Diam - Diam Mencintai Suamiku

Diam - Diam Mencintai Suamiku
Bab 87


__ADS_3

Kini waktu yang di tunggu tunggu pun tiba.


Bryan mengucapkan ijab kabulnya.


"sah"


"sah"


"alhamdulillah" ucap para tamu.


Dan kini mereka semuapun memanjatkan doa untuk kedua mempelai.


davina pun sudah resmi menjadi istri bryan.


Bryan pun memasangkan cincin kepada davina, dan sebaliknya.


Davina juga tidak lupa mencium tangan bryan.


Bryan pun mencium kening davina.


Mereka semua sangat bahagiah hari ini.


Para tamu undangan pun memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai.


"sayang." ucap bryan menggoda davina.


"apaan sih bry," ucap davina.


"selamat ya mas bryan dan mbak davina." ucap bik sarah, bik ina dan pak ramli sambil menyalami bryan dan davina.


"terimakasih ya bik, pak." ucap bryan dan davina.


"kita foto dulu ya bik, ayo pak ramli." ucap bryan.


Mereka pun berfoto.


"bik, nanti tolong panggilkan tante adel , axel dan clara ya bik." ucap bryan sopan.


"iya mas, " ucap bik ina.


Bik ina pun berjalan memuju meja adel.


"permisi buk, tuan axel, non clara. Di panggil mas bryan." ucap bik ina sopan.


"ooh,, iya bik terimakasih." ucap adel.


Axel melihat ke arah bryan.


Bryan pun memberikan kode untuk berfoto.


"ma, sepertinya bryan mengajak kita untuk berfoto." ucap axel.


Mereka bertiga pun berdiri, dan menuju pelaminan.


"tante, maaf mengganggu, kita berfoto sebentar ya tante." ucap bryan.


"iya bryan, gak apa apa." ayook." ucap adel.


Mereka bertiga pun berfoto.


Jam sudah menunjukkan pukul 3 sore.


Adel dan yang lainnya pun berpamitan untuk pulang.


dalam perjalanan pulang ke rumah, clara pun merasa sedikit pusing.


Axel dan mama adel pun heran, kenapa clara hanya diam saja dari tadi.


"cla, ada yang mau kamu beli." ucap mama adel.


"gak ada ma. Ma kita langsung pulangkan ma." ucap clara dengan suara sedikit menahan sakit.


" iya, kita langsung pulang. kamu sakit cla." tanya mama adel.


"cla sedikit pusing ma." ucap clara.


"kita kerumah sakit saja ya cla." ucap axel.


clara menggeleng.


"ma, tapi kita ke makan ibu dulu sebentar ya ma." pinta clara.

__ADS_1


"tapi cla, kamu lagi sakit." ucap mama adel.


"cla gak apa apa ma. Sebentar saja ya ma." lagian axel juga sudah janji sama cla." ucap clara.


"yaudah kalau kamu merasa gak apa apa, kita kesana." ucap mama adel.


Mama adel sangat menyayangi clara. sehingga mama adel tidak bisa menolaknya.


Axel pun langsung menuju ke makam ibunya clara.


Sementara bibik dan pak ramli langsung pulang kerumah.


Sampai di makan ibu clara axel tidak lepas menggandeng tangan clara.


"assalammualaikum bu." cla datang bersama axel suami cla dan mama adel." ucap clara.


Mereka pun berdoa.


Tidak lama mereka pulang.


di dalam perjalanan pulang clara memegangi kepalanya terus.


"cla, kita ke rumah sakit saja ya." ucap mama adel tidak tega melihat clara.


"gak usah ma, nanti cla bawa istirahat saja di rumah." ucap clara.


"xel, agak cepetan sedikit ya xel." ucap mama adel.


"iya ma." ucap clara.


kini mereka bertiga sudah sampai di rumah.


"ma, cla langsung ke kamar ya ma." ucap clara.


"mama antar ya sayang." ucap mama adel.


"gak usah ma." mama istirahat juga saja." ucap clara.


Mama adel mengangguk .


Sampai di dalam kamar, clara membersihkan tubuhnya dan mengganti bajunya dengan pakaian hamil.


Tidak lama clara keluar dari kamar mandi.


"xel, ganti dulu pakaiannya, sudah aku siapin." ucap clara melihat axel duduk di sofa.


"iya sayang." ucap axel.


Axel pun beranjak dari duduknya.


Ia menuju kamar mandi.


Clara yang kepalanya pusing pun akhirnya membaringkan tubuhnya do atas kasur.


"sepertinya makan rujak enak ni." batin clara sambil mengelus perutnya.


Clara pun melihat lihat makanan di aplikasi online, ia menemukan rujak,


Clara pun sudah memasukkannya ke dalam keranjang.


Tiba tiba sakit kepala clara pun semakin pusing .


Clara mencoba memejamkan matanya.


Clara tertidur masih memegang ponselnya.


Dan ponselnya masih membuka aplikasi online itu.


Axel yang baru keluar kamar mandi pun membenarkan posisi tidur clara.


Ketika axel ingin mengambil ponsel clara , axel melihat ponsel clara, dan terlihat gambar rujak yang di masukkan ke dalam keranjang aplikasi online itu.


"sepertinya clara ingin membelinya." batin axel.


Axel pun memencet tombol beli, dan axel memesannya sebanyak 5 bungkus.


Axel pun tersenyum.


Kali ini axel tidak ikut berbaring di samping clara.


Tetapi axel duduk di sofa kamarnya sambil membuka laptopnya.

__ADS_1


Walaupun axel cuti, akan tetapi axel masih bekerja sedikit sedikit dari rumah.


Axel membuka email dan membalasnya satu persatu.


Yang axel terkejut, melihat ada email dari aldo.


"temui aku di cafe G nanti malam pukul 7 malam." isi email dari aldo yang di kirim beberapa hari yang lalu.


Akan tetapi axel tidak menanggapinya.


"aku akan menjagamu cla," batin axel sambil melihat ke arah clara yang tertidur.


Kini hari semakin sore, rujak yang di pesan axel pun baru sampai.


Bik ina yang mengambilnya di depan.


Bik ina pun meletakkannya di atas meja makan.


Axel yang haus pun turun menuju dapur.


"tuan, pesanan rujaknya sudah datang, tadi saya letakkan di atas meja makan." ucap bik ina yang bertemu dengan axel.


"ooh iya bik, hampir lupa saya. Terimakasih ya bik." ucap axel.


"iya tuan, sama sama," ucap bik ina sambil menyiapkan makan malam.


Selesai mengambil air minum, axel melihat kearah meja makan, axel mendekat dan melihat isi bungkusan itu.


"clara pasti seneng." batin axel.


Axel pun kembali ke kamarnya.


Ia melihat clara mengerjapkan matanya.


"sayang, kamu sudah bangun." ucap axel.


Clara tersenyum.


"masih pusing." tanya axel.


"sudah mendingan kok xel." ucap clara.


"Yasudah kamu mandi dulu ya." nanti kita ke bawah." ucap axel.


"iya xel." ucap clara sambil berdiri dari tempat tidurnya.


Clara pun mencari pakaian gantinya.


Selesai mendapat yang ingin ia pakai, clara langsung menuju kamar mandi.


Sementara axel kembali ke sofa dan menutup laptopnya.


15 menit lamanya, clara baru selesai mandi.


Kini ia terlihat sangat segar.


"xel, kamu mandi juga sana. Udah hampir jam 5 sore ini." ucap clara.


"iya sayang," ucap axel menuju kamar mandi.


Clara pun menyiapkan pakaian axel.


Ia meletakkannya di atas tempat tidur.


Selesai mandi, axel keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang melilit di punggangnya.


Axel dengan jailnya, memeluk clara dari belakang.


Clara pun menggelengkan kepalanya.


"cla," ucap axel menggoda clara.


"sudah sana, pakai baju dulu." ucap clara.


"iya sayang." ucap axel.


Axel pun mengganti pakaiannya di situ.


Clara hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat ulah suaminya itu.


....... ......

__ADS_1


__ADS_2