
Masih di meja makan.
Mama adel akhirnya menyudahi sarapannya.
"mau sampai kapan kamu memperlakukan istri kamu seperti ini xel." apa kamu ingin mengecewakan semuanya..?" sudah berulang ulang mama bilang sama kamu. Clara itu istri kamu. Ucap mama adel dengan nada marahnya.
axel hanya terdiam.
"axel berangkat dulu ma." ucap axel yang meninggalkan mamanya.
ia malas untuk berdebat pagi pagi.
mama adel memijat pelipis matanya, ia pusing memikirkan hubungan anak dan menantunya itu.
Mama adel pun menyusul clara ke dalam kamarnya.
Didalam kamar clara pun menangis, ia menumpahkan semua air mata yang ia tahan.
Tokk .. Toook . .took .
"cla, mama masuk ya." ucap mama adel.
Adel pun melihat clara yang sedang duduk di depan pintu balkon kamarnya, ia menikmati pemandangan pagi dengan meneteskan air mata.
Clara tidak sadar mama adel sudah berada di dekatnya.
Mama adel merasa sedih melihat clara menangis. Seolah seolah ia tau apa yang clara rasakan.
Mama adel memeluk clara dari belakang.
"maafin mama ya cla, mama sudah bicara sesikit tinggi tadi. Maafin axel juga ya cla, mama malu dengan kamu, begitu besarnya cinta kamu kepada suami kamu yang tidak berguna itu, dan betapa sabarnya kamu cla. Kamu mampu mencintainya selama ini." ucap mama adel yang ikut meneteskan air mata.
Clara yang tersadar mama adel yang memeluknya dan bicara seperti itu, akhirnya membalikkan badannya,
Clara pun langsung memeluk mama adel.
"ini bukan salah mama kok." ucap clara sambil terisak.
"kamu jangan menangis lagi ya cla. Mama jadi ikut sedih." ucap mama adel.
Clara mempererat pelukkannya.
Setelah tenang, mama adel melerai pelukannya.
"kalau begitu, kamu hari ini ikut mama ya cla." kamu siap siap." ucap mama adel.
Clara pun mengangguk tanpa bertanya mama adel ingin mengajaknya kemana.
Adel pun bersiap siap juga.
Tidak lupa ia mengorimin davina pesan.
Bu Adel :
"davina, tolong hari ini kamu kosongkan semua jadwal saya, karena saya tidak datang ke kantor. Saya ada urusan. Dan jika ada yang penting, tolong serahkan semuanya kepada axel. Terimakasih."
Davina yang mendengar notifikasi dari ponselnya segera membukanya. Dan membacanya.
Davina :
"baik buk, "
"waah, ada apa lagi ini, buk adel tidak masuk lagi." batin davina.
Mereka akhirnya sudah selesai dan sudah rapih.
"ayo sayang kita berangkat." ucap mama adel.
__ADS_1
clara mengangguk.
"pak ramli, kita langsung jalan saja, sesuai apa yang saya bilang tadi." ucap adel.
"bail buk." ucap pak ramli.
Adel tadi setelah keluar dari kamar clara langsung mencari pak ramli, ia memberi tau pak ramli kalau ia ingin pergi kemana saja.
"looh ma, ini kan jalan menuju rumah clara ma." ucap clara yang menyadari mereka menuju rumahnya.
"iya sayang, mama tau kamu pasti rindu dengan rumah kamu." ucap mama adel.
Clara tersenyum tulus kepada mama adel.
Bahagiahnya clara mempunyai mertua seperti mama adel. Yang sangat baik memperlakukannya.
Sampai di rumahnya pukul 11 siang, clara langsung membuka kunci rumahnya,
Ia masuk kedalam rumahnya, dan ia pun melihat foto foto ibunya yang.
"buk, clara rindu." batin clara sambil memeluk foto itu.
Adel yang melihat itu pun mengelus bahu clara.
"mama tau kamu merindukan ibu kamu cla. Nanti habis dari sini kita pergi ke makam ibu kamu ya." ucap mama adel.
"terimakasih ya ma, mama sangat mengerti perasaan clara saat ini." ucap clara.
"sama sama sayang." ucap mama adel.
Clara pun berbaring di atas kasur ibunya.
tidak terasa clara tertidur.
Mama adel yang melihat itu tidak tega membangunkan clara, ia membiarkan clara tidur dengan nyenyaknya.
Mama adel melihat lihat sekeliling rumah clara.
Tidak sengaja ia menjatuhkan sebuah buku diary. Adel pun mengambilnya karena ada tulisan nama clara di buku itu.
Perlahan adel buka, seketika ia terkejut melihat ada foto axel sewaktu masih sekolah.
"ternyata aku tidak salah menebak, clara memang menyukai axel dari dulu." batin adel yang tersenyum .
Adel pun meletakkan buku itu kembali.
lalu adel melihat ke arah clara yang masih tertidur dengan pulasnya.
Pak ramli pun sudah datang.
"buk, ini makanannya." ucap pak ramli menyerahkan makanan itu kepada adel.
"terimakasih pak." ucap adel.
Adel segera menyiapkan untuk makan siangnya.
Ia menata makanan itu di piring. Selesai menata makanan, adel pergi ke kamar yang clara tiduri.
Adel masih melihat clara tertidur, lagi lagi adel tidak tega membangunkannya.
Akhirnya adel menunggui clara di sofa hingga clara terbangun.
Jam 3 sore clara baru terbangun, ia melihat mama adel di sofa tertidur.
Dengan ragu clara membangunkan mama adel.
"ma," ucap clara pelan.
__ADS_1
adel pun yang mendengar itu pun terbangun.
"eeeh . . .maaf sayang, mama jadi ketiduran." ucap mama adel.
"iya ma gak apa apa kok." ucap clara.
"kalau begitu kita makan dulu ya cla, tadi pak ramli sudah membawakan makanan, mama ingin membangunkan kamu, tapi sepertinya kamu tidur dengan nyenyak, jadi mama tidak tega membangunkan kamu." ucap mama adel.
clara pun tersenyum dengan tulusnya.
"terimakasih ya ma." ucap clara sopan.
Sementara di kantor, axel merasa heran, semua pekerjaan mamanya do serahkan oleh davina ke padanya.
"tidak biasanya mama tidak masuk begini enggak ngasih tau. Apa mama masih marah dengan kejadian tadi pagi." batin axel bertanya tanya.
axel melangkah ke meja kerja davina.
"davina, kenapa mama tidak datang hari ini." ucap axel dengan nada sedikit kesal.
"tadi pesan ibu beliau ada urusan pak." ucap davina.
Seharian ini axel bawaannya marah marah di kantor, sudah capek, malah di limpahkan pekerjaan mamanya.
"bisa bisa aku tidak pulang kalau begini." batin axel.
Axel pun menuju ke meja bryan.
"bantu aku menyelesaikan pekerjaan mama bry." aku sudah sangat lelah hari ini." ucap axel masih dengan nada kesalnya.
bryan yang tau axel sedang kesal pun hanya mengangguk, ia malas untuk berdebat dengan axel.
Akhirnya mereka mengerjakan semua pekerjaan kantor di ruangan axel.
....
Kembali ke rumah clara.
"Cla, hari sudah semakin sore, kita langsung saja ke makan ibu kamu, nanti keburu malam." ucap adel.
"iya ma." ucap clara dengan nada bahagiahnya.
Adel dan clara pergi menuju makam ibu clara. Mereka sampai di sana pukul 4 sore.
Mereka pun berdo'a bersama sama.
Setelah itu mereka langsung pulang kerumah.
Sampai di rumah mereka sudah jam 5 sore.
Clara belum melihat mobil axel teparkir di tempat biasanya.
clara melihat ke sekelilingnya.
"sepertinya axel belum pulang." batin clara.
"cla, kamu mencari axel. Axel mungkin pulang agak malam cla. Coba kamu telpon saja." ucap mama adel.
Clara hanya mengangguk, adel tau clara sedang mencari keberadaan mobil axel.
"ma, clara masuk duluan ke kamar ya ma, cla mau mandi." ucap clara.
adel mengangguk dan tersenyum.
..........
.....
__ADS_1