cla ngikut aja ma." ucap clara.


"bagaimana dengan kamu xel..?" tanya mama adel.


"terserah saja ma." tapi pekerjaan axel banyak ma." ucap axel.


"kamu tidak usah pikirkan itu, semua sudah mama handle." ucap mama adel


"baiklah ma." ucap axel.


sementara di kafe WW, bryan makan malam dengan suasana pemandangan yang sangat indah.


"vin, sepertinya axel sudah mulai menyukai clara, kamu lihat ini, axel memesan tempat yang sangat indah." ucap bryan.


"aku merasa begitu juga bry, aku harap sahabat kamu satu itu bisa membahagiahkan clara ya bry." ucap davina.


"aku juga berharap kamu bisa merubah panggilan mu terhadap ku. Misalnya, sayang, hanny, beb, atau apa lah." ucap bryan.


"jangan lebay deh bryan . ." ucap davina.


bryan pun hanya diam saja.


tidak terada sudah jam 10 malam, mama adel kembali ke kamarnya,


"obat kamu sudah di minum...?" tanya axel.


"sudah xel, barusan saja." ucap clara.


"ya sudah, sekarang kamu istirahat." kalau besok sudah sehat, aku akan ajak kamu jalan jalan." ucap axel sambil membenarkan selimut clara.


Sementara bryan dan davina baru pulang, bryan mengantar davina ke lamarnya, setelah itu bryan pergi ke arah kamarnya.


.....

__ADS_1


__ADS_2