Diam - Diam Mencintai Suamiku

Diam - Diam Mencintai Suamiku
Bab 61


__ADS_3

sedangkan di ruang makan,


Mama Adel, axel, dan bryan bercerita tentang pekerjaan.


Mereka membahas masalah sabotase laporan kemarin.


"apa semua sudah berea bryan." ucap adel.


"semua sudah beres tante." ucap bryan.


"bagaimana dengan aldo. Apa dia sudah tau kalau kita mengetahuinya." tanya adel.


"sepertinya dia belum mengetahui alasan kita menarik saham kita." ucap bryan.


"tetapi kita harus tetap waspada." aldo bisa saja melakukan yang lebih dari ini. Terutama kepada clara." ucap axel.


"bener kata kamu xel." ucap mama adel.


Seharian ini davina menemani clara, betapa bahagiahnya clara di kelilingin dengan orang orang yang menyayangi dan mencintainya.


Apa lagi saat ini, axel sudah menerimanya, dan mencintainya.


Tidak terasa sudah pukul 5 sore,


Bryan dan davina pun pamit pulang.


Bryan mengantar davina pulang.


Sementara di rumah axel,


Clara masuk ke dalam kamar, axel pun menyusulnya.


"kamu mau mandi cla," ucap axel.


Clara mengangguk.


"aku sudah mendaftarkan kamu ke dokter kandungan besok." ucap axel.


"terimakasih ya xel," ucap clara sambil tersenyum tulus.


"mandilah cla, besok kita berangkat pukul 9 pagi." ucap axel.


Clara mengangguk dan langsung menuju kamar mandi.


Semenjak hamil, clara berubah menjadi manja, terutama dengan mama adel.


Ia selalu ingin makan makanan yang mama adel masak.


Selesai clara mandi, axel pun mandi juga.


Clara menyiapkan pakaian axel.


Axel pun keluar dari kamar mandi hanya memggunakan handuk yang di lilit di pinggangnya.


"cla, pakaian ku mana." tanya axel.


"itu ada di atas kasur xel." ucap clara.


Axel pun menarik clara yang berada di sofa.


"kenapa xel." ucap clara.


"aku ingin memelukmu sebentar." ucap axel.


Axel pun memeluk clara.


"sudah sana pakai baju dulu." ucap clara.


Axel pun melepaskan pelukannya.


ia segera memakai bajunya.


"pakai di kamar mandi saja xel." ucap clara sambil menunduk malu.


"kenapa, kamu malu . .kamu kan sudah pernah melihatnya, memegangnya juga, bahkan merasakannya juga." ucap axel tanpa dosa.


"apaan sih xel." ucap clara.


Axel pun tertawa.


Axel mendekat kepada clara.


Tiba clara merasa mual.


Clara berlari ke kamar mandi.


"uweeek . . .uweeek. .."

__ADS_1


clara pun muntah, akan tetapi tidak ada yang keluar melainkan hanya air.


Axel menyusul clara.


"stop xel, jangan dekat dekat, kamu bau." ucap clara sambil menutup hidungnya.


"aku baru saja mandi cla, perasaan aku gak bau." ucap axel protes.


"pokoknya kamu jangan dekat dekat." ucap clara.


Axel pun bingung.


clara pun keluar dari kamar mandi sambil menutup hidungnya ketika melewati axel.


Tibalah jam makan malam.


Mama adel sudah memeasak untuk menantu kesayangannya itu.


Clara turun duluan dari kamarnya menuju ruang makan.


"looh cla, dimana axel." tanya mama adel.


"itu ma axel." ucap clara menunjuk axel berjalan di belakangnya.


clara pun duduk di sebelah mama adel.


sedangkan axel duduk di depan mama adel.


"looh cla, kenapa duduk di sini." ucap mama adel.


"dia mual ketika dekat axel ma, katanya axel bau, padahal axel baru selesai mandi." ucap axel mengadu kepada mamanya.


Mama adel pun tertawa.


"sabar xel, ini mungkin bawaan anak kamu." ucap mama adel.


Clara pun asik makan masakan mama adel tanpa memperdulikan mama adel dan axel.


"cla, makannya pelan pelan sayang." ucap mama adel.


clara tersenyum.


Axel pun segera mempercepat makannya, kini ia selesai duluan.


"ma, axel duluan ke kamar ya ma." ucap axel.


"kepala axel sedikit pusing ma." ucap axel.


Axel sudah merasa tidak enak badan dari sore tadi, tetapi ia tahan.


axel pun berdiri dan menuju kamarnya.


sampai di dqlam kamar, axel membaringkan tubuhnya di atas kasur.


Sementara mama adel dan clara baru selesai makan.


"ma, cla nyusul axel ya ma." ucap clara.


Mama adel mengangguk.


Sampai di dalam kamar, clara melihat axel sudah tidur.


Clara mendekat pelan pelan. Ia takut mual kembali ketika dekat dengan axel, ia menempelkan punggung tangannya.


"panas." syukur deh aku gak mual lagi dekat dengan axel." ucap clara.


clara membenarkan selimut axel, ia mengecilkan suhu ac kamarnya agar tidak terlalu dingin.


Clara pun mengompres axel,


Kini jam sudah menunjukkan pukul 10 malam. Clara sudah beberapa kali menguap.


Dan akhirnya clara tertidur di samping axel sambil memeluk axel.


tengah malam pun axel terbangun, ia pun menatap clara yang masih tidur,


"cantik." ucap axel sambil tersenyum.


Tiba clara menggeliat, ia menarik tangan axel dan meletakkkannya di atas perutnya yang masih rata.


Axel pun tersenyum senang,


Axel langsung mengelus perut clara.


"sehat sehat ya anak papa di dalam sana, jangan nakal, kasihan mama." ucap axel seolah olah bicara dengan calon anaknya itu


Axel pun tidur kembali sambil memeluk clara.

__ADS_1


pukul 5 pagi clara merasa mual kembali, ia pun berlari ke dalam kamar mandi,


Clara pun muntah muntah lagi ..


"uuweeeekk . .. . .uweeek . . .uwekk.."


Axel pun mendengar samar samar suara clara muntah, dan axel terbangun, ia melihat di sampingnya clara tidak ada.


Seketika axel langsung menuju kamar mandi.


Ia melihat clara sedang muntah.


Axel pun mendekat, dan memijat tengkuk clara.


"cla, kamu gak apa apa." ucap axel panik.


"uweeek . . .uweeek . . ."


Clara pun menggeleng.


"xel, bantu aku berdiri." ucap clara yang lemas.


Axel pun membantu clara.


"aauuw . ." teriak clara perutnya sedikit sakit.


"kenapa cla." tanya axel.


"sakit xel, ucap clara.


axel pun menggendong clara ke atas tempat tidur.


Axel mengelus kembali perut clara.


"jangan nakal ya sayang, lihat tu kasihan mama." ucap axel.


Seolah olah di dengar oleh calon anaknya itu, perut clara pun tidak sakit lagi.


"xel." ucap clara .


"kenapa cla. Apa masih sakit." tanya axel.


clara menggeleng.


"sudah tidak sakit lagi kok xel." sepertinya anak ini mendengar apa kata papa nya." ucap clara.


"terimakasih ya xel. Terimakasih sudah menerima ku dan anak ini." ucap clara lagi.


Axel pun memeluk clara.


"sama sama sayang." ucap axel.


Clara tersenyum bahagiah mendengar axel memanggilnya dengan sebutan sayang.


clara pun mandi duluan, setelah itu axel.


hari ini axel akan mengajaknya mengecek kandungan.


Selesai mandi, clara dan axel turun ke bawah, ia tidak melihat mama adel di ruang makan.


"bik ina, mama dimana." tanya axel.


"saya lihat ibu tadi sedang menelpon tuan di ruang kerja." jawab bik ina.


"terimakasih bik."


"sayang, kamu tunggu di sini dulu ya, aku panggil mama sebentar." ucap axel.


clara mengangguk.


Bik ina yang mendengar axel memanggil sebutan sayang kepada clara pun tersenyum.


Clara melihat bik ina senyum senyum sendiri.


Clara pun mendekati bik ina.


"hayooo . . .bibik kok senyum senyum." ada apa ..." tanya clara.


"bibik bahagiah saja non, sepertinya sudah ada kemajuan non clara dan tuan axel." ucap bik ina.


"doain saja ya bik." semoga kedepannya jauh lebih baik." ucap clara.


"iya non, bibik pasti doain. Oya non, kalau boleh tau sudah berapa bulan non usia kandungan non clara." ucap bin ina


"belum tau bik, baru nanti akan pergi periksa." ucap clara.


Bik ina pun mengangguk.

__ADS_1


...


__ADS_2