Diam - Diam Mencintai Suamiku

Diam - Diam Mencintai Suamiku
Bab 66


__ADS_3

Davina dan clara pun berjalan menuju ruangan davina.


"pagi buk davina, pagi buk clara." ucap salah satu karyawan itu.


Clara pun bingung di panggil ibu, ia pun berhenti dari langkahnya.


"kenapa kamu memanggil saya ibu, biasanya hanya davina yang di panggil ibu.." tanya clara.


"saya lebih tidak sopan jika memanggil ibu hanya nama saja. Bagaimana juga ibu adalah istri pak axel." saya permisi dulu buk . ." ucap karyawan itu.


davina yang melihat clara bingun, seketika mengajak clara buru buru ke ruangannya.


"nanti aku jelasin di ruangan." ucap davina.


Clara pun menurut.


Sampai di ruangan davina, clara pun bertanya.


"vin, kenapa mereka bisa tau." tanya clara.


"tadi aku melihat axel menegur karyawan yang menceritakan kamu cla, dan akhirnya axel pun bilang kalau kamu istrinya." sepertinya axel tadi sedikit marah terhadap mereka, untung saja aku datang tepat waktu." ucap davina.


"lalu dimana axel nya vin." tanya clara.


"axel tadi aku lihat pergi ke ruang meeting, bryan sudah di sana." ucap davina.


"apa mama sudah datang." tanya clara.


"sepertinya tante adel belum datang cla. Kamu tunggu saja di dalam cla sambil istirahat." ucap davina.


"gak apa apa kok vina, aku tunggu di sini saja. Kamu lanjutkanlah pekerjaan kamu." ucap clara.


Davina pun melanjutkan pekerjaan tadi.


Clara yang merasa mual pun segera masuk keruangan adel.


"kamu kenapa cla." tanya davina.


Clara menggeleng sambil menahan rasa mual.


Clara pun buru buru masuk ke ruangan adel dan menuju kamar mandi.


"uweeek . . . .uweeeek . . .


Clara pun sambil mengelus perutnya.


"jangan nakal ya sayang, jangan membuat mama mual seperti ini." ucap clara.


tidak lama adel pun sampai di depan ruangan davina.


"siang bu adel, di dalam ada clara yang menunggu ibu." ucap davina sopan.


"siang juga, terimakasih ya vina." ucap adel dan segera masuk ke ruangannya.


Sampai di ruangannya, adel mendengar clara lagi muntah di kamar mandi.


Adel pun meletakkan tasnya di atas meja, dan langsung menuju kamar mandi sambil membawakan segelas air minum.


"uweeek . . .uweeeek..


mana adel langsung mendekat dan mengurut tengkuk clara.


"ini minum dulu cla." ucap mama adel.


"iya ma, terimakasih ya ma." ucap clara.


Adel pun mengajak clara istirahat di kamar pribadinya yang ada di ruangan itu.


"kamu istirahat di sini dulu ya cla." ucap mama adel.


"ma." ucap clara terhenti.

__ADS_1


"ada apa sayang." tanya mama adel.


"maaf, cla sudah ngerepoti mama dan axel." ucap clara.


"cla, mama dan axel tidak merasa di repoti kok cla." ucap mama adel sambil memeluk clara.


"terimakasih ya ma." ucap clara.


Mama adel pun mencium kening clara.


"ya sudah kamu istirahat ya, mama mau memeriksa berkas sebentar, sehabis itu mama temani kamu." ucap mama adel.


Clara pun mengangguk.


adel pun menelpon davina.


"hallo vin, kamu keruangan saya sebentar."


Tidak lama davina mengetuk pintu.


Davina pun masuk,


"apa laporan aslinya sudah kamu print vina." tanya adel.


"sudah bu, ini ." ucap davina.


davina pun menyodorkan laporan itu.


"oya vina, tante mau minta tolong dengan kamu, nanti tolong pesankan makan siang seperti biasa. Tapi pesan untuk 3 orang." ucap adel.


"baik buk, nanti saya pesankan." ada lagi buk." ucap davina.


"sementara itu dulu vin, terimakasih ya vina." ucap adel.


"sama buk adel." ucap davina sopan.


jam sudah menunjukkan pukul 11 siang.


Makanan yang di pesan davina sudah datang.


Adel pun masuk ke kamarnya, ia melihat clara sedang tertidur.


adel tersenyum senang.


Adel pun menyiapkan untuk makan siang mereka.


jam 11.30 pun axel baru selesai meeting.


Axel kembali ke ruangannya, ia tidak mendapati clara di sana.


Axel pun menuju ruangan mama nya.


"davina, apa mama dan clara ada di dalam." tanya axel.


"ada pak." ucap clara sopan.


Axel pun masuk keruangan mamanya.


"ma. Kok sendirian, dimana clara ma." tanya axel.


"clara lagi tidur xel di kamar." ucap mama adel.


"axel lihat clara dulu ya ma." ucap axel.


"iya xel, jangan macem macem ya, ini di kantor." ucap mama adel memperingati anaknya itu.


"apaan sih ma." ucap axel lalu menuju kamar mama nya itu.


axel pun membangunkan clara.


"sayang, bangun yook, kita makan dulu " ucap axel

__ADS_1


Clara pun mendengar suara axel, ia terbangun.


"kamu sudah selesai xel." tanya clara.


"iya sudah sayang, ayook bangun." ucap axel.


Clara pun duduk di pinggir tempat tidur.


"kenapa cla," tanya axel.


"peluk." ucap clara.


Axel pun memeluk clara.


mama adel sudah memanggil.


"cla, xel, ayo makan dulu." teriak mama adel.


Ruangan mama adel kedap suara. Sehingga tidak ada yang mendengar mereka bicara apa saja.


Sedangkan di luar, para karyawan pun bergosip tentang clara yang menjadi istri axel.


"xel," ucap clara.


Axel dan mama adel melihat clara bersamaan.


"apa yang di katakan davina benar." ucap clara.


Axel mengangguk .


"ada apa xel." tanya mama adel.


"tadi axel pas lewat menuju ruang meeting tidak sengaja mendengar para karyawan berbicara tentang clara ma." ucap axel.


"xel, apa sebaiknya kalian mengadakan resepsi saja, agar tidak ada berita yang simpang siur tentang kamu dan clara. Mumpung kehamilan clara belum besar juga." ucap mama adel.


"axel terserah clara saja ma, jika clara mau axel akan mengadakannya." ucap axel.


"bagai mana cla." tanya mama adel.


"cla ngikut saja ma, bagaimana bagusnya saja." ucap clara.


"baiklah, kalau begitu mama anggap setuju, setelah acara bryan dan davina kita akan mengadakan acara resepsi. Biar mama saja yang urus semuanya." ucap mama adel.


Mereka berdua pun mengangguk setuju.


"ma, nanti tolong temani clara sebentar ya ma." ucap axel.


"kamu mau kemana xel." tanya mama adel.


"axel ada meeting sebentar ma, bersama bryan. Ada client ingin membuat sebuah rumah mewah dengan konsep minimalis ma. Mereka meminta axel langsung yang desain." ucap axel berbohong.


Sebenarnya axel ingin membuatkan clara sebuah rumah sebagai kado untuk clara.


Dan mama adel pun tidak mengetahui itu, hanya bryan yang tau.


Axel sengaja tidak memberi tahu siapa siapa termasuk mama nya agar rencana axel memberi kejutan untuk clara berhasil.


"ya sudah, kebetulan mama tidak ada yang penting hari ini." ucap mama adel.


Selesai makan axel langsung pergi ke ruang meeting.


Sampai di sana axel belum melihat bryan.


"dasar tukang ngaret, sudah jam brapa ini." ucap axel kesal.


Sementara clara membantu mama adel mengecek laporan yang di print oleh davina.


Mama adel sudah melarang clara membantunya agar tidak kelelahan. Akan tetapi clara memaksa mama adel.


"jika lelah istirahat saja ya cla." ucap mama adel.

__ADS_1


"iya ma." jawab clara.


....


__ADS_2