Diam - Diam Mencintai Suamiku

Diam - Diam Mencintai Suamiku
Bab 76


__ADS_3

Clara kini di bantu oleh adel.


"cla, kamu kenapa." tanya mama adel.


Clara tidak menjawab, clara sibuk mengeluarkan muntahannya.


"uweeek . . Uweeek .


"bik, panggil axel." ucap adel.


clara pun menahannya dan menggelengkan kepalanya.


"gak usah ma, cla tidak apa apa. Hanya mual saja." ucap clara.


"uweeek . . .uweeek . . .


bik ina pun mengambilkan air minum untuk clara.


"buk, ini air nya." ucap bik ina sambil memberikannya kepada adel.


"cla, kamu minum air hangat dulu ya." ucap mama adel.


clara pun meminumnya.


"bik, apa masaknya sudah selesai." tanya clara.


"sudah kok non." ucap bik ina.


Clara mengangguk.


Clara merasa tubuhnya lemas.


Mama adel mengajak clara berdiri.


"ma, sebentar ya ma. Cla sangat lemas ma." ucap clara.


"bik, tolong panggil axel sekarang bik." ucap adel


akhirnya bik sarah pun menuju kamar axel.


"took . .took . .took . .


"tuan axel..tuan . . ." ucap bik sarah.


Axel yang mendengar itu terbangun, axel pun menuju pintu kamar.


"ada apa bik." tanya axel dengan gaya bangun tidurnya.


"di panggil ibu di bawah tuan, non clara muntah muntah sampai lemas." ucap bik sarah.


Tanpa jawaban, axel langsung berlari menuju kamar mandi di dekat dapur.


"ma," ucap axel.


"tolong kamu gendong clara xel," ucap mana adel.


Axel pun menggendong clara ke kamar tamu di bawah.


Axel membaringkan clara di tempat tidur.


"cla, kamu kenapa." tanya axel panik.


"aku gak apa apa kok xel, hanya mual dan lemas saja." ucap clara dengan nada lemas.


"cla, kamu turunnya pas bibik sudah selesai masak saja " ucap axel.


Clara pun merasa mual kembali.


"uweek.


Akan tetapi clara merasa sangat lemas untuk pergi ke kamar mandi.


Tetapi clara tetap berlari ke kamar mandi dengan di paksanya.


axel pun buru buru menyusulnya.

__ADS_1


"uweek . . .uweeek . .. uweek..


ketika clara ingin berdiri, tiba tiba tubuhnya sangat lemas.


clara tidak sanggup untuk berdiri.


"Kita kembali ke tempat tidur ya." ucap axel.


Claran pun mengangguk pasrah, sebab sudah tidak ada tenaga lagi.


Mama adel pun meneteskan air mata melihat kondisi clara.


"cla, kita kerumah sakit ya." ucap mama adel.


"ma, clara gak apa apa kok ma. Mama jangan nangis ya, nanti clara ikut sedih." ucap clara dengan nada lemas.


Mama adel pun tersenyum.


begitu tulusnya clara.


"sayang, kamu belum makan, kamu ingin makan apa." tanya axel sambil mengelus perut clara yang buncit.


clara pun melihat mama adel.


Mama adel pun mengangguk.


"aku ingin makan nasi goreng buatan mama, dan telor dadar seperti kemarin buatan kamu xel." ucap clara sambil mengelus perutnya.


"sayang, kamu tunggu ya, aku akan membuatkan telor dadar nya." ucap axel.


Axel pun keluar dari kamar menuju dapur. Dan ternyata dapur sudah bersih dan kosong, tidak ada bik ina dan bik sarah.


Sementara di meja makan sudah tersaji masakan bik ina dan bik sarah.


Sementara di kamar clara hanya berdua dengan mama adel.


Clara pun meneteskan air matanya.


"sayang, kenapa kamu nangis." tanya mama adel.


"sudah jangan menangis cla, gak ada yang merasa di repotkan kok." ucap mama adel.


"kamu istirahat ya, mama ke dapur dulu, biar mama buatkan nasi goreng." ucap mama adel.


clara pun mengangguk.


Mama adel pun berdiri, dan menuju dapur.


di dapur mama adel melihat axel baru selesai memasak telor dadar.


"xel. Kamu sudah selesai." tanya mama adel.


"ini baru saja ma." ucap axel.


"xel, mama akan batalkan penerbangan siang ini. Mama akan sekejul ulang bertemu dengan pak agung. Mama tidak tega meninggalkan clara di rumah xel." ucap mama adel.


"terimakasih ya ma. Axel sangat bahagiah di kelilingin dengan orang yang mencintai axel " ucap axel.


"ya sudah, kamu jagain clara dulu, biar mama buatkan nasi gorengnya." ucap mama adel.


"iya ma." ini nanti telor dadarnya ma." ucap axel.


"xel, bibik pada kemana." tanya mama adel.


"itu ma, tadi axel lihat lagi nyiram tanaman di taman belakang." ucap axel.


"tolong panggilkan dulu sebentar ya xel." ucap mama adel.


"iya ma." ucap axel.


Sementara mama adel membuatkan nasi goreng untuk clara.


Axel pun memanggil bibik di taman belakang.


"bik . .bik ina dan bik sarah di panggil mama tu di dapur." ucap axel.

__ADS_1


"baik tuan ." ucap bik ina dan bik sarah .


Sementara axel menuju kamar tamu.


sampai di dapur.


"ibu manggil kami." tanya bik ina.


"iya bik, untuk sementara membuat sarapan , makan siang, dan makan malam biar saya saja bik." ucap adel.


"baik buk, tapi kalau pagi kami ngapain buk kalau tidak membuat sarapan." tanya bik ina.


"bibik bisa kok bantu bantu saya." sepertinya clara hanya ingin saya yang memasak untuk nya bik, mungkin ini keinginan calon anaknya." ucap adel.


"apa sekarang saya bisa bantu ibu." ucap bik ina.


"nanti siang saja bik, bibik lanjutkan saja pekerjaan bibik tadi." ucap adel.


"baik buk, kami permisi." ucap bik ina di ikuti oleh bik sarah.


Di dalam kamar, ternyata clara sedang tertidur.


Axel menemani clara tidur sambil bermain ponselnya.


15 menit lamanya, mama adel sudah selesai memasak nasi goreng itu.


Mama adel pun sudah menyajikannya di atas ping bersama telor dadar buatan axel.


Mama adel membawanya ke dalam kamar .


"xel, clara tidur." ucap mama adel.


"iya ma. Axel masuk tadi clara sudah tidur." ucap axel.


mama adel pun meletakkan nasi gorengnya do meja samping tempat tidur.


"xel, mama ke ruang kerja sebentar ya, nanti mama kesini lagi." ucap mama adel.


"iya ma, oya ma, apa mama serius membatalkan penerbangan siang ini." tanya axel.


"iya xel, mama khawatir dengan clara." ucap mama adel.


Axel pun mengangguk.


sementara mama adel berjalan ke ruang kerja, sampai di ruang kerja, mama adel menelpon davina.


"hallo davina."


"iya tante."


"maaf sudah mengganggu waktu cuti kamu. Tante mau minta tolong sama kamu."


"tolong apa tante."


"tolong kamu batalkan pertemuan dengan pak agung, dan sekejul ulang untuk pertemuannya,"


"baik tante."


Satu lagi vina, tolong batalkan penerbangan saya siang ini. Saya khawatir dengan kondisi clara yang muntah muntah terus pagi ini sampai lemas."


"ya ampun tante, tapi clara tidak apa apa kan ."


"iya dia tidak apa apa, hanya lemas saja,"


"terimakasih ya davina, saya sudah merepotkan kamu dan mengganggu waktu kamu."


"tidak apa apa tante, davina senang bisa membantu tante walaupun cuti. Maaf ya tante, davina tidak bisa menjenguk clara, davina tidak boleh untuk keluar rumah.


"iya davina, gak apa apa." sekali lagi terimakasih ya vina."


"iya tante, sama sama."


Adel pun menutup sambungan telponnya bersama davina.


.....

__ADS_1


__ADS_2