Diam - Diam Mencintai Suamiku

Diam - Diam Mencintai Suamiku
Bab 85


__ADS_3

Masih di dalam kamar axel.


Clara yang menarik axel pun, langsung ******* bibir axel.


Clara tidak ingin suaminya itu melakukannya sendiri di kamar mandi.


"cla," ucap axel melepaskan ciumannya.


Clara mengangguk malu.


Axel pun tersenyum senang.


Axel melepaskan pakaiannya.


Kini axel hanya menggunakan boxer, axel juga perlahan melepaskan pakaian clara.


"kamu sangat cantik cla," ucap axel.


Clara tetap tersenyum malu.


"kamu jangan malu cla." ucap axel.


Clara mengangguk.


Kali ini clara yang sangat agresif, clara juga menginginkan axel.


Clara menciumi wajah axel, bibir dan leher axel.


"cla, sepertinya kamu sudah handal." ucap axel.


Clara pun menghentikan aktifitas nya.


Ia sangat malu.


Axel yang mengerti pun segera menarik clara lagi.


"aku sudah tidak tahan cla, " ucap axel.


axel pun mengarahkan tangan clara ke juniornya.


Axel tau clara sangat malu jika memegangnya dengan sendirinya.


Clara merasakan junior axel yang berada di genggamannya sudah berdiri.


Clara pun membuka celana axel dengan perlahan.


Dan junior axel pun telah berdiri tegak.


Clara memegangnya dan memainkannya naik turun dengan tangannya.


"aaah cla." desah axel.


"sayang, lebih cepat lagi." ucap axel dengan napas yang tersengal sengal.


Clara pun mengikuti nalurinya dan mempercepat gerakan tangannya.


"cla, aku ingin keluar." ucap axel.


tidak lama akhirnya axel menyemburkan larva nya.


"aaah cla..." ucap axel.


kali ini axel yang akan membuat clara mendesah.


Axel pun mengubah posisi nya.


Axel menciumi clara, tangannya pun tidak tinggal diam.


Axel memainkan puncak gunung kembar clara.


Clara pun mendesah.


"aaaah..."


Axel pun meraba goa milik clara.


"sayang, kamu basah." tapi sayangnya aku belum boleh memasukkannya." ucap axel.


Axel pun mengambil posisi.


"xel, " ucap clara menggeleng.


Clara berpikir axel akan memasukkannya.


"gak cla, aku gak akan masukin, aku hanya ingin menggesek gesekkannya saja." ucap axel sambil memulai aksinya.


Clara pun mendesah tanpa henti

__ADS_1


"aaah . . . .aaaah . . ."


Axel pun juga menancapkan ujungnya saja.


Itu yang membuat clara makin mendesah.


"xel, aaaah...aaaaah.."


"kamu masukin." tanya clara.


"gak cla, hanya ujungnya saja." ucap axel.


"xel, aku ingin keluar." ucap clara.


"keluarkanlah sayang. Aku akan membantu kamu." ucap axel dan mengecup bibir clara.


axel merasa ada yang keluar dari bawah sana.


"aaaaah . .. Aaaaah . .


Clara pun sudah mencapai puncaknya, ia sudah mengeluarkan laharnya juga.


Axel pun berbaring di samping clara.


Clara melihat junior axel masih berdiri.


Axel pun tersenyum.


"dia ingin kamu mainkan lagi cla." ucap axel sambil memegang juniornya yang masih berdiri.


Axel pun memainkannya dengan tangannya sendiri. Axel mengurut ngurutnya ke atas dan kebawah.


Clara yang melihat itu segera ambil posisi kembali.


Clara pun menarik tangan axel yang sedang memainkan juniornya.


Tampak junior axel masih berdiri sempurna.


Clara pun memegangnya, di genggamnya, dan di mainkannya.


"xel, terakhir ya, aku lelah." ucap clara.


Axel pun mengangguk.


"aaaaah..." desah axel.


Tangan axel pun tidak tinggal diam.


Axel juga membuat clara mendesah,


"aaaah...xel.." desah clara.


Axel memainkan gunung kembar clara.


"cla, sedikit lagi." aku sudah mau keluar cla." ucap axel.


Clara pun tersenyum puas.


Axel mengambil posisi kembali, axel sudah tidak tahan.


Ia menggesek gesekkan seperti tadi di goa milik clara.


Mereka sama sama mendesah.


"cla, aku keluar." ucap axel.


"aaaaaaaaaaaaahhh."


Axel pun lemas, dan berbaring di sebelah clara.


Juniornya juga sudah tidur kembali.


"terimakasih cla untuk malam ini." ucap axel sambil mengecup ngecup clara.


Mereka bermain sampai pukul 11.30 malam.


"apa kamu mau bersih bersih cla." tanya axel.


Clara mengangguk.


"aq siapkan air hangat sebentar." ucap axel.


Axel pun berdiri masih dengan ke adaan polos.


Clara yang melihat itu tersenyum malu. Ia memperhatikan junior axel yang tertidur itu.


"kenapa pas tidur tidak sebesar dia bangun." batin clara.

__ADS_1


"eeeh, apaan sih, kok aku mikirnya gitu." gak gak gak . . ." batin clara.


"sayang, sudah siap." ucap axel.


Axel pun menggendong clara yang masih sama sama polos.


"xel, turunkan aku, aku bisa berjalan sendiri." ucap clara.


"sudah jangan bicara terus, atau aku mau lagi ni." ancam axel.


Clara pun diam sambil menggelengkan kepalanya .


"kamu mau apa," tanya clar.


"ya mau memberaihkan tubuh ku juga lah cla, lihat ini lengket." ucap axel menunjuk dekat arah juniornya.


Mereka pun bersih bersih bersama.


Tidak lama mereka keluar dengan pakaian tidur.


"sebentar xel," ucap clara pergi ke lemari mengambil sepre baru.


Clara pun mengganti sepre itu di bantu axel.


Axel meletakkan sepre itu di tempat pakaian kotor.


Ia tidak ingin kejadian dulu yang di lihat mama adel terulang kembali.


Selesai mengganti sepre, mereka berbaring di tempat tidur.


"sayang, terimakasih ya, walaupun kita tidak boleh melakukannya, tetapi kamu punya cara ketika aku menginginkan mu." ucap axel dan mengecup dahi clara.


"sama sama xel, itu sudah tugas ku untuk memberikan apa yang kamu mau, aku milik mu xel." ucap clara.


"ya sudah kita tidur ya," besok takutnya kesiangan." ucap axel menarik clara dalam pelukannya.


axel tidak pernah lupa mengelus perut buncit clara.


Tidak lama mereka berdua pun tertidur.


Ke esokan paginya axel fan clara belum juga bangun.


Mama adel pun heran, sebab sudah pukul 6 mereka belum ada yang bangun.


"pasti axel membuat ulah sampai jam segini belum juga ada yang bangun." ucap mama adel.


Mama adel pun memutuskan menuju kamar axel, takutnya terlambat pergi ke pernikahan davina dan bryan.


"axel, clara." panggil mama adel sambil mengetuk pintu.


clara yang mendengar ada ketukan pintu dan suara yang memanggilnya pun membuka mata.


"mama." ucap clara.


Clara pun bangun dan menuju pintu.


kemudian clara membuka pintunya.


"mama." ucap clara.


"sayang kamu baru bangun." tanya mama adel.


"iya ma." ucap clara.


"pasti anak mama buat ulah." mana dia." tanya mama adel.


"emm .. . Itu ma . .. Axel belum bangun." ucap clara merasa malu.


"ya sudah, kamu bangunin axel, ini sudah jam 6 lewat cla. Dan satu lagi, ingat pesan dokter kalau kamu belum boleh untuk melkukannya." ucap mama adel memberi peringatan.


"i . .ii..iya ma." ucap clara menunduk malu.


Mama adel pun menuju kamar nya.


Clara menutup pintu kamarnya kembali dan menutupi wajahnya dengan kedua tangan.


Axel terbangun, dan melihat clara di depan pintu kamarnya.


"cla, kamu kenapa." tanya axel.


"gak apa apa xel." ucap clara sambil tersenyum.


Clara merasa sedih, ia pikir mama adel marah terhadapnya.


"aku mandi duluan ya xel." ucap clara langsung menuju kamar mandi.


"ada apa dengan kamu cla." batin axel.

__ADS_1


....


__ADS_2