Diam - Diam Mencintai Suamiku

Diam - Diam Mencintai Suamiku
Bab 16


__ADS_3

Bik sarah pun segera pergi untuk memanggil davina.


" mbak davina maaf, ibu menyuruh mbak ke kamar non clara, beliau ada di situ. Mari mbak bibik antar" ucap bik sarah.


davina pun mengangguk dan mengikuti bik sarah.


"permisi bu adel, " ucap davina.


"masuk vin, maaf ya saya menyuruh kamu masuk kesini, clara katanya ingin bertemu dengan kamu." ucap adel.


" iya bu, tidak apa-apa. Ini saya bawa berkas yang harus ibu tqnda tangani, maaf juga saya kemaleman bu kesini nya." ucap davina sambil menyerahkan file itu.


"yasudah, kalau begitu saya tinggal sebentar ya, cla, tante ke ruang kerja sebentar ya," ucap adel.


clara dan davina mengangguk.


kini tinggallah mereka berdua.


Davina pun memeluk clara.


" cla, tadinya habis dari sini aku mau kerumah mu, tetapi gak di sangka, tadi bibik mengatakan kamu disini. Kamu baik-baik saja kan " ucap davina.


" aku sudah tidak apa-apa vin. Hanya saja masih sedikit lemas. Aku di rawat oleh tante adel, kamu tidak udah khawatir." Ucap clara.


davina tersenyum.


"kenapa Handphone kamu tidak bisa di hubungi cla, " tanya davina.


"sewaktu tante adel datang kerumah ku, aku tidak sengaja menyenggolnya di meja samping tempat tidurku. Karena kepalaku waktu itu sakit sekali. Dan handphone ku rusak." Ucap clara.


Axel yang tidak sengaja lewat, seketika ia berhenti sebentar, ia pun mendengar apa yang di bicarakan clara dan davina.


Axel yang tidak menyadari mamanya berada di belakangnya, ia masih terus mendengar kan apa yang mereka bicarakan. Adel pun mendengar itu.

__ADS_1


"kamu sedang apa di sini xel, " ucap mama adel mengagetkan.


"eeh mama, gak ngapa-ngapain kok ma, hanya lewat saja. " ucap axel sambil beranjak pergi.


Mama adel pun tersenyum melihat tingkah anaknya itu.


" vina, ini berkasnya sudah saya tanda tangani. Kemungkinan besok saya masih belum masuk. Kalau ada apa-apa kamu kasih tau ke pada axel saja." ucap adel.


"baik bu." ucap davina.


karena merasa tidak enak berlama-lama di rumah bosnya itu, davina pun pamit, karena hari sudah malam juga.


"kalau begitu saya pamit dulu bu, clara, semoga cepet sembuh ya." ucap davina.


"cla, kamu istirahat ya, sudah malam, kamu minum obatnya dulu." ucap adel memberikan obat.


Setelah minum obat clara pun berbaring dan memejamkan matanya. Adel menyelimuti clara, setelah itu adel pun keluar.


"malam pak axel," ucap davina sambil lewat menyapa axel, axel mengangguk.


Mama adel yang meliahat anaknya berada di ruang tamu pun menghampirinya.


"xel, besok kamu tolong mama belikan handphone baru buat clara ya ." ucap mama adel.


" iya ma, besok pulang dari kantor axel akan belikan." ucap axel dengan santai.


"mama harap kamu tidak bersikap dingin terhadap clara, clara anak yang baik." ucap mama adel lalu meninggalkan axel.


Axel pun berfikir tentang ucapan mama nya barusan.


"axel begini karna tidak mau clara barharap banyak kepada axel ma. Axel tidak mencintai clara." batin axel.


........

__ADS_1


Keesokan harinya, clara yang sudah merasa sehat, ia keluar dari kamarnya.


axel yang berada di meja makan bersama mama adel seketika melihat clara,


"cla, kenapa kamu keluar kamar, baru tante akan membawakan makanan kamu ke kamar." ucap adel.


"clara sudah merasa sehat kok tante, " ucap clara.


"ayo duduk sini, kita sarapan bersama kalau begitu." ucap adel.


clara mengangguk.


Clara duduk di sebelah axel. Tidak ada percakapan di antara axel dan clara.


" xel, cla, bagai mana kalau kalian menikah minggu depan." ucap adel,


Clara pun tersedak, adel segera memberikan air minum.


"pelan-pelan cla." ucap adel.


Axel hanya diam saja tanpa merespon.


"axel evan bardy." ucap adel dengan nada sedikit tinggi.


axel tau kalau mamanya sudah memanggil nama lengkapnya, berarti mama nya itu sedang marah.


" iya ma, terserah mama saja, axel ikut kata mama saja." ucap axel pasrah.


"cla ikut tante saja, mana baik nya." ucap clara dengan takut.


Axel pun pamit kepada mama nya untuk berangkat ke kantor.


..

__ADS_1


__ADS_2