
Hari pun sudah semakin sore, clara kini tertidur di sofa kamar davina.
Jam menunjukkan pukul 5 sore, pintu kamar davina pun ada yang mengetuk.
"tok . .tokk . .tokk. . .
Davina yang baru selesai mandi pun membuka pintu,
"eeh . .bryan. Kamu sendirian . .?" tanya davina.
"aku bersama tante adel sayang, itu dia sedang berjalan kemari." ucap bryan.
Adel pun sampai di depan pintu davina.
"dimana clara nya vina..?" tanya adel.
"clara lagi tidur tante di dalam, ayo masuk tante." ucap davina.
"kalau begitu kamu tolong jaga clara dulu ya vin, tante mau mencari axel." ucap adel.
"iya tante," ucap davina.
Adel pun pergi menuju kamar axel.
"mau ngapain kamu bryan." ucap davina.
"aku mau masuklah sayang."ucap bryan dengan entengnya.
"lebih baik kamu kembali ke kamar kamu, clara butuh menenangkan diri juga, aku takut kamu mengganggunya." ucap davina.
Bryan hanya bisa mengjela napasnya.
"baiklah sayangku." ucap bryan.
Davina langsung menutup pintu kamarnya.
"galak amat vin jadi orang." batin bryan.
Sementara di kamar axel, mama adel sudah mengetuk pintu dan di buka oleh axel.
"mama, " ucap axel terkejut dan panik.
"kamu apakan menantu kesayangan mama itu.?" tanya adel dengan nada marah.
"axel gak ngapa ngapain kok ma." ucap axel masih santai.
"kamu pikir mama tidak tau kalau clara menangsi dan pergi dari kamar ini." ucap adel semakin marah.
"axel hanya menyuruhnya untuk berhenti bekerja ma." hanya itu." ucap axel.
"apa yang membuat kamu ingin clara berhenti bekerja." ucap adel.
"axel tidak mau terjadi apa apa dengan clara ma, irish ada di indonesia." ucap axel jujur.
"apa kamu masih berhubungan dengan dia lagi .?" tanya adel.
"gak ma, axel berani sumpah. Axel hanya tidak ingin irish menyakiti clara nantinya jika tau clara adalah istri axel ma. Axel mohon dengan mama untuk membujuk clara agar berhenti bekerja ma."" ucap axel.
Mama adel menghela napasnya. Dan memijat pelipisnya, ia sudah pusing dengan pertengkaran anak dan menantunya itu.
"ma . .. Axel mohon ma.." ucap axel dengan penuh permohonan.
adel hanya diam saja.
"ma . . ." ucap axel.
"apa yang harus mama katakan xel dengan clara,.?" tanya adel.
Mau tidak mau adel membenarkan apa kata axel, karena irish bisa melakukan apa saja untuk menyingkirkan apa yang dia mau.
__ADS_1
"mama pasti tau apa yang akan mama katakan kepada clara ma." ucap axel dengan memohon.
"hmm . .baiklah xel, mama akan mencobanya, akan tetapi mama tidak janji." ucap adel.
"trimakasih ma," ucap axel sambil memeluk mamanya.
"nanti kamu bujuk clara untuk pulang, dia sekarang berada di kamar davina." ucap mama adel.
Axel pun mengangguk.
Tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 7 malam, itu tandanya mama adel memarahi putranya itu sudah sangat lama.
Sementara di dalam kamar davina, clara baru saja terbangun,
"vina," ucap clara memanggil davina yang tidak jauh dari sofa tempat clara tidur.
davina pun mendekat.
"eeh tuan putri sudah bangun," goda davina.
Clara tersenyum.
"cla, ada apa dengan kamu." tanya davina.
"axel menyuruh aku berhenti bekerja vin setelah pulang dari sini." tapi aku sangat menyukai pekerjaan ku." ucap clara dengan nada sedihnya.
"cla, mungkin axel mempunyai alasan. Seperti mungkin dia ingin kamu cepat hamil, dan agar kamu tidak lelah." ucap davina.
"tapi dia tidak bilang apa alasannya vin, dia membentakku tadi." ucap clara.
"yasudah, kamu mandi dulu sana, baju kamu kan masih ada yang tertinggal di koper ku waktu itu. Habis itu kita makan dulu, pasti kamu belum makan sama sekali dari tadi pagi." ucap davina.
Clara mengangguk setuju.
clara pun bergegas ke kamar mandi.
Selesai mandi, mereka berdua makan malam.
Setelah davina membukanya ternyata axel yang datang.
"vin, apa clara ada di sini..?" tanya axel pura pura tidak tau.
"masuk xel." dia lagi makan. Sepertinya dia tidak makan dari pagi." ucap davina.
Axel pun masuk dan menunggu di ruang tamu.
"siapa vin." ucap clara.
"suami kamu. Lebih baik nanti kamu temui dia cla, ajak bicara dengan kepala dingin." jawab davina.
Clara mengangguk.
Selesai makan, clara malah duduk saja, sebenarnya clara males bertemu dengan axel.
Akan tetapi davina membujuknya.
"cla, kenapa masih di sini..?" tanya davina.
"aku males bertemu dengan axel vin." ucap davina.
"cla, bagaimana pun dia tetap suami kamu. Gak baik mengabaikan suami walaupun sedang marah." ucap davina.
Davina pun menarik clara ke ruang tamu.
"xel, cla, aku tinggal ya." ucap davina lalu pergi masuk kedalam kamarnya.
Clara hanya duduk diam saja.
"cla, kita kembali ke kamar kita ya, biar davina istirahat." ucap axel membujuk clara.
__ADS_1
Akan tetapi clara hanya diam saja.
"cla, aku minta maaf, kita kembali ke kamar kita ya." ucap axel lagi.
Tiba tiba clara memegangi perutnya, dia merasakan sakit,
Axel melihat itu,
"cla, kamu kenapa..?" tanya axel.
Clara hanya diam saja dan menggeleng. Clara pun berdiri menahan sakit pada perutnya.
Clara meninggalkan axel menuju pintu. Clara masih memegangi perutnya yang sakit.
Axel pun berdiri dan mengikuti clara dari belakang, sesekali axel memanggil namanya.
Sampai di depan pintu kamar, clara langsung masuk dan segera membaringkan tubuhnya, clara masih menahan sakit perut.
Axel pun tidak tega. Axel mencoba bicara kepada clara.
"cla, kamu kenapa, apa ada yang sakit." ucap axel lagi.
Clara pun sudah tidak tahan dengan sakitnya.
ia meneteskan air mata kembali.
"cla, kamu kenapa." ucap axel panik.
"perutku sakit xel." ucap clara.
"kita kerumah sakit ya.." ucap axel.
Clara menggeleng.
Axel segera menelpon mama nya.
"hallo ma . ." ucap axel.
.....
"apa mama ada kenalan dokter di dekat sini...?" tanya axel.
"tolong hubungi dokter itu ma, clara sakit perut. Axel ajak kerumah sakit tidak mau." ucap axel.
.....
"axel tunggu ma." ucap axel lalu mematikan sambungan telponnya.
Tidak lama mama adel datang bersama temannya yang seorang dokter umum.
"masuk ma, ucap axel." mempersilahkan masuk kedalam kamar.
"kenapa clara bisa seperti ini xel . .?" tanya mama adel.
"axel juga gak tau ma. Pas axel jemput clara di kamar davina, ia sudah memegangi perutnya. Axel tanya tapi tidak di jawab." ucap axel.
Dokter pun segera memeriksa keadaan clara.
"adel, sepertinya asam lambung clara kambuh. Ini aku berikan obat. Clara juga harus banyak istirahat, sepertinya dia kelelahan juga." ucap sang dokter kepada adel.
"apa kita bisa bicara sebentar del," ucap teman adel itu.
adel mengangguk.
"kalau begitu tante permisi dulu ya axel. Tolong jaga istri kamu." ucap dokter itu.
Axel pun mengangguk.
"mama antar tante mega dulu ya xel." ucap mama adel.
__ADS_1
.....