
Masih di ruang makan.
"xel, ini itu masakan istri kamu." ucap mama adel.
"mama tau." kata clara.
Mama adel mengangguk.
Sebelum mereka berdua datang ke ruang makan, adel sudah melihat menu sarapannya.
Ia pun penasaran dan langsung menanyakan kepada bik ina.
Bik ina yang takut pun akhirnya menceritakannya.
Adel hanya bisa menggeleng gelengkan kepalanya.
"waah enak banget sayang." ucap axel.
Axel pun makan dengan lahap nya.
"cla, kamu sudah membeli peralatan baby yang belum kebeli kemaren." tanya mama adel.
"belum ma, " ucap clara.
"ya sudah nanti kita beli ya." ucap mama adel.
"tapi axel harus istirahat ma." ucap clara.
"kita pake sopir saja cla, kan ada pak ramli." ucap mama adel.
"axel ikut ma." ucap axel tiba tiba.
Claranpun melihat ke arah axel.
"aku sudah sehat kok sayang. Lagian kita pake sopir kata mama." ucap axel.
Bagai mana pun clara melarangnya, axel itu tetap axel, yang keras kepala,
Kini sudah pukul 9 pagi, mereka pun pergi membeli peralatan bayi yang belum terbeli.
__ADS_1
Akan tetapi, mama adel akan mampir ke kantor sebentar, ia akan mengambil file yang ketinggalan.
"pak ramli, kita ke kantor sebentar ya pak, ada yang mau saya ambil." ucap adel.
"baik bu." ucap pak ramli.
20 menit, akhirnya mereka sampai di kantor.
"sayang, kalian tunggu di mobil saja ya." biar mama yang turun, mama hanya mengambil file." ucap adel.
"iya ma." ucap clara.
Tidak lama adel masuk, terlihat bryan yang sedang menuju parkiran.
axel pun melihat bryan dari dalam mobil.
"pak, panggilin bryan pak." ucap axel.
pak ramli pun turun dari mobil.
Ia memanggil bryan.
"den bryan, den.." ucap pak ramli.
"eeh pak ramli, sama siapa pak." tanya bryan.
"sama ibu den, lagi ambil file yang ketinggalan. Oya den, di panggil tuan axel di dalam mobil." ucap pak ramli.
Bryan pun mendekat ke arah mobil, axel pun membuka pintu mobilnya.
"katanya elo sakit. Kenapa keluyuran sih." ucap bryan yang belum sadar bahwa ada clara juga.
," gue sudah sehat, ini buktinya." ucap axel
"eloo itu ya, sudah tau jangan tidur terlalu malam, pasti elo kerja terus di rumah." sampai2 lupa makan." iya kan, " ucap bryan tanpa dosa.
"maksudnya gimana bry." ucap clara tiba tiba.,
bryan pun panik.
__ADS_1
"eeeh enggak cla, gue asal ngomong aja." ucap bryan ragu.
Clara pun tau jika bryan bohong.
Tidak lama adel datang dengan sebuah map di tangannya.
"bryan, " ucap adel.
"eeh tante," ucap bryan terkejut.
"ma, sudah ya." tanya axel.
"iya xel, ini sudah." ucap mama adel.
"kita jalan lagi ya ma." ucap axel.
"bryan, kalau begitu tante duluan ya, mau beli keperluan buat clara lahiran ." ucap mama adel.
"iya tante, saya permisi juga." ucap bryan.
"awas lo ya." ucap axel pelan.
"sorry, gue gak tau ada clara." ucap bryan.
Axel pun mulai berakting,
axel memegangi kepalanya, ia pura pura pusing agar clara tidak banyak bertanya gara gara bryan tadi.
"xel, kamu kenapa." ucap clara.
"gak apa apa, sedikit pusing saja." ucap axel.
"yaudah kita pulang saja ya ma." ucap clara.
" aku gak apa apa kok, kita pergi belanja saja.," ucap axel.
Clara dan mama adel hanya menghela napas.
Sedangkan mama adel tau jika axel sedang berbohong.
__ADS_1
.....
.....