Diam - Diam Mencintai Suamiku

Diam - Diam Mencintai Suamiku
Bab 45


__ADS_3

Sementara di dalam kamar davina baru selesai membersihkan tubuhnya, ia tidak menemukan sosok clara yang berbaring di kasur tadi.


Davina melihat ke arah pintu yang sudah terbuka.


"kemana anak itu, apa dia pergi ke kamar axel." batin davina.


Davina agak sedikit khawatir, sebab clara dalam pengaruh alkohol.


dengan terpaksa, davina mengirimin axel pesan.


Davina :


"maaf pak axel mengganggu, apa calara ada bersama bapak..? Sebab dia tidak ada di kamar."


Axel yang masih berciuman dengan clara mencoba melepaskannya, axel pun meraih dasinya yang ada di pinggir tempat tidur, ia mengikat tangan clara ke tempat tidur. Axel mendengar suara ponselnya.


Axel pun melepaskan clara dan mengambil ponselnya. Axel membaca pesan davina.


Pak Axel :


"kamu tidak usah khawatir, clara aman bersama saya, tadi dia berjalan ke kamar saya."


Davina :


"baik pak axel, terimakasih.


"di cariin, ternyata ada di kamar suaminya. Dasar clara." ucap davina sambil tersenyum sendiri.


Axel yang melihat clara sudah sedikit tenang dan tidur dengan tangan yang di ikat, akhirnya membaringkan diri di sebelah clara.


"hampir saja aku lepas kendali kamu buat cla." batin axel.


Axel hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku istrinya itu.


Akhirnya clara dan axel pun tertidur.


Pagi harinya,


Axel bangun terlebih dahulu, ia pun menghidupkan televisinya, tidak lama clara terbangun, kepalanya masih sedikit pusing. Ia melihat dirinya berantakan,


"kenapa aku bisa di sini." batin clara.


Clara memperhatikan kamar itu,


ketika sedang memperhatikan kamar itu, clara melihat axel sedang duduk di ujung tempat tidur,


Ia melihat axel hanya menggunakan celana boxer nya.


axel pun mendekat, seketika clara tersadar kalau tangan nya terikat.


ia melihat axel.


"sudah bangun kamu, jika tidak bisa minum, kamu tidak perlu minum itu. Jadi menyusahkan saja." ucap axel.


Lalu Axel bangkit dan menuju kamar mandi.


"untung saja aku bisa menahannya, kalau tidak aku tidak tau kamu masih bisa berjalan atau tidak cla." batin axel.


Clara pun yang masih terikat tangannya merutuki kebodohannya, ia memeriksa pakaiannya. Ternyata masih lengkap.


Clara pun duduk bersender kepada tempat tidur, kepalanya masih sedikit pusing.


Axel yang sudah segar, melihat clara memegangi kepalanya.


axel yang sudah rapih pun mendekati clara dan membuka ikatan tangannya.


"aku tidak tau xel minuman itu berakohol, pantas saja rasanya berbeda." ucap clara dengan jujur.


"untung saja kamu berjalannya kesini, coba kalau kemana mana, mungkin sudah di apa apakan kamu." ucap axel.


"maaf xel." ucap clara.


Tanpa sengaja clara melihat leher axel merah merah.


clara mencoba mengingat ingat apa yang terjadi tadi malam. Ia sangat malu ketika ada yang terlintas di ingatannya.


"kenapa cla, apa kamu sudah ingat." lihat ini ulah kamu." ucap axel sambil menunjuk lehernya.


"a..aaku..minta maaf xel." ucap clara sambil menunduk.


axel duduk di dekat clara.


"untung saja kamu istri ku," ucap axel tanpa sadar.


Seketika clara menatap axel dengan bingung.


clara pun tersenyum memandangi axel.


"hampir saja aku akan memakan mu cla," ucap axel tiba tiba.


wajah clara pun bagai kepiting rebus saking malunya.


"bisa kah kamu memperlakukanku selayaknya seorang suami kepada istrinya xel." ucap clara tiba tiba.


Axel pun mendekati clara.

__ADS_1


clara mencoba menenangkan dirinya.


Seketika axel langsung mencium bibir sexy clara. Axel ********** dengan lembut.


Clara pun terdiam tanpa membalasnya.


karena tidak ada balasan dari clara, axel melepaskannya.


"sudah kan. Ini bisa dikatakan bagaimana suami memperlakukan istrinya kan." ucap axel.


Clara hanya terdiam, ia bingung dengan apa yang baru saja terjadi.


"aku pergi ke kantor cabang sebentar, kamu istirahat saja di sini. Tadi aku sudah memesankan makanan." makanannya di atas meja." ucap axel.


Axel pun segera pergi, ia sudah di tunggu oleh davina dan bryan di bawah.


Davina yang melihat leher axel merah merah, akhirnya tertawa sendiri, begitu juga dengan bryan.


"kalian ngetawain aku." ucap axel.


"ti . .tidak pak." ucap davina.


Mereka pun melanjutkan perjalanannya masuk kedalam mobil.


Sementara clara tersenyum sendiri di dalam kamar axel.


"apa yang sudah aku lakukan kepada axel." pasti dia mengira aku sengaja menggodanya. Aaaahhh sudahlah." ucap clara pada dirinya sendiri.


Clara pun pergi mandi, ia menggunakan kaos axel.


selesai mandi clara sarapan sendirian.


Sementara axel, bryan dan davina sarapan di kantor.


Davina yang iseng pun mengirimi clara pesan.


Davina :


"berapa ronde tadi malam cla, sampai leher axel begitu."


Clara yang lagi bermain ponsel sambil sarapan pun membaca pesan davina.


Clara :


"apaan sih davina, pagi pagi sudah ngomong begitu. Aku tidak ngapa ngapain, itu hanya kecelakaan akibat minuman bodoh yang aku minum itu.


Davina :


"cla, kamu tidak ingin mencobanya, kata orang enak loh..!!!"


clara hanya membaca pesan itu, tidak berniat untuk membalasnya.


"apa axel ingin mempunyai anak dengan ku. Tapi axel tidak pernah membahas itu." batin clara.


"aaah, sudahlah, jangan berfikiran yang aneh aneh cla." ucap clara kepada dirinya sendiri sambil menggeleng.


Clara pun melanjutkan sarapannya.


Mama adel pun menelpon clara dengan vidio call.


"hallo sayang. Gimana kamu di sana. Baik baik saja kan." ucap adel.


"clara baik baik saja kok ma." ucap clara.


"kamu sepertinya kelelahan cla, ada apa."


"enggak lok ma, cla hanya kurang tidur."


Adel tidak sengaja melihat tempat tidur clara masih berantakan.


"kamu tidur dengan axel kan cla."


"iya ma," axel sudah pergi ke kantor."


"kamu tidak ikut cla."


"enggak ma, cla kesiangan." ucap clara berbohong.


Tidak mungkin clara bilang ke mamanya akibat minuman alkohol yang ia salah minum.


"ya sudah kamu istirahat saja cla, mama mau pergi bertemu client dulu." ucap mama adel.


"iya ma, hati hati di jalan ya ma." ucap clara.


clara menyudahi panggilan telpon mamanya.


Ternyata adel menghubungi davina setelah menelpon clara.


"hallo davina, apa kamu bisa memesankan saya kamar di dekat kamar axel. Saya akan berangkat malam ini juga." ucap adel melalui sambungan teleponnya.


"baik bu, akan saya urus semuanya." ucap davina.


"davina, tapi kamu jangan bilang kepada mereka kalau saya akan datang."


"baik buk," ucap davina.

__ADS_1


panggilan telpon pun sudah berakhir, davina yang berada di dalam kamar segera keluar menuju meja resepsionis untuk memesan kamar lagi.


Tidak terasa hari sudah sore. Tetapi clara masih betah di dalam kamar axel.


Tidak lama Clara pun pergi ke kamarnya, dan segera mengganti pakaiannya, karena tadi pakaian axel yang ia pakai.


Ia hanya memakai tanktop saja dan menggunakan jaket.


Davina yang baru pulang pun heran, ketika clara ingin pergi lagi.


"mau kemana kamu cla." ucap davina.


"aku mau ke kamar axel vin," ucap clara sambil menenteng kaos axel yabg ia gunakan tadi.


Davina hanya menggelengkan kepalanya.


Sampai di kamar axel, ternyata axel baru selesai mandi.


Axel melihat clara sudah berada di dalam kamarnya.


"kita makan di luar saja." ucap axel,


Clara mengangguk. mereka pun makan malam di kafe yang ada di penginapan.


Selesai itu, axel mengajak clara pergi ke pinggir pantai,


axel duduk di pinggir pantai, ia memperhatikan clara yang hanya bermain dengan air di dekatnya.


Axel yang gemas dengan hal itu, segera menghampiri clara, dan mengajak clara sedikit maju ke dalam air.


Ketika sampai di air sebatas dada, clara ketakutan.


"enggak xel, aku tidak mau," ucap clara yang akan berlari ke pinggir,


akan tetapi axel tetap menahannya. Semakin kuat axel memarik clara sedikit ke tengah pantai.


Seketika clara menangis ketakutan, axel pun binggung dan memeluk clara.


"aku takut xel." ucap clara sambil menangis,


tubuhnya sudah gemeteran.


"kamu takut air." ucap axel.


clara mengangguk.


Axel segera menggendong clara ke tepi pantai.


baju mereka sudah basah semua.


Sampai di tepi, axel mendudukkan clara di atas pasir,


Clara masih menangis, ia teringat akan dulunya sewaktu akan tenggelam.


"banyak yang tidak kamu ketahui tentang aku xel." ucap clara sambil menangis.


Axel pun terdiam sambil memperhatikan clara.


Pulang dari pantai, axel dan clara menuju kamar axel.


"kamu istirahat di sini saja." ucap axel yang sudah membuka pintu kamarnya.


clara pun mengangguk tanda mengiya kan.


"apa aku boleh pinjam baju kamu..?" tanya clara.


"terserah kamu saja." ucap axel.


Sampai di dalam kamar, clara membuka jaketnya yang basah.


Axel pun terbelalak matanya melihat penampilan clara.


"apa kamu ingin menggoda ku." ucap axel.


"apa aku kelihatan seperti menggoda kamu xel." ucap clara.


Clara pun segera menuju kamar mandi.


setelah clara selesai,


kini bergantian dengan axel.


clara berbaring di atas tempat tidur axel,


axel yang keluar dari kamar mandi pun melihat clara sudah berbaring.


Axel pun ikut membaringkan tubuhnya.


Dengan beraninya, tiba tiba clara memeluk axel.


"cla, jangan menggoda ku jika kamu belum bisa." ucap axel dengan nafas yang sudah memburu.


Clara tidak menghiraukan lagi ucapan axel,


.............

__ADS_1


__ADS_2