Diam - Diam Mencintai Suamiku

Diam - Diam Mencintai Suamiku
Bab 39


__ADS_3

Tidak terasa jam sudah menunjukkan jam 11 siang.


tetapi clara belum juga masuk kedalam rumah.


Axel pun mendatangi clara.


"mau sampai kapan kamu berada di situ. Apa kamu tidak lelah sudah 3 jam di situ." ucap axel tiba tiba.


clara hanya diam saja, ia tipe orang yang malas untuk berdebat.


Clara pun memutar kurai roda nya masuk ke dalam rumah. Ia melewati axel begitu saja tanpa bicara.


Clara menuju kamarnya, ia mencoba pindah ke atas tempat tidur dari kursi rodanya.


dan clara pun berhasil.


Ingin rasanya clara berteriak sekencang kencangnya,


clara pun mengambil ponselnya, ia melihat foto dirinya bersama sang ibu.


"bu, andai ibu masih ada," ucap clara sambil mengelus foto ibunya di dalam ponsel


Clara saat ini sangat merindukan ibunya. Sampai sampai clara tertidur sambil memeluk foto ibunya yang berada di dalam ponselnya.


Axel yang baru masuk ke dalam kamar pun melihat itu.


sebenarnya axel merasa sedih melihat clara, tapi ia tepis juga rasa itu.


..........


Waktu untuk berkunjung ke rumah sakit pun telah tiba. Axel dan clara sudah sampai di rumah sakit.


"selamat siang xel, clara." ucap dokter siska.


"siang juga dok," ucap clara.


"tumben hanya berdua saja, tante adel kemana." tanya siska.


"mama lagi ada urusan penting." ucap clara.


Axel hanya diam saja , ia tidak banyak cerita.


Dokter siska pun membawa axel dan clara menuju ruangan dokter jasmin.


"pagi dok." ucap clara dan siska berbarengan.


"pagi juga." ucap jasmin.


"kita langsung saja ya mbak clara. Mari mbak." ucap jasmin.


Axel pun masih mendorong kursi roda clara menuju tempat tidur pasien.


axel menggengdong clara untuk naik.


"sepertinya kaki mbak clara sudah sehat, tulangnya juga sudah menyatu kembali, gif nya kita buka saja." ucap jasmin dan di anggukin oleh clara .


"nanti, di rumah di coba untuk berjalan pelan pelan ya mbak." tapi mungkin masih sedikit agak sakit." ucap jasmin.


"tapi apa sudah tidak apa apa dokter." tanya clara.


"iya, tidak apa apa, tapi tetap harus hati hati, " ucap dokter jasmin.


"siska, bisa kita bicara sebentar, " ucap axel.


siska pun mengangguk.


"kamu tunggu di sini sebentar." ucal axel.


axel pun keluar dari ruang dokter itu di ikuti oleh siska.


Di dalam ruangan, jasmin masih memeriksa clara.


" sis, apa kakinya clara masih bisa pulih seperti sedia kala. Sebab hasil dari pemeriksaan awal kemaren tulangnya sedikit retak." ucap axel.

__ADS_1


"bisa xel, akan tetapi butuh waktu. Oiya xel, aku lihat luka luka clara sudah mengering dan sembuh, pasti kamu rajin ya mengobatinya " ucap siska menggoda axel.


"hmm . . " jawab axel.


Mereka pun segera masuk kembali ke ruangan jasmin.


"xel," ucap clara .


Axel pun mendekat tanpa ingin menjawab.


"apa sudah selesai dokter." ucap axel.


"sudah pak, ini saya beri resep, nanti di tebus obatnya ya pak." ucap dokter jasmin.


"terimakasih dok." ucap axel.


Siska pun pamit duluan, karena ada pasien yang harus ia tangani.


Tidak lama axel dan clara keluar dari ruangan itu.


axel mendorong kursi roda clara. Mereka akan menebus resep obat yang di berikan tadi.


Sementara clara di dorong axel ke ruang tunggu penebusan obat.


ponsel axel pun berbunyi, ternyata ada pesan dari mamanya.


Mama :


"xel, apa kamu sudah pulang nak..?"


Axel :


"belum ma, ini axel lagi menebus obat ma,


mama :


"kalau begitu mama kesana ya, kebetulan mama lewat depan rumah sakit.


Axel :


Selesai menebus obat, axel kembali keruang tunggu,


"kita tunggu mama sebentar " ucap axel.


clara hanya mengangguk.


Tidak lama mama adel sudah sampai.


"xel, cla, maaf mama menyuruh kalian menunggu." ucap mama adel.


"iya ma enggak apa apa kok." jawab clara.


"mama ingin mengajak kalian makan di luar. Kalian sudah selesaikan..!" ucap mama adel.


"iya ma, kami sudah selesai kok." jawab clara.


dari tadi axel hanya diam saja, sementara yang menjawab pertanyaan mamanya hanya clara.


"xel, enaknya kita makan dimana..?" tanya mama adel.


"terserah mama saja." ucap axel cuek.


"yaudah, ayook kita jalan." ucap mama adel dengan semangat.


Merekapun berjalan menuju parkiran mobil.


mama adel sudah memyuruh pak ramli untuk pulang duluan.


Akhirnya mereka pergi makan ke restoran temannya mama adel yang baru buka.


Sampai di restoran, mama adel di sambut oleh temannya itu.


"adel, akhirnya kamu datang juga. Kamu dengan siapa del" ucap teman adel.

__ADS_1


adel tersenyum.


"ini, aku sama axel, dan kenalin ini clara, istrinya axel." ucap mama adel.


"looh, kenapa dengan kakinya del...?" tanya temannya adel.


"Dia habis kecelakaan beberapa hari yang lalu." ucap mama adel yang memperkenalkan clara kepada temannya.


"waaah, cantik banget istri kamu xel." ucap teman adel.


"iya tante, terimakasih." ucap axel.


clara hanya tersenyum saja.


sementara teman adel pamit, karena ada urusan.


Mereka ber tiga pun memesan makanan.


sebenarnya clara tidak ingin makan, akan tetapi ia tidak enak dengan mama adel.


Akhirnya clara hanya memesan spageti.


Sambil makan mereka mengobrol.


"xel, cla, kalian kapan akan memberikan mama cucu..?" tanya adel.


clara pun terdiam. wajahnya memerah seperti kepiting rebus karena merasa malu.


"ma, bisa tidak bicaranya nanti saja, clara masih sakit juga ma." ucap axel yang malas dengan pertanyaan mamanya.


"baiklah, tapi mama harap secepatnya kalian memberi mama cucu." ucap mama adel.


Axel pun sedikit kesal dengan pertanyaan mamanya.


"mama apa apaan sih," batin axel.


Mereka pun melanjutkan makan.


Selesai makan, mereka bertiga langsung menuju pulang ke rumah.


Sampai di rumah, clara mencoba berjalan tanpa kursi roda.


Adel yang melihat itu merasa khawatir, sebab clara tidak mau di pegangin.


Clara berjalan sampai di dalam ruang tamu, ia pun langsung duduk, sebab kakinya terasa sedikit sakit.


"kenapa cla, kakinya sakit..?" tanya mama adel.


"ii..ii.iiya ma sedikit." ucap clara terbata bata.


"cla, kalau belum kuat jangan di paksa ya sayang." ucap mama adel.


"iya ma," ucap clara tersenyum.


"Di mana suami kamu cla," tanya mama adel.


"sepertinya ada di dalam kamar ma," ucap clara.


"kamu mau ke kamar cla." ucap mama adel.


"iya ma, sebentar lagi, soalnya sedikit sakit kaki cla ma." ucap clara.


"ya sudah, kalau begitu mama bantu yok." ucap mama adel.


"iya ma," ucap clara.


Mama adel pun membantu clara menuju kamarnya, clara berjalan tanpa kursi roda yang di pegangi oleh mama adel.


Sampai di dalam kamar, clara duduk di tepi tempat tidur.


"terimakasih ya ma sudah membantu clara." ucap clara.


"sama sama sayang, mama keluar dulu ya cla, mama mau mandi," ucap mama adel.

__ADS_1


"iya ma." ucap clara.


.......


__ADS_2