
Pak ramli pun menuju tempat gantungan kunci di dekat dapur.
Ia mengambil kunci mobil axel dan menyerahkannya kepada axel.
"ini tuan kuncinya." ucap pak ramli.
"terimakasih pak." ucap axel.
Axel pun pergi dengan mobil kesayangannya itu ke kantor.
Sementara clara baru bangun. Ia melihat sekeliling kamar nya kosong, tidak ada axel. Dan pintu kamar mandi pun terbuka sedikit,
"sepertinya axel sudah pergi ke kantor." batin clara.
Clara pun bangun dan mandi, selesai mandi clara turun ke bawah. Ia mencari mamanya.
Mama adel sudah menunggu di bawah untuk sarapan.
"pagi ma." ucap clara.
"pagi juga cla, sini kita sarapan dulu." ucap mama adel.
"iya ma." ucap clara.
Seakan paham clara mencari axel, mama adel pun membuka suaranya.
"cla, axel sudah berangkat ke kantor, siang dia pulang kok. Dia membereskan pekerjaannya sedikit." ucap mama adel.
Clara mengangguk paham.
Mereka pun sarapan hanya berdua saja.
Selesai sarapan,
"cla, mama telpon client dulu sebentar ya." ucap mama adel dan berdiri menuju ruang kerja.
Clara yang bosan sendirian, akhirnya berjalan ke taman belakang rumah.
"pagi bik ina.." ucap clara menyapa bik ina yang sedang menyiram tanaman.
"eeeh . .non clara, pagi juga non." ucap bik ina.
"bik, boleh clara bantu.." tanya clara.
"gak usah non, non duduk saja di situ. Menikmati udara pagi." ucap bik ina.
clara tersenyum.
"bik, apa bibik pernah di suruh berhenti bekerja dengan suami bibik." ucap clara tiba tiba.
"dulu pernah non, sewaktu saya belum bekerja di sini. Suami saya menyuruh saya berhenti bekerja, tapi setelah itu, kira kira 3 tahun kemudian, suami saya sakit non, dan membutuhkan biaya yang banyak, jadi saya bekerja lagi." ucap bik ina.
"apa salah bik jika kita tidak menurut dengan suami." ucap clara.
"kita bisa tidak menuruti apa kata suami non, jika suami kita menyuruh kita melakukan hal hal yang di larang agama maupun hukum. Tapi jika itu untuk kebaikan kita, dan masih dalam hal yang wajar, kita wajib menuruti kata suami." ucap bik ina.
"ooh,, begitu ya bik.." ucap clara.
"iya non." ucap bik ina.
"non, bibik sudah selesai, bibik tinggal ke dalam dulu ya non." ucap bik ina.
"iya bik."ucap clara.
Clara pun sendirian, ia melamun mengingat perkataan axel.
"bik, lihat clara." tanya adel.
" non clara ada di taman belakang buk," ucap bik ina yang kebetulan lewat di dekat adel.
Adel pun berjalan ke arah taman belakang rumah, ia melihat clara sedang melamun.
"cla, gak baik loh pagi pagi sudah melamin." ucap mama adel.
Clara pun terbuyar dari lamunannya.
__ADS_1
"eeeh ma, sini duduk ma." ucap clara menepuk bangku di sebelahnya yang kosong.
"kamu lagi mikirin apa sih sayang." tanya mama adel.
"ma, axel meminta clara berhenti bekerja." ucap clara dengan nada sedihnya.
"cla, mungkin axel mempunyai alasan sendiri, apa kamu akan menuruti apa perkataan axel..?" tanya mama adel kembali.
"cla gak tau ma. Cla sangat menyukai pekerjaan itu." ucap clara.
"cla, apa kamu tidak tau alasan axel menyuruh kamu berhenti." ucap adel.
Clara menggeleng. .
"sebenarnya axel tidak ingin kamu dalam bahaya cla." irish ada di sini, axel takut jika dia tau kamu istrinya axel, dia akan menyakiti kamu untuk merebut axel kembali." ucap mama adel.
"tapi kenapa axel tidak bilang kepada clara ma." ucap clara.
"cla, axel tidak ingin kamu berperasangka kepadanya, takutnya kamu akan salah paham." ucap mama adel.
"ma, jika mama itu cla, apa mama kan menuruti semua perkataan nya." ucap clara.
"ya, mama akan menuruti semua perkataannya, karena bagai mana pun dia tetap suami." ucap mama adel.
"cla, mama juga tidak mau terjadi apa apa terhadap kamu. Mama mohon kamu menuruti apa kata axel ya cla." ini demi kebaikan kamu." ucap mama adel.
"cla akan pikirkan kembali ma." ucap clara.
"cla, apa mama boleh nanya sesuatu." ucap adel.
"mama mau tanya apa ma.." ucap clara.
"apa kamu menunda untuk punya anak..?" tanya mama adel dengan hati hati.
"cla gak nunda kok ma, mungkin belum di kasih saja sama yang di atas." ucap clara.
Mama adel tersenyum senang karna clara tidak menundanya.
"masuk yuuuk sayang, hari sudah semakin panas." ucap mama adel.
Mereka bersantai di ruang tv.
Sementara di kantor, axel marah marah, ia melihat ada laporan yabg disabotase.
"bryan, aku tidak mau melihat laporan seperti ini, lebih baik kamu urus dan kamu selidiki dengan jelas." ucap axel dengan nada marahnya.
"baik, akan saya selidiki." ucap bryan.
Bryan pun keluar dari ruangan axel.
ia menuju ruangan davina.
"kamu kenapa bry," ucap davina.
"axel menemukan kejanggalan pada laporan ini, sepertinya ada yang menyabotasenya." ucap bryan dan menyerahkan laporan itu kepada davina.
"sepertinya benar bry, ada yang menyabotase." laporan ini sudah di rubah, dan sepertinya di komputer ku ada laporan ini." ucap davina.
"kenapa bisa ada pada kamu vin." ucap bryan.
"bu adel meminta bagian laporan ini di kirim ke email ku. Sebentar, aku cari dulu." ucap davina.
Davina pun mengotak katik komputernya.
"ketemu bry." ucap davina.
bryan pun langsung mencocokkan laporan itu
"ini sangat berbeda vin, laporan yang di kirim ke pada axel biayanya lebih besar dari pada yang ini." ucap bryan menunjuk totalnya di komputer.
"axel emang sangat jeli kalau menemukan kejanggalan. Tapi siapa yang berani melakukan ini.." ucap bryan.
Davina mengangkat kedua bahunya tanda tidak tau.
Jam sudah menunjukkan pukul 12 siang.
__ADS_1
Karena sudah sangat pusing gara gara laporan, axel pun memutuskan untuk pulang.
axel mengirimi bryan pesan.
Axel :
"aku minta segera kamu menemukan penghianat di perusahaan kita. Aku pulang dulu, jika ada yang mencari ku, bilang saja aku ada urusan di luar dan tidak kembali lagi ke kantor."
Bryan yang membaca itu pun menghela napasnya.
"kenapa." tanya davina.
"lihat ni si bos muda." ucap bryan menyodorkan ponselnya kepada davina.
"sabar bry..." kita makan siang yuuk. Nanti lanjut kerja lagi." ucap davina.
sementara axel di perjalanan pulang kerumah.
Sampai di rumah sudah pukul 1 siang, axel segera masuk.
Di lihatnya clara dan mama adel sedang makan siang.
"cla, itu axel sudah pulang." ucap mama adel.
"xel, sini makan siang sama sama." teriak mama adel memanggil axel.
"looh, kamu kok sudah pulang." tanya mama adel.
"ma, sepertinya ada yang menyabotase laporan keuangan." ucap axel.
"nanti saja bahasnya, kita makan siang dulu." ucap mama adel.
Mereka pun makan siang, selesai makan siang axel kembali ke kamar.
"cla, kamu susul dulu suami kamu." ucap adel
"iya ma. Kalau begitu cla ke kamar dulu ya ma." ucap clara.
Sampai di dalam kamar, axel ternyata sudah mengganti pakaiannya dengan bajubkaos dan celana pendek nya.
Axel sudah berbaring di atas tempat tidur.
clara pun mendekat,
"apa mau aku pijitin xel." tanya clara.
Axel pun mengangguk.
Tiba tiba axel pun duduk.
"cla, apa boleh aku memeluk kamu." ucap axel.
clara pun bingung, ini pertama kalinya axel meminta memeluknya setelah kejadian di kota Z.
Axel pun langsung memeluk clara.
Clara pun membalas pelukan axel.
tidak lama axel melepas pelukannya.
"cla, terimakasih." ucap axel.
Clara mengangguk dan ingin berdiri.
"kamu mau kemana cla," ucap axel.
"aku ingin melihat mama di bawah xel." jawab clara
"kamu di sini saja, temani aku tidur." aku sangat lelah cla." ucap axel.
Clara pun duduk kembali dan tangannya di tarik axel.
clara pun menuruti keinginan axel.
Ia pun ikut tertidur di samping axel.
__ADS_1
....