
Tidak terasa , kini sudah jadwal kepulangan mereka semua,
Sesuai perkataan davina kepada bryan, mereka akan pulang bersama dengan axel dan clara.
Kini mereka sudah berada di bandara dan menunggu jet pribadi.
Mama adel yang mengirimkan jet pribadi atas permintaan axel kali ini.
Sebab, axel tidak pernah mau jika pergi kemana mana menggunakan jet pribadi, ia lebih nyaman menggunakan pesawat.
Tapi karena terkendala clara kurang sehat, jadi axel meminta mamanya mengirimkan jet pribadi untuk menjemputnya.
Ia tidak mau clara sampai lelah seperti kemarin.
Axel dan clara pun tidak lupa membawa oleh oleh untuk mama adel dan para pekerja di rumahnya.
kini waktu penerbangan jet pribadi pun tiba.
Axel dan yang lain pun segera masuk kedalam jet pribadi milik adel.
Tidak membutuhkan waktu yang lama, mereka semua pun sudah terbang.
Di dalam perjalanan, clara hanya tidur saja.
Soalnya kondisi tubuhnya yang belum sepenuhnya sehat.
lain hal nya dengan davina.
Ia selalu memperhatikan sahabatnya itu, yaitu clara.
Ia sangat khawatir dengan keadaan clara. Walaupun dokter sudah mengatakan hanya kelelahan dan perubahan cuaca.
bryan yang melihat itu pun segera memegang tangan davina dan menggenggamnya.
"semua akan baik baik saja sayang, clara pasti tidak akan apa apa." ucap bryan menenangkan davina.
"istirahatlah." ucap bryan.
Davina pun memejamkan matanya.
Axel tidak bisa tidur, ia sangat khawatir dengan kondisi clara yang belum sehat.
Axel dengan setianya mengusap perut clara dan memeluk tubuh clara yang tidur di dalam pelukannya.
Tidak membutuhkan waktu yang lama seperti berangkat kemarin.
__ADS_1
Kini mereka sudah sampai di bandara.
Mereka sampai pukul 20.30 wib.
Axel pun membangunkan clara, begitu juga dengan bryan.
Mereka pun segera keluar dari jet pribadi.
Di dalam bandara, ternyata axel melihat pak ramli yang sudah menunggu.
Axel dan yang lain pun menghampiri pak ramli.
"pak ramli," ucap axel.
"selamat datang kembali tuan." ucap pak ramli.
"pak, tolong kopernya masukin kè bagasi ya pak." ucap axel.
"kalian bareng kami saja." ucap axel kepada davina dan bryan.
"gak usah xel, kita sudah pesan taxi kok." ucap davina.
"baiklah, kalian hati hati, kalau begitu aku dan clara duluan." ucap axel.
Di dalam mobil menuju rumah, clara melihat penjual bakso.
axel yang melihat itu pun bertanya.
"kamu mau." ucap axel.
Clara mengangguk.
"pak ramli, nanti berhenti di bakso depan ya pak." ucap axel.
"bail tuan axel." ucap pak ramli.
Pak ramli pun berhenti, axel keluar dan memesan bakso.
Tidak tanggung tanggung, axel memesan 10 bungkus bakso.
"xel, kenapa banyak sekali." tanya clara.
"ini buat yang lain juga sayang, buat pak ramli, pak agus, bibik. Dan mama." ucap axel.
Clara mengangguk mengerti.
__ADS_1
"jalan pak, kita langsung pulang saja." ucap axel.
"baik tuan." ucap pak ramli.
Sampai di rumah, mama adel sudah menunggu,
"clara pun langsung memeluk mama adel.
Sementara axel membantu pak ramli mengangkat koper.
"cla sangat rindu dengan mama." ucap clara masih memeluk adel.
"mama juga rindu kamu sayang." ucap mama adel.
adel sangat senang, clara dan axel sudah kembali.
Adel pun sudah menyiapkan tempat liburan untuk semuanya, adel berniat membawa bibik dan yang lain.
Adel akan membawa mereka semua bulan depan untuk liburan.
akan tetapi adel belum memberi tau mereka semua.
"ma, itu ada bakso banyak banget." ucap clara.
"cla, kenapa banyak banget." tanya mama adel.
"itu ma, kata axel biar di bagi dengan yang lain." ucap clara.
"pak ramli, tolong yang ini bagikan kepada yang lain." ucap adel.
"baik buk, terimakasih banyak." ucap pak ramli.
"sama sama pak." ucap adel.
Pak ramli pun segera membagikannya, karena semua orang di sana belum tidur.
axel dan clara mengajak mama adel makan bakso terlebih dahulu.
Selesai makan bakso, clara dan axel pamit ke dalam kamar untuk bersih bersih dan istirahat.
sementara bryan dan davina baru sampai di apartemen milik bryan.
Dan mereka pun segera beristirahat setelah menempuh perjalanan jauh.
...
__ADS_1