Diam - Diam Mencintai Suamiku

Diam - Diam Mencintai Suamiku
Bab 19


__ADS_3

Di rumah adel, para asisten rumah tangga sedang sibuk untuk mempersiapkan acara pernikahan axel besok.


Mereka pun sangat senang sekali,


"bi ina, aku lihat-lihat non clara sama tuan axel sangat cocok sekali, mereka serasi." ucap sarah.


"iya sarah, sepertinya mereka akan bahagiah, apa lagi non clara dari dulu sudah dekat sama bu adel. Tapi tuan axel selalu menjahili nya. " ucap bi ina.


Merekapun tertawa.


Di restoran terlihat axel dan clara masih saling diam, adel yang melihat mereka berdua pun akhirnya bersuara.


"mau sampai kapan kalian diam-diaman seperti ini, besok kalian itu akan menikah." ucap adel.


clara pun tersedak, dengan sepontan axel dan mama adel serentak memberikan air minum kepada clara.


tanpa disadarinya, clara mengambil air yang berada di tangan axel dan meminumnya.


Ingin rasanya adel tertawa melihat tingkah keduanya.


Hari sudah semakin sore, mereka telah menghabiskan makanannya.


Kini mereka menuju pulang kerumah.


adel sengaja duduk di depan, di samping pak ramli. Agar clara dan axel berdekatan. Adel tersenyum. Hanya keheningan yang berada di dalam mobil. Tetapi tidak dengan adel yang mengajak pak ramli bercerita.


"pak ramli, apa menurut bapak salah jika seorang ibu meminta anaknya untuk meninggalkan kekasihnya karena telah membohonginya." ucap adel dengan sengaja.


Pak ramli yang mengerti, langsung menjawabnya.


" menurut saya tidak salah bu, seorang ibu pasti tau yang terbaik untuk anaknya." ucap pak ramli singkat,


Axel yang mengerti pun seketika langsung bersuara.


"ma, jangan ajak pak ramli ngobrol, biar pak ramli fokus menyetirnya. " ucap axel dengan malas.


"kenapa xel, mama hanya bertanya dengan pak ramli, iya kan pak." ucap adel.


pak ramli mengangguk.


Clara yang tidak mengerti kini hanya memperhatikan ibu dan anak itu, sesekali clara melirik ke arah axel.


Mereka sampai di rumah sudah malam,


Mama adel berjalan masuk ke dalam rumah bersama clara, sedangkan axel masuk duluan dan langsung ke kamarnya tanpa bicara apapun.


"cla, kamu istirahat ya sayang, besok kalian akan menikah. " ucap adel lembut.


Clara langsung mengangguk.


............


Ke esokan harinya pukul 5 pagi . .


adel menghampiri clara di kamarnya. Kebetulan kamar clara ternyata tidak di kunci, adel yang melihat clara masih tertidur pulas, akhirnya membangunkannya.


"cla, bangun sayang, MUA yang akan merias kamu sudah datang." ucap adel yang membangunkan clara dengan lembut.


Clara mengerjapkan matanya,


"kamu mandi ya, nanti mereka akan merias kamu." ucap adel.


Clara terdiam, ia lupa kalau hari ini akan menikah.


adel yang melihatnya pun tertawa.

__ADS_1


Clara yang tersadar pun langsung menuju kamar mandi.


axel yang sudah bangun duluan pun sudah slesai menggunakan setelan baju pengantin nya, ia terlihat sangat tampan,


Pukul 8 pagi clara sudah selesai di rias, ia menggunakan kebaya yang sudah di pesan oleh adel. Clara terlihat sangat cantik menggunakannya.


Axel yang sudah berada di hadapan penghulu, seketika terpana melihat kecantikan clara yang di dampingi oleh mama adel. Tapi pikiran itu ia buang jauh-jauh.


"bagai mana, apa sudah siap." ucap penghulu tersebut.


Dengan menarik nafasnya, axel lalu mengangguk.


Acara sakeralpun di mulai, axel kini telah selesai mengucap kan ijab kabul.


"bagaimana saksi." ucap penghulu.


"SAH"


Ketika kata sah di ucapkan, clara pun meneteskan air mata.


Mereka semua mengucapkan


"alhamdulillah"


dan membacakan do'a.


setelah itu axel pun memakaikan cincin di jari manis clara.


begitu sebaliknya, clara memakaikan cincin ke jari manis axel.


Cincin yang mereka pakai adalah cincin yang di tempah khusus oleh adel.


Pernikahan mereka hanya di hadiri oleh keluarga besar dan kerabat dekat saja, karena itu permintaan axel dan clara.


Mama adel sangat bahagiah, karena akhirnya mereka sudah menyandang status suami istri.


Pada pernikahan mereka hanya davina dan bryan yang hadir.


davina dan bryan memberi selamat kepada axel dan clara.


"cla, selamat ya, "ucap davina sambil memeluk sahabatnya itu.


" selamat ya pak axel atas pernikahannya." ucap davina kepada axel sambil menyalaminya.


"terimakasih vina," ucap axel.


"broo . .gak nyangka gue, elo udah nikah aja, selamat ya broo , istri elo sangat cantik, di jaga." ucap bryan.


Lalu bryan pindah menyalami clara.


Rasanya ingin sekali axel mengetok kepala bryan.


tetapibitu tidak mungkin, karena masih banyak para tamu undangan.


Bryan yang melihat tatapan axel, seketika tertawa . Sontak saja davina yang melihatnya pun menegur bryan.


"bryan , jangan tertawa seperti itu, tidak lihat masih banyak tamu undangan." ucap davina.


"tidak apa-apa, aku hanya bahagiah melihat axel menikah, dengan begitu dia bisa terbebas dari wanita pembohong itu., hanya saja aku terkejut, karena istrinya itu adalah clara. Pantas saja tante adel sangat menyayangi clara." ucap bryan panjang lebar.


" aku pun juga tidak tau awalnya, clara keceplosan pas ngobrol sama aku." ucap davina.


Mereka berdua pun tersenyum.


Kini para tamu undangan telah pulang, bryan dan clara pun juga sudah pulang.

__ADS_1


mama adel memeluk keduannya.


"semoga kalian berdua bahagiah ya sayang." ucap adel dengan mata berkaca-kaca.


Adel pun melonggarkan pelukannya.


"xel, kamu ajak clara istirahat di kamarmu. Sepertinya istri mu ini sudah sangat lelah, Hari sudah semakin malam juga." ucap adel.


Axel menurut, dan mengangguk.


"tante, "ucap clara langsung berhamburan ke palukan adel.


"sayang, mulai hari ini kamu panggil mama ya, mama tidak mau mendengar kamu memanggil tante lagi.


"iya tan..eeh mah." ucap clara.


"ya sudah, kamu ikut axel ke kamarnya sana, mama juga mau istirahat." ucap mama adel.


Clara berjalan di belakang axel, ketika akan masuk ke kamar axel, clara berhenti di depan pintu.


Axel pun menoleh.


"kamu ngapain berdiri di situ, masuk, aku mau tutup pintu." ucap axel cuek.


clara melangkah masuk.


Axel pun pergi ke kamar mandi, ia mandi terlebih dahulu.


setelah selesai, axel keluar hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya.


Clara yang terkejut , seketika di bekap mulutnya oleh axel agar tidak teriak.


"kamu bisa diam gak sih, jangan teriak-teriak, nanti mereka semua pikir aku ngapa-ngapain kamu." ucap axel sambil melepaskan bekapannya.


Clara terdiam.


Clara langsung masuk ke kamar mandi, tetapi ia kesusahan membuka kebaya yang ia pakai,


ia pun mengintip dari pintu,


"Aa..axel..."ucap clara.


Axel yang sudah berpakaian pun seketika menoleh.


"kenapa" ucap axel cuek.


"bisa tolong bukain ini," ucap clara menunjuk belakang pakaiannya.


Axel berdiri,


"berbalik cepat," ucap axel.


Axel pun menurunkan resleting itu, seketika ia terpana dengan punggung mulus clara. Tapi ia tepis pikiran itu.


Setelah itu Clara langsung berlari masuk ke kamar mandi, axel pun kembali ke tempat tidurnya sambil memainkan ponselnya.


ketika clara keluar kamar mandi, ia melihat axel duduk di atas tempat tidur,


"tidur dimana aku." batin clara.


Clara pun mengambil bantal dan selimut, ia menuju sofa dan membaringkan tubuhnya yang sudah lelah,


Axel yang melihatnya pun hanya cuek.


Tak lama clara sudah tidur dengan pulas. Axel melihat clara sekilas, lalu axel pun tertidur.

__ADS_1


..


__ADS_2