Diam - Diam Mencintai Suamiku

Diam - Diam Mencintai Suamiku
Bab 65


__ADS_3

Axel dan Clara pun terlambat bangun, akibat aktifitas tengah malam mereka.


Mama adel pun heran, sudah hampir jam 7 pagi tetapi anak dan menantunya itu belum turun juga dari kamarnya.


Mama adel pun menyusul ke kamar axel, sqmpai di depan pintu mama adel mengetuk pintu.


"tokk .. Took . .tookk.. "


Axel yang mendengar itu terbangun. Ia segera mencari handuk dan memakainya di pinggang.


Axel pun membuka pintu kamarnya.


"ma, " ucap axel.


"kamu baru bangun." tanya mama adel.


"iya ma." ucap axel.


Mama adel pun melihat ke arah dalam, ia melihat kamar axel berantakan dengan baju berada di bawah.


"clara mana xel." ucap mama adel.


"masih tidur ma," ucap axel.


mama adel pun melihat ke arah tempat tidur, ia melihat punggung clara tanpa menggunakan pakaian.


"xel, lain kali kalau sudah pakai pakaian kamu dan clara." dan kamu tidak bermain kasarkan xel, mama takut kandungan clara belum kuat. ucap mama adel tiba tiba.


"ii . . .iiiya ma ..aman kok ma.. ." ucap axel terbata bata dan merasa malu ketahuan dengan mamanya.


"yasudah kamu mandi sana." nanti bangunin clara juga, " mama tunggu sarapan di bawah." ucap mama adel.


"iya ma." ucap axel.


Mama adel pun menunggu di meja makan.


Sementara axel memperhatikan kondisi kamarnya yang berantakan.


"sepertinya mama melihat clara tadi." batin axel.


Axel pun menepuk jidad nya sendiri.


Lalu ia mencari pakaian untuk ke kantor.


Axel pun bergegas mandi, karena ia sudah terlambat.


Kini axel sudah rapih dengan pakaian kantornya.


Axel pun membangunkan clara.


"cla, bangun sayang." sudah siang, kamu mandi dulu , habis itu kita sarapan." ucap axel dengan lembut.


clara pun bangun, ia melihat axel sudah rapih,


Ketika clara ingin duduk, ia baru sadar belum memakai apa apa.


Clara pun menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.


"aku mau mandi dulu sebentar xel," ucap clara.


"mau aku bantu." tanya axel.


Clara menggeleng.


Axel pun memberikan clara baju handuk kimono, clara pun segera memakainya. Lalu ia pergi ke kamar mandi untuk mandi.


axel masih dengan setianya menunggu clara di dalam kamarnya.


Ketika clara keluar dari kamar mandi, clara langsung menanyakan sesuatu.


"apa aku boleh ikut kamu ke kantor xel." tanya clara dengan wajah memohonnya.


"kamu mau ikut cla."

__ADS_1


"tapi aku hari ini agak sibuk." ucap axel.


Clara pun merasa sedih, akan tetapi axel tidak tega.


Akhirnya axel mengajaknya.


"baiklah, kamu siap siap gih. Aku tunggu di meja makan ya." ucap axel.


Clara tersenyum tulus, ia mencium pipi axel sekilas dan berlari menuju lemari pakaian.


axel pun keluar kamar.


Ia melihat mama adel sudah menunggu di meja makan.


"pagi ma." ucap axel yang sudah segar dan rapih.


"pagi juga xel, sepertinya semangat sekali ini, mana clara." ucap mama adel.


"cla lagi ganti baju ma, dia ingin ikut ke kantor , tapi axel hari ini sedikit sibuk ma.." ucap axel.


"gak apa apa xel, kan nanti mama juga ke kantor, mama mau ke bank dulu sebentar." nanti biar clara sama mama saja." ucap mama adel.


"naah itu clara ma." ucap axel yang melihat clara berjalan ke arahnya.


"maaf ma, cla telat." ucap clara.


"gak apa apa kok sayang, mama ngerti, pasti kamu lelah." ucap mama adel.


Clara pun melihat ke arah axel.


"kenapa mama seolah olah tau." batin clara.


"ayok kita sarapan, nanti makin terlambat." ucap mama adel.


mereka pun sarapan sambil berbincang sedikit.


"cla, axel tadi malam gak main kasar kan cla." tanya mama adel.


Seketika clara pun tersedak,


"mama sih, nanya nya gitu," ucap axel.


Mama adel hanya tersenyum.


"ma, cla hari ini ikut axel ke kantor ma." ucap clara mengalihkan pembicaraan.


"iya cla, tadi axel sudah bilang ke mama." ucap mama adel.


Selesai sarapan,


Mereka pun pergi ke kantor, sedangkan mama adel akan ke bank dulu di antar pak ramli.


Axel dengan clara hanya pergi berdua.


Hampir jam 9 axel dan clara sampai di kantor.


Para karyawan pun langsung membicarakan axel dan clara.


"pagi pak." ucap scurity yang bertugas di depan pintu masuk sambil menundukkan kepalanya.


Axel dan clara langsung menuju ruangan axel.


Bryan yang melihat itu pun terkejut, karena axel membawa clara ke kantor.


"sepertinya ada yang tidak mau di tinggal." batin bryan.


Sampai di ruangan axel, clara duduk di kursi kebesaran axel.


"cla, kamu tunggu di sini sebentar ya, aku ada meeting sebentar." ucap axel.


"iya, jangan lama ya xel." ucap clara.


Axel mengangguk dan keluar dari ruangannya.

__ADS_1


Tidak sengaja axel melihat para karyawan berkumpul, axel pun mendengarkan mereka bicara.


"kalian lihat tidak, clara bersama dengan pak axel, dan postur tubuh clara sedikit berisi seperti orang hamil." ucap salah satu karyawan ke pada rekannya.


"iya aku lihat." apa clara itu..." ucap salah satu karyawan itu terhenti.


"kenapa, clara itu apa." ucap axel tiba tiba.


"e . .eng . .enggak kok pak." ucap para karyawan yang bergosip itu.


"apa salah saya membawa istri saya kesini." ucap axel tiba tiba.


Sontak saja semua terkejut.


Davina yang lewat pun tidak sengaja mendengar axel bicara.


"clara ikut kesini." batin davina.


Davina pun mendekat ke pada axel.


"ada apa ya pak rame rame begini." tanya davina.


"saya tanya sama kamu davina, apa saya tidak boleh mengajak istri saya kesini,?" tanya axel dengan nada marahnya.


"tidak ada yang salah pak, boleh boleh saja.." jawab davina.


"tolong kamu kasih tau kepada mereka." ucap axel.


axel pun pergi menuju ruang meeting.


kini giliran davina yang menjelaskan.


"seperti yang pak axel katakan, clara adalah istrinya, mereka sudah menikah selama kurang lebih 3 bulan yang lalu. Jadi saya harap apa pun berita yang kalian sampaikan hari ini, saya tidak mau dengar lagi. Kalian paham." ." ucap davina.


"paham buk davina." ucap para karyawan itu.


Davina pun seperti mengetahui keberadaan clara di mana.


Ia pergi ke ruangan axel dan mengetuk pintunya.


davina pun masuk, ia melihat clara sedang memainkan ponselnya.


"kenapa kamu tidak bilang mau kesini cla." tanya davina.


"aku sengaja ingin memberikan mu kejutan vina." ucap clara.


davina pun tersenyum senang bertemu clara.


Tiba tiba clara merasa mual.


"uweek . . " clara pun berlari ke kamar mandi yang ada di ruangan axel.


davina mengikuti clara .


"uweeek . .uweeek . .


Davina memijat tengkuk clara, dan memberikan air minum kepada clara.


"kenapa kamu gak istirahat di rumah saja cla." tanya davina.


Davina pun menuntun clara ke sofa.


"aku bosan di rumah saja vin," ucap clara


Davina hanya bisa menghela napasnya.


"apa boleh kamu temani aku di sini menjelang axel selesai meeting." tanya clara.


Davina pun mengangguk, sebab davina belum ada pekerjaan lagi, karena buk adel belum datang.


Tadi ia hanya merapikan file file yang berantakan.


"aku ingin ke ruangan kamu saja vina. Aku rindu di ruangan itu." ucap clara.

__ADS_1


Davina pun mengajak clara ke ruangannya.


.....


__ADS_2