
Kini tinggallah axel, clara dan mama adel.
Clara memberanikan diri untuk bicara.
"ma,..axel.... Apa clara boleh ikut ke kota Z.,? Clara bisa membantu axel nantinya ma." ucap clara memberanikan diri untuk bertanya.
"tapi kamu masih sakit cla." ucap mama adel.
"ma, cla sudah sembuh kok ma," ucap clara.
"bagaimana xel menurut kamu. Di satu sisi clara benar, ia bisa membantu kamu disana." ucap mama adel.
"terserah saja." ucap axel.
"baiklah cla, kamu boleh ikut bersama axel. Akan tetapi untuk kamu xel, kamu tetap harus menjaga clara." ucap mama adel.
"hmm." jawab axel dengan bergumam.
"kalau begitu kalian pergilah istirahat," mama juga akan istirahat." ucap mama adel.
Clara dan axel mengangguk, mereka berjalan menuju kamarnya.
Mama adel yang masih melihat anak dan menantunya itu menggelengkan kepalanya.
"cla, mama harap apaun yang terjadi kamu tidak akan meninggalkan axel." batin adel.
Di dalam kamar axel.
"bagai mana kalau mulai besok kita kembali ke kamar di atas." ucap axel.
axel memang sangat menyayangi kamarnya itu, tidak sembarangan orang bisa masuk.
karena kamar itu dahulunya di buat khusus oleh papa nya untuk axel.
"aku ngikut saja xel." ucap clara dengan lembut.
"apa kamu yakin nantinya jika kamu ikut, kamu bisa membantu saya..?" ucap axel
clara mengangguk.
"aku harap kamu tidak akan menyusahkan ku di sana." ucap axel kembali.
clara hanya diam saja.
Clara pun bergegas ke kamar mandi untuk berganti pakaian, kini ia sangat lelah dan mengantuk setelah minum obat tadi sehabis makan.
selesai dari kamar mandi, clara membaringkan tubuhnya di atas sofa.
Axel yang lagi mengambil pakaian ganti pun melihat clara di sana.
"apa yang kamu lakukan di situ." ucap axel tiba tiba.
"aku ingin tidur xel, tubuhku sangat lelah. Aku juga sudah sehat, seharusnya memang seperti ini, aku kembali tidur di sini." ucap clara pelan.
"sekarang kamu pindah ke kasur," ucap axel dengan tegas.
Clara yang takut kepada axel, hanya menurut.
ia segera pindah ke atas kasur, dan membaringkan tubuhnya.
Axel yang sudah melihat clara berbaring di atas kasur pun baru melangkah ke kamar mandi.
"kenapa dengan kamu xel, terkadang kamu sangat perhatian, terkadang juga cuek dan bersikap dingin, bahkan di satu sisi aku kadang merasa takut terhadap mu." batin clara bertanya tanya.
__ADS_1
Akhirnya clara tertidur. Axel yang baru saja keluar kamar mandi, kini ia mengambil ponselnya, dan menelpon bryan.
"bry, apa kamu sudah tidur." ucap bryan.
"belum xel, ada apa kamu malam begini menelpon ku. Tumben..?" jawab bryan di telpon.
"aku hanya ingin menanyakan, apa kamu sudah memesan kamar untuk kita berada di kota Z." ucap axel.
"sudah semua kok xel, semua sudah beres. Aku sudah memesan 3 kamar langsung." ucap bryan.
"baik lah kalau begitu." ucap bryan dan mematikan telpon nya.
Bryan pun segera merebahkan tubuhnya di samping clara. Mereka memang tidur di kasur yang sama, akan tetapi di batasi oleh bantal guling di tengahnya.
Keesokan paginya.
Clara sudah bangun terlebih dahulu, clara pun menyiapkan pakaian kerja suaminya.
Setelah itu, clara pun segera membangunkan axel.
"xel, bangun xel, sudah hampir siang ini." ucap clara pelan sambil msngguncangkan bahu axel.
Axel pun mengerjapkan matanya.
"jam brapa ini," ucap axel.
"ini sudah jam 6 lewat xel, buruan mandi, katanya mau ke kantor." ucap clara.
Axel pun segera bangkit, dan menuju kamar mandi, saking buru buru nya ia lupa membawa handuk.
Selesai mandi axel bingung, handuknya tidak ada.
"kemana handukku." yaa ampuun, aku lupa lagi." batin axel.
"cla . .clara.." teriak axel.
Clara yang mendengar itu langsung melihat ke arah suara.
"ada apa xel." ucap clara yang bingung.
"ambilkan handukku." ucap axel.
Clara pun segera mengambilkan handuk axel.
"xel, ni handuknya." ucap clara mengetuk pintu kamar mandi.
Axel membuka sedikit pintu kamar mandi, dan yang keluar hanya tangannya saja.
ia mengambil handuk itu. Setelahnya axel keluar hanya menggunakan handuk itu saja.
Clara yang melihat itu hanya menunduk malu.
"kenapa selalu memakai handuk saja pas keluar dari kamar mandi. " batin clara.
axel yang melihat itu pun memdekati clara, ia sengaja ingin mengerjai clara.
"apa kamu akan menunduk terus." ucap axel yangbsudah berada di hadapan clara.
Clara pun menaikkan pandangannya.
mata mereka bertemu, axel dan clara bertatapan dengan singkat, setelah sadar, axel segera beranjak dan mengambil pakaiannya.
"jantungku...apa axel tadi mendengarnya..!" semoga saja tidak." batin clara.
__ADS_1
Axel pun bingung dengan dirinya, jantungnya pun berdegub kencang.
Setelah berpakaian rapih, axel pun melihat clara masih berdiam diri duduk di atas kasur.
"hei . .mau sampai kapan kamu bengong.." ucap axel.
Clara pun tersadar dengan ucapan axel, ia tadi tenggelam dengan pikirannya.
Axel yang berhasil mengejutkan clara pun tersenyum, bibirnya membuat sebuah lengkungan manis.
clara pun segera mengambil pakaiannya, dan handuknya, lalu berlari menuji kamar mandi tanpa menjawab axel.
"bisa bisa mataku ternodai terus terusan melihat dia hanya memakai handuk saja." batin clara.
"oke cla, tarik nafas, buang." clara bermonolog sendiri.
Setelah itu clara pun segera mandi.
Axel tidak menunggu clara, ia segera keluar dari dalam kamar menuju meja makan.
Benar saja mama nya sudah memunggu dari tadi.
"pagi ma . ., maaf ma, axel kesiangan." ucap axel.
"pagi juga sayang, iya gak apa apa kok." kemana istri kamu, kok kamu sendirian." ucap mama adel.
"clara ada di kamar ma, dia lagi mandi." ucap axel.
Tidak lama clara keluar dari dalam kamar.
clara pun menghampiri axel dan mama adel.
"maaf ma, cla terlambat." ucap clara.
"iya gak apa apa kok sayang. Duduk sini sayang dekat mama." ucap mama adel tersenyum.
Clara pun duduk di sebelah mama adel.
Tidak lupa clara mengambilkan makanan untuk suaminya itu.
Mereka sarapan dengan nikmatnya.
dan mengobrol sedikit.
"ma, hari ini axel pulangnya agak malam ma." ucap axel.
"kamu hanya bilang ke mama, istri kamu juga harus tau looh." sindir mama adel.
Mama adel sedikit meninggikan suaranya. Clara yang mendengar itu hanya diam saja.
"mama harap kamu juga bisa menghargai istri kamu xel. Clara itu istri kamu, bukan orang lain." ucap mama adel.
Clara yang mendengar perdebatan antara anak dan mama nya itu, seketika kehilangan nafsu makannya.
Clara baru makan sedikit. Tetapi ia pamit kepada mama adel.
"ma, clara ke kamar dulu ya ma, clara sudah kenyang." ucap clara dengan mata yang sudah menahan air matanya.
sebelum adel menjawab, clara sudah terlebih dahulu pergi dari meja makan itu dan menuju kamarnya.
.....
.......
__ADS_1