Diam - Diam Mencintai Suamiku

Diam - Diam Mencintai Suamiku
Bab 74


__ADS_3

Sedangkan di dalam kamar clara, clara baru selesai mandi, ia tidak melihat axel.


setelah selesai semuanya, clara menyiapkan air hangat untuk axel mandi, clara pun tidak lupa menyiapkan pakaian ganti untuk axel.


Di kamar mama adel, axel bicara terhadap mamanya.


"ma, ada yang mau axel omongin dengan mama." ucap axel.


"kamu mau ngomong apa xel." ucap mama adel.


"ma, axel ingin memberikan kado spesial buat clara." ucap axel.


"ya bagus dong xel, emang kamu mau beli apa buat clara xel." tanya mama.


"ma, axel lagi membuatkan clara rumah." ucap axel.


"rumah, kamu lagi bangun rumah xel." tanya mama adel.


"iya ma, dan semuanya atas nama clara ma." mama jangan bilang clara ya ma." ucap axel.


"iya xel, mama seneng dengarnya." mama harap kamu dan clara bahagiah ya xel," ucap mama adel.


"amin ma." ucap axel.


"oya xel, nanti tolong kamu panggilkan clara ya, ini paketnya sudah sampai." ini tiket untuk davina dan bryan. Xel mama memberi mereka libur 10 hari." ucap mama adel.


axel pun mengangguk.


"iya ma, oya ma, besok axel yang antar mama ya.," ucap axel.


"iya xel." apa kamu sudah sehat." ucap mama adel.


"axel sudah gak apa apa kok ma." ucap axel.


Mama adel mengangguk.


Axel pun pergi ke kamarnya.


"sayang, kamu di panggil mama tu di kamarnya." ucap axel.


"iya xel, kamu mandi gih, sudah aku siapkan semuanya." ucap clara.


Axel pun mencium pipi clara dan segera menuju kamar mandi.


Clara hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


Clara pun menuju kamar mama adel.


tokk . .tokk . Took..


"ma, cla masuk ya." ucap clara.


"iya cla, masuk saja, tidak di kunci kok." ucap mama adel.


"kata axel mama manggil cla ya " tanya clara.


"iya sayang, sini duduk." ucap mama adel.


"ini pesanan kamu." ucap mama adel sambil memberikan clara sebuah amplop.


clara pun menerimanya, dan segera membukanya.


"ma, terimakasih ya ma." ucap clara.


Mama adel mengangguk.


"davina pasti sangat senang." batin clara.


"ma, bsok cla ikut nganter mama ya ke bandara." ucap clara.


"iya sayang, besok kebetulan axel yang mengantar mama." ucap mama adel.


"cla, gimana kandungan kamu." tanya mama adel sambil mengelusnya.


"alhamdulillah sehat ma. rasa mualnya juga sudah tidak seperti awal awal kemaren ma." ucap clara.


"syukurlah sayang. Mama khawatir tau gak waktu kamu muntah muntah sampai segitunya." ucap mama adel.

__ADS_1


Clara pun tersenyum.


"ma, kalau begitu cla ke kamar dulu ya ma." ucap clara.


"iya cla," ucap mama adel.


Sampai di dalam kamar, clara melihat axel sudah selesai mandi.


"kamu kenapa senyum senyum cla, " tanya axel.


clara pun melihatkan sebuah amplop.


Dan ternyata amplop itu adalah amplop yang axel bawa untuk mamanya.


"itukan amplop yang aku bawa untuk mama tadi cla, dari pak ramli. Emang apa sih isinya." ucap axel.


"Ini isinya tiket pesawat untuk ke paris xel. Ini buat davina dan bryan." ucap clara.


"kamu mau jalan jalan juga gak cla." tanya axel.


"aku mau xel, tetapi kandungan ku masih rentan untuk pergi pergi jauh." ucap clara.


"kata mama tunggu 3 bulan boleh kok cla." ucap axel.


Clara mengangguk.


"kamu ingin jalan jalan kemana nantinya cla." tanya axel.


"xel, kalau boleh aku ingin sekali pergi ke lombok." ucap clara.


"kamu gak ingin liburan ke luar negeri cla." tanya axel.


Clara pun menggeleng.


"xel, aku ingin liburan di indonesia saja." ucap clara.


Axel pun mengangguk.


Kini jam sudah menunjukkan pukul 7 malam.


Axel dan clara pun turun untuk makan malam.


"xel, mama kenama, tumben belum kesini." tanya clara.


"xel, cla. Maaf mama telat. Tadi mama lagi telpon client yang di kota Z." ucap mama adel.


"iya ma gak apa." ucap clara.


Kini mereka makan malam dengan nikmatnya.


Selesai makan malam, mereka berkumpul di ruang keluarga.


Tidak lama terdengar suara mobil.


Ternyata yang datang bryan dan davina.


Davina menggunakan mobil bryan, sedangkan bryan menggunakan mobil kesayangan axel.


Axel pun melihat keluar.


"brooo, ni kunci mobil eloo." ucap bryan sambil memberikan kunci mobilnya.


"thanks ya bry, ayo masuk." ucap axel.


"sebentar broo, calon istri gue ketinggalan di mobil." ucap bryan.


Axel pun menggelengkan kepalanya dan tertawa.


Tidak lama davina keluar dari mobil.


"kok lama sayang." ucap bryan.


"ini tadi mama telpon, nanya lagi di mana." ucap davina.


Bryan hanya mengangguk.


Mereka pun masuk ke dalam rumah axel.

__ADS_1


Axel mengajak mereka ke ruang tv, dan ternyata sudah ada clara dan mama adel.


Davina berjalan duluan dari bryan dan axel. Tiba tiba axel dan bryan berhentibsebentar di dwkat ruang tv untuk bicara.


"malam tante, cla." ucap davina sopan.


"malam juga vin, mana bryan nya." tanya mama adel.


"tadi ada di belakang vina tante sama axel juga.." ucap davina sambil melihat ke sekelilingnya.


clara pun tertawa.


"waah . .waaha . . .sepertinya mereka berdua emang hoby ngilang ya." ucap clara.


Davina pun duduk di samping clara.


"cla, ada apa sih aku di suruh kesini." bisik davina kepada clara.


"kamu mau di marahi sama mama." ucap clara asal.


Davina pun terdiam.


"emang aku salah apa." batin davina.


"davina." ucap mama adel.


"iya tante." jawab davina.


"besok kamu sudah mulai cuti kan." tanya adel.


"iya tante, besok saya dan bryan sudah cuti." ucap davina.


"besok tante berangkat ke kota Z, kamu mengenal pak agung dari perusahaan O..?" tanya adel.


"iya tante," jawab davina.


"apa kamu mempunyai informasi lebih tentang perusahaan pak agung." tanya adel.


" iya tante, kebetulan dulu saya pernah bekerja di sana, dan saya sedikit tau tentang perusahaannya dan pak agung, nanti akan saya kirimkan ke informasinya ke email tante." ucap davina.


"baiklah, malam ini akan saya tunggu informasinya." ucap adel.


bryan dan axel pun datang.


mereka duduk sambil bercerita.


"cla, apa kamu membawa amplopnya." tanya mama adel.


"iya ma, ini clara bawa." ucap clara.


mama adel pun mengangguk dan memberi kode agar clara menyerahkannya kepada davina.


"bryan, davina, ini ada kado untuk pernikahan kalian beberapa hari lagi.." ucap clara.


davina pun hanya melihat saja, ia merasa tidak enak untuk menerimanya.


"davina, terimalah, itu kado dari clara." ucap mama adel.


akhirnya davina pun mengambilnya.


"apa ini cla." tanya davina.


"lihat saja vina," ucap clara.


akhirnya davina membukanya.


betapa terkejutnya ia mendapatkan 2 tiket pesawat ke paris.


Bukan hanya tilet saja, tetapi fasilitas selama di sana. Baik itu transportasi, hotel, dan yang lain lain.


"cla, apa ini tidak berlebihan." tanya davina.


" kamu pantas mendapatkan itu semua vina. Terima ya, " ucap clara.


Mama adel pun mengangguk.


"terimakasih ya cla, aku tidak bisa mengucapkan apa apa lagi selain terimakasih." ucap davina meneteskan air mata.

__ADS_1


Walaupun clara bisa di bilang baru mengenal davina. Tetapi clara yakin davina orang yang sangat baik.


....


__ADS_2