Diam - Diam Mencintai Suamiku

Diam - Diam Mencintai Suamiku
Bab 34


__ADS_3

Masih di dalam kamar clara.


Axel yang mendengar ada suara mamanya pun terbangun dari tidurnya.


"kamu sudah bangun xel." ucap mama adel.


"iya ma, mama dari tadi." ucap axel.


"iya xel, tadi mama mau banguni kamu, tapi clara melarangnya. Oya xel, kamu mandi dulu sana, habis itu kamu bantu clara ke kamar mandi, nanti davina mau kesini." ucap mama adel.


"iya ma." ucap axel sambil menuju kamar mandi.


"cla . .mama tinggal ya sayang, mama juga mau mandi." ucap mama adel.


"iya ma."


selesai mandi, axel segera membantu clara bersih bersih seperti biasa.


axel sebenarnya tidak ingin membenci clara, akan tetapi gara gara kesalah pahaman yang sampai saat ini tak kunjung di luruskan.


Hingga menjadikan sikap axel yang jail menjadi dingin terhadap clara.


....


Jam pulang kantor pun sudah tiba, davina lagi menunggu mobilnya yang akan di antarkan ke kantor, davina menunggunya di luar kantor., bryan tidak sengaja melihat davina seperti menunggu seseorang. Bryan pun menghampiri davina.


"vina, kamu belum pulang." ucap bryan.


"belum bryan, aku lagi menunggu mobilku, katanya mau di antarkan kesini." ucap davina.


"sudah kamu telpon lagi pihak bengkelnya." ucap bryan.


davina menggeleng.


"coba kamu hubungi lagi untuk memastikan." ucap bryan.


Davina pun mengikuti saran bryan, akan tetapi tidak di angkat oleh pihak bengkel.


"tidak di angkat " ucap davina.


"bareng sama aku aja , aku antar ke bengkelnya." ucap bryan.


"tidak usah bry, nanti ngerepoti kamu." ucap davina.


"enggak kok vin, aku enggak ngerasa di repotin. Ayoo vin," ucap bryan. Sambil menarik tangan davina.


Mau tidak maupun davina mengikuti bryan menuju mobilnya.


bryan pun melajukan mobilnya ke arah bengkel yang di maksud davina.


"kamu mau kemana vin, sepertinya buru-buru." ucap bryan.


"iya, aku ada janji mau kerumah clara." ucap davina.


"waah kebetulan aku juga mau kesana." ucap bryan, yang sebenarnya ia tidak ingin kesana.


"oohh, " ucap davina singkat dan tidak dihiraukan.


Sampai di bengkel, ternyata tutup.


"pantas saja tidak di angkat, bengkelnya tutup." ucap davina.


"ya sudah bareng aku saja kerumah axel. Kebetulan aku juga mau kesana." ucap bryan.


davina mengangguk.


"Akhirnya aku bisa semobil berdua sama davina." batin bryan sambil tersenyum.


Di dalam perjalanan menuju rumah axel, davina dan bryan hanya diam saja, tidak ada obrolan sama sekali.


Sampai di rumah axel, davina ragu untuk masuk, ia masih terdiam di dalam mobil.


bryan yang melihat itu pun merasa bingung.

__ADS_1


"kita sudah sampai davina. Kok malah bengong sih." ucap bryan.


"eeh . .iya bry . ."ucap davina.


"looh, kok cuma iya saja, kenapa tidak turun." ucap bryan.


"emm . .. Aku tidak enak dengan bu adel bry, inikan rumahnya." ucap davina.


"sudah tidak apa-apa, tante adel baik kok. Ayo turun kita masuk barengan." ucap bryan.


Akhirnya davina pun turun dari dalam mobil, bryan jalan duluan dan di ikuti oleh davina di belakangnya.


Tokk . .tookkk . .toookkkk . ..


( bryan mengetuk pintu )


Pintu pun di buka oleh bik sarah.


"eeh den bryan, silahkan masuk den. ada mbak davina juga, ayo mari masuk." ucap bik sarah.


Mereka pun masuk dan mengikuti bik sarah.


"axel kemana bik," ucap bryan.


"tuan axel ada di kamarnya den." ucap bik sarah.


"silahkan duduk den, mbak davina. Sebentar saya panggilkan tuan axel." ucap bik sarah.


mempersilahkan duduk di ruang tamu.


"terimakasih bik." ucap bryan dan davina berbarengan.


Mereka berdua pun menunggu di ruang tamu.


"kamu kenapa diam saja vina," ucap bryan.


"aku tidak enak saja bry, bagaimana pun ini rumah ibu adel, aku segan." ucap davina.


"sudah kamu santai saja, jangan di fikirkan, lagian clara kan sahabat kamu," ucap bryan.


tok . .took . .tok . .


axel pun membuka kunci pintu kamarnya.


"iya bik, ada apa." ucap axel.


"di bawah ada den bryan dan mbak davina tuan." ucap bik sarah.


"sebentar bik, saya akan turun." ucap bryan yang hanya kepalanya saja yang keluar pintu.


"baik tuan." ucap bik sarah.


Bik sarah pun segera pergi memuju dapur,


Axel pun masuk kembali ke dalam kamar dan menutup pintunya.


"cla, di bawah ada davina, kita makan malam bersama saja ya nanti di bawah." ucap axel.


"iya xel." ucap clara.


"ayok aku bantu ke bawah." ucap axel tiba-tiba.


axel menggendong clara sampai di kursi roda yang ada di bawah.


Axel pun mendudukkan clara di kursi roda itu, dan mendorongnya ke ruang tamu.


"tumben pada kesini." ucap axel.


"gue kangen sama elo xel," ucap bryan bercanda.


axel langsung mengkerutkan dahinya.


Tiba tiba Axel melirik ke arah davina,

__ADS_1


"eem . .begini pak, saya ingin bertemu dengan clara," ucap davina.


Bryan pun tertawa melihat davina yang sepertinya takut terhadap axel.


"sudah, kamu tidak usah manggil saya bapak ketika lagi di luar kantor, panggil saja nama saya." ucap axel.


"baik pak, eeh maksud saya aa...axel." ucap davina yang masih kaku memanggil axel dengan namanya saja.


"ya sudah kalian mengobrollah. Saya tinggal dulu. Ayo bryan, ikut saya ke ruang kerja." ucap axel.


"siap komandan,...! cla, titip davina ya. Jangan sampai lecet." ucap bryan yang masih terdengar oleh davina.


claran mengangguk tersenyum.


Tinggallah mereka berdua, lagi asik ngobrol, tiba tiba adel datang.


Adel melihat clara sedang tertawa bersama davina pun menghampirinya.


"waah . .sepertinya seru sekali, sedang ngobrolin apa sih...?" ucap adel.


"enggak ngobrolin apa apa kok ma." ucap clara.


"sore bu adel." ucap davina.


"sore juga vina, oya vina kalau sedang di luar gini kamu tidak usah manggil saya ibu, panggil saya tante saja seperti bryan." ucap adel.


"ada apa sih, kenapa dengan pak axel dan bu adel hari ini. Kok aku di suruh manggil nama dengan pak axel, dan sekarang bu adel sengan sebutan tante..!" batin davina.


"looh kok kamu diam saja davina." ucap adel.


clara pun yang melihat davina melamun seketika menyenggol tangan davina.


"eeeh . . .ii..iiya bu..maksudnya tante." ucap davina merasa tidak enak.


Adel dan clara pun tersenyum.


"nanti ikut makan malam saja di sini sekalian ya vin." ucap adel.


davina mengangguk.


"ya sudah, saya tinggal dulu, kalian lanjutlah mengobrol." ucap adel.


"iya ma, " ucap clara.


"vina, ada hubungan apa kamu sama bryan, kenapa tiba tiba bisa bareng sama bryan..?" ucap clara penasaran.


"tadi dia memaksa mengantar ku ke bengkel, karena mobilku tidak datang datang. Sampai di bengkel rupanya tutup. Terus dia bilang mau kesini juga, jadi di ajak sekalian." ucap davina panjang lebar.


"vina, sepertinya kalian cocok deh." ucap clara tiba tiba.


davina terdiam.


"cla, aku numpang ke toilet ya. Toiletnya di sebelah mana cla..?" ucap davina tiba tiba.


Clara yang paham kalau davina menghindar, akhirnya menunjukkan toiletnya.


"kamu lurus saja, terus nanti sebelah kiri dekat tangga." ucap davina.


davina pun langsung berjalan ke arah toilet.


"sepertinya benar kata mama." batin davina.


Di dalam toilet, davina mencuci mukanya.


"tenang davina, clara pasti bercanda." batin davina.


Davina keluar dari toilet, dan menuju ke ruang tamu lagi.


Sementara Adel pun mencari bik ina ke dapur.


"bik, nanti masaknya agak banyak ya bik, bryan dan davina mau saya ajak makan malam bersama." ucap adel


"baik buk." ucap bik ina.

__ADS_1


....


....


__ADS_2