Diam - Diam Mencintai Suamiku

Diam - Diam Mencintai Suamiku
Bab 17


__ADS_3

Sementara di kantor para karyawan pun heboh dengan tidak adanya clara beberapa hari ini. Karna clara masih terbilang karyawan baru, akan tetapi tidak masuk sudah beberapa hari.


Mereka ada yang bertanya kepada davina, davina hanya menjawab clara sedang sakit.


Axel yang baru sampai di kantor , di sambut langsung sama bryan,


" pagi broo, " ucap bryan


Axel menggeleng-gelengkan kepalanya.


" tumben elo sudah masuk duluan. Biasanya elo nungguin gue di parkiran." ucap axel.


"kan gue mau jadi asisten teladan buat elo, menyapa elo pas masuk kedalam kantor. " ucap bryan menahan tawanya.


axel pun tertawa.


terkandang memang axel dan bryan terlihat sangat konyol.


Mereka sampai di ruangan axel.


" bryan, nanti ikut gue ya," ucap axel.


"kemana xel, kan hari ini jadwal kita kosong." ucap bryan.


"ketoko bangunan, gue mau beli Handphone." ucap axel singkat.


Bryan yang mendengarnya pun tertawa ngakak.


"mana ada handphone di toko bagunan. Emang buat siapa." ucap bryan masih tertawa.


" jangan banyak tanya bisa gak sih, nurut aja kenapa. " ucap axel kesal


" oke . .oke pak axel, jangan cemberut gitu dong." ucap bryan dengan wajah konyolnya.


Dirumah adel, clara merasa bosan di dalam kamar saja. Ia melihat bi ina sedang menyiram tanaman di belakang, clara pun nyamperin bi ina.


"bik, clara bantu ya." ucap clara.


Sontak saja bik ina terkejut,


"aduuh non, jangan, nanti di marahi ibu. Non kan baru sembuh. Lebih baik non istirahat saja." ucap bi ina panik.


"saya sudah tidak apa-apa bik, saya merasa bosan kalau hanya di kamar saja. Saya ingin membantu bibik menyiram tanaman." ucap clara.

__ADS_1


Dengan ragu bi ina memberikan selang air tersebut.


Adel yang melihat clara tersenyum,


" clara memang anak yang baik, sopan," aku tidak sabar menikahkan axel dan clara. Agar irish tidak lagi mengganggu axel." batin adel.


Ya, axel yang sudah tekad melupakan irish semenjak mama nya memberi tau kepadanya siapa sebenarnya irish, kini axel menjadi pria yang lebih cuek dan dingin.


Haripun sudah semakin sore, bik ina dan clara masuk kedalam rumah.


Clara menuju ke kamarnya, ia segera mandi.


Axel dan Bryan menuju sebuah mall terbesar, mereka akan membeli handphone keluaran terbaru untuk clara, akan tetapi bryan tidak mengetahui handphone itu untuk siapa.


Kini handphone yang di inginkan sudah di beli, mereka pun meminum cofe terlebih dahulu di cafe dekat mall itu.


setelah itu mereka langsung pulang , axel mengantar brya ke apartemennya yang tidak jauh dari rumahnya.


Sampai dirumah, axel langsung menuju kamar dengan membawa paperbag. Ia segera mandi, lalu memgenakan pakaian santainya.


Axek berniat menyerahkan handphone itu kepada clara, axel pun turun membawa paperbag itu. Ia menuju kamar clara.


Sampai di depan pintu kamar clara, axel mengetuk pintu, tetapi tidak ada yang menyautnya.


Axel memegang handel pintu dan memutar nya.


Aaaaaaakh.........


Axel diam membeku di tempatnya dan menutup mata dengan tangannya.


Adel yang mendengar jeritan itu pun segera menghampiri clara.


"axel, clara, " ucap adel yang terkejut mendapati putranya itu ada di dalam kamar clara sambil menutup mata.


adel menarik axel keluar dari kamar clara. Lalu Adel menutup pintu kamar tersebut.


Clara segera menggunakan pakaiannya.


kini clara sangat malu atas kejadian ini.


" kamu ngapain di kamar clara axel." ucap mama adel dengan nada sedikit tinggi.


"maaf ma, axel tidak sengaja kok, tadinya axel ingin memberikan ini kepada clara, axel mengetuk pintu, tapi tidak ada yang nyaut, jadi axel masuk saja." ucap axel tanpa merasa bersalah.

__ADS_1


"kamu yakin tidak sengaja. Kamu pasti melihatnya kan. " ucap mama adel penuh penekanan.


"eemm . . .i . .itu ma . . .hanya sedikit." ucap axel terbata-bata.


"mama tidak pernah mengajari kamu untuk masuk sembarangan kekamar ya xel." clara itu perempuan, walaupun sebentar lagi kamu akan menikah dengannya, tapi belum sepantasnya kamu masuk ke kamarnya tanpa mengetuk pintu dulu." ucap mama adel dengan nada marahnya.


axel terdiam.


Adel pun menghampiri clara di dalam kamarnya.


"Tok..tookk...tookk.. " Adel mengetuk pintu kamar clara.


"clara, ini tante." ucap adel.


"masuk tante." ucap clara.


Adel mendekati clara yang masih tertunduk malu.


"cla, maafin axel yang sudah tidak sopan masuk ke kamar kamu ya cla." ucap adel sambil mengelus pundak clara.


"i . .iya tante. Ini juga salah cla yang tidak mengunci pintu."


Adel pun mengajak clara untuk makan malam,


"kita makan malam dulu cla." ucap adel.


clara mengangguk.


Sesampainya di meja makan, clara melihat axel sudah berada di sana.


Clara menundukkan pandangan nya, ia duduk di sebelah adel. Ia masih malu atas kejadian tadi.


Axel masih terdiam, tidak berani menatap mamanya ataupun melihat clara.


Mereka makan dengan tenang,


"selesai makan, mama tunggu di ruang keluarga." ucap adel yang meninggalkan mereka terlebih dahulu.


Sampai di ruangan keluarga, mereka berdua duduk berjauhan. Adel pun menggelengkan kepalanya.


"axel ,clara, 2 hari lagi mama putuskan kalian segera untuk menikah." ucap mama adel.


Axel dan clara hanya mengangguk.

__ADS_1


Kini mereka berdua hanya menunduk dengan pikirannya masing-masing.


..


__ADS_2