Diam - Diam Mencintai Suamiku

Diam - Diam Mencintai Suamiku
Bab 131


__ADS_3

Tidak lama bryan datang,


"kenapa ma." tanya bryan.


"davina ingin ke kamar mandi bry." ucap mama.


Bryan pun dengan sigap langsung menggendong davina.


Sementara mama bryan menyiapkan pakaian davina.


Di dalam kamar mandi, davina meneteskan air matanya.


"sayang, kamu kenapa." ucap bryan.


"aku merasa gak enak dengan mama," maafin aku ya bryan." ucap davina dengan sedih.


"sudah, tidak apa apa sayang, mama kesini karena ingin dekat dengan kita, dan calon cucunya." ucap bryan sambil menghapus air mata davina.


davina mengangguk.


"kamu mau mandi sendiri apa aku mandikan." tanya bryan.


"aku bisa mandi sendiri bry, kamu keluar ya." ucap davina.


Bryan tersenyum dan mengangguk lalu keluar.


"bry, kenapa kamu tinggalin davina sendirian." tanya mama.


"davina bisa kok ma, hanya saja jika berjalan tubuhnya masih lemas." ucap bryan.


"ini pakaiannya." ucap mama sambil memberikan pakaian davina kepada bryan.


"terimakasih ya ma." ucap bryan.


Bryan pun kembali ke kamar mandi dan meletakkan pakaian davina.


"sayang, ini pakaiannya aku letak di sini ya, agar tidak jauh dari kamu." ucap bryan.

__ADS_1


Davina mengangguk.


Selesai mandi, davina mencoba berjalan keluar kamar mandi.


Sampai di depan pintu kamar mandi, davina berpegangan sangat erat di pintu.


Mama bryan yang melihat itu pun segera memegangi davina, dan memapahnya keatas tempat tidur.


" terimakasih ya ma." ucap davina.


"sama sama vina, lain kali kamu panggil bryan ya." ucap mama bryan merasa khawatir.


"iya ma," ucap davina sambil menunduk.


davina pun duduk menyender di atas tempat tidur.


Ia melihat makanan di atas meja yang di bawa oleh mama bryan.


Davina pun menutup matanya dan menarik napas lalu di hembuskannya.


"aku tidak boleh ngecewain mama, bagaimana pun aku hatus bisa memakannya." batin davina.


"sayang makan dulu ya." ucap bryan yang baru datang dari arah luar.


"biar mama saja yang nyuapin davina." ucap mama bryan.


Davina pun bingung.


Akhirnya ia menerima suapan pertama dari mama bryan.


suapan pertama sampai ke 3 aman.


Ketika mama bryan memberikan suapan ke 4, davina sudah benar benar tidak bisa menahan mualnya lagi.


"uwweeeeekk.."


Davina pun dengan tubuh yang lemas lari kedalam kamar mandi.

__ADS_1


Sampai di dalam kamar mandi, davina memuntahkan isi perutnya.


"uweeek . .. Uweeeek..."


Mama bryan dan bryan pun membantu davina.


Davina pun meneteskan air matanya dan menyender kepada mama bryan.


"sayang, anak papa jangan buat mama mual ya. Biarkan mama makan dulu dan istirahat." ucap bryan sambil mengelus perut davina.


"sayang, kamu jangan nangis. Nanti anak kita sedih." ucap bryan.


Akhirnya bryan menggendong davina dan membaringkannya di atas kasur.


"minum Vitamin dan obatnya dulu ya sayang, biar gak mual lagi " ucap bryan.


Bryan pun memberikan obat dan vitaminnya.


Sedangkan mama bryan memberikan air minum buat davina.


"vina, sekarang kamu istirahat ya." ucap mama bryan.


"iya ma, maaf sudah merepitkan semuanya." ucap davina.


"hey sayang, gak ada yang merasa di repotkan, jadi stop ngomong gitu." ucap bryan.


Tidak lama davina tidur akibat efek obat yang dia minum.


Sedangkan mama bryan dan bryan pun mengobrol di ruang tamu.


"bry, mama khawatir dengan kondisi davina yang sedang hamil saat ini." ucap mama bryan.


"ma, kata dokter davina tidak apa apa." harus banyak istirahat." ucap bryan.


"jika ada kerjaan kamu di luar kota, mintalah kepada axel mencari pengganti kamu, mama khawatir jika kamu pergi dengan kondosi davina yang begini." ucap mama bryan.


"iya ma, bryan sudah pikirkan itu." ucap bryan.

__ADS_1


.....


__ADS_2