
Clara sangat bahagiah mempunyai mertua yang sangat menyayanginya.
Clara yang masih di taman dengan mama adel, seketika ia mengingat kalau ia sudah meninggalkan rumahnya begitu lama.
"ma, apa boleh clara pulang ke rumah clara ma. Dan Ada beberapa barang yang clara mau ambil." ucap clara pelan,
"cla, ini juga rumah kamu, kamu boleh kesana, tetapi tidak untuk menginap. Jika kamu merindukan rumah dan ingin mengambil beberapa barang kamu, nanti mama bilang sama axel untuk mengantar kamu." ucap mama adel.
Sebenarnya clara kangen tidur di rumah itu, tetapi apa boleh buat, kini ia sudah menjadi seorang istri. Tidak mungkin ia meninggalkan suaminya hanya untuk menginap di rumahnya.
Hari sudah semakin siang, clara dan mama adel masuk kedalam rumah.
"cla, mama ke kamar dulu ya sayang, mama mau istirahat sebentar." ucap adel.
clara pun mengangguk lalu pergi ke ruang tv, ia menonton tv sendirian.
sampai di dalam kamar, adel segera mengambil ponselnya.
ia pun menelpon axel yang berada di dalam ruang kerjanya.
"mama." ucap axel sambil melihat ponselnya.
"iya ma, ada apa." ucap axel.
" xel, kamu itukan baru menikah, setidaknya kamu beri clara perhatian sedikit, jangan yang ada di otak kamu itu pekerjaan terus. Clara juga butuh kamu xel, mama hanya mengingatkan kamu. Sekarang kamu temanin istri kamu itu," ucap adel tanpa basa basi.
"iya ma." ucap axel dengan malas.
mama adel terlebih dahulu mematikan sambungan telponnya.
__ADS_1
"hmm, sebenarnya yang anak mama itu siapa sih. kenapa sekarang mama lebih perhatian kepada dia. Terus kenapa juga mama pake menelpon segala, kan bisa tinggal datang saja kesini." protes axel di dalam hatinya.
ia pun menghela nafasnya.
Axel pun segera menutup laptopnya, ia segera mencari sosok clara, namun tidak kelihatan.
"bik sarah, lihat clara tidak bik." ucap axel.
"sepertinya tadi non clara berjalan menuju ruang tv tuan." ucap bik sarah.
"terimakasih bik." ucap axel sambil berjalan ke ruang tv.
axel memang anak yang sopan. Itu semua berkat didikan dari papa dan mamanya dulu.
ia selalu di ajarkan untuk menghormati yang lebih tua, dan tidak membeda-bedakan statusnya.
"eheeemmm...." axel berdehem agar clara melihat kedatangannya.
"mama tadi katanya mau istirahat sebentar." ucap clara sambil melihat dan tersenyum kepada axel.
axel pun langsung mengalihkan pandangannya ke tv.
Axel pun duduk tanpa berkata-kata lagi. Ia ikut melihat apa yang di tonton oleh clara.
Sampai sudah setengah jam lamanya, axel merasa bosan, ia segera berdiri meninggalkan clara.
Seketika clara langsung menoleh, ia menatap punggung suaminya itu.
Rupanya axel pergi ke kamar mamanya.
__ADS_1
"tok..took . .tookk ...
" ma," ucap axel memanggil mamanya.
"masuk saja xel, tidak di kunci." ucap mama adel.
"kamu kenapa kesini xel, tadi mama menyuruhmu untuk menemani istri kamukan." ucap mama adel.
"axel bosen ma," ucap axel sambil menuju sofa yang ada di kamar mamanya dan memeluk mamanya.
"kamu ini masih saja manja, sudah punya istri juga. Sana peluk saja istrimu." ucap mama adel kepada anaknya itu.
axel pun hanya tersenyum dan melepas pelukannya.
" ada yang mama mau bicarain sama kamu." ucap mama adel.
"kamu kapan mau mengajak clara berbulan madu, mama ingin segera memiliki cucu." ucap mama adel.
axel pun terkejut mendengarnya.
"ma. Bisa tidak jangan membahas itu dulu. Axel juga lagi sibuk ma, apa lagi mama memaksa axel libur 1 minggu begini, kerjaan axel sudah menumpuk ma " protes axel.
"masalah pekerjaan, kamu jangan pikirin, ada mama di sini. Kamu buat istri kamu bahagiah xel, mama belum melihat keceriaannya lagi setelah ibunya meninggal." ucap mama adel.
Axel hanya menjawab "iya ma."
axel kini menyesal sudah mencari mama adel,
ia tidak menyangka mamanya akan bicara seperti itu dan meminta cucu.
__ADS_1
mama adel yang melihat kepanikan di wajah axel, seketika ingin tertawa, hanya saja ia tahan.
.....