Diam - Diam Mencintai Suamiku

Diam - Diam Mencintai Suamiku
Bab 33


__ADS_3

Axel yang sedang mengantri membeli ayam goreng, tidak sengaja bertemu dengan seorang wanita.


"axel,,,apa kabar kamu, sudah lama kita tidak bertemu...!" ucap wanita itu.


Axel pun terkejut dan tidak asing dengan wanita itu,


Wanita itu adalah iren yang merupakan mantan axel sewaktu masih sekolah.


"iren,,,!" ucap axel terkejut.


"seperti yang kamu lihat, aku baik-baik saja." kamu sendiri apa kabar." ucap axel basa basi.


"aku baik xel. Kamu dengan siapa..?" tanya iren.


"aku dengan mama," ucap axel dengan malasnya.


"ooh . .dimana tante xel," ucap iren.


".mama menunggu di mobil,.kalau begitu aku duluan ya, pesanan ku sudah selesai." ucap axel yang sengaja menghindar.


axel pun segera pergi dan mengambil ayam goreng pesanannya.


Iren pun tidak sengaja melihat jari manis axel yang sudah terpasang cincin.


"sepertinya dia sudah menikah. Xel, semoga kamu bahagiah ya xel," batin iren.


Rupanya clara melihat itu semua dari dalam mobil. Clara memperhatikan interaksi axel dan wanita itu, Sampai sampai mama adel bicarapun tidak di dengar oleh clara.


"siapa wanita itu, sepertinya ia sangat dekat dengan axel. Tapi tunggu dulu, sepertinya juga aku tidak asing dengan wajahnya," batin clara.


"cla, . ." ucap mama adel yang langsung menyentuh bahu clara.


Clara pun tersadar.


"eeh iya ma."


"kamu lihatin apa sih dari tadi sayang. Mama ajak bicara kamu diam saja." ucap mama adel.


"enggak lihatin apa-apa kok ma." ucap clara tersenyum.


"apa aku bertanya saja dengan mama ya..! Atau aku bertanya langsung kepada axel...!" batin clara bertanya tanya.


Axel pun masuk ke dalam mobil.


"kok lama xel, ngantri ya..?" ucap mama adel.


"iya ma ngantri, terus tadi tidak sengaja bertemu teman lama sebentar." ucap axel.


mama adel mengangguk.


Mama adel yang tidak sengaja melihat ke arah jendela mobil, ia melihat seorang wanita sedang berjalan ke arah mobil yang teparkir di seberang mobil axel.


"sepertinya itu iren, berarti axel bertemu dengan iren tadi, pantas saja pas aku tanya axel sedikit gelagapan. Apa jangan jangan clara melihatnya tadi." batin mama adel.


"ma, kita langsung pulang kan ma." ucap axel.


"cla, apa kamu ada yang mau di beli lagi." ucap mama adel.


"enggak ada ma, kita pulang saja, cla ingin istirahat." ucap clara.


"kita pulang saja xel, sepertinya istri kamu sangat lelah." ucap mama adel.


axel mengangguk.

__ADS_1


axel pun melanjutkan perjalanan pulang ke rumah.


Di dalam perjalanan clara masih bertanya tanya dalam hatinya,


"siapa wanita itu, kenapa seperti mengenal axel lebih dekat. Dan sepertinya tidak asing juga, apa aku mengenalnya." batin clara.


Sampai di rumah, axel mendudukkan clara di kursi rodanya.


kini gantian yang mendorong clara masuk ke dalam rumah adalah adel.


Cla, kamu mau ke kamar apa mau untuk menunggu makan siang di sini." ucap mama adel.


Cla pengen ke kamar ma, cla mau ganti baju dulu dan istirahat sebentar." ucap clara.


rasanya clara ingin bertanya kepada mama adel, tapi ia urungkan.


Mama adel mendorong clara sampai di dekat tangga, axel yang baru masuk pun melihat mamanya dan clara sedang menunggunya.


Seolah olah paham clara ingin ke kamar, axel pun menggendongnya.


Sampai di dalam kamar, axel mendudukkan clara di atas tempat tidur.


"cla, kamu makan di kamar saja ya." ucap axel tiba tiba.


"tapi nanti mama makan sendirian. Aku tidak enak dengan mama xel." ucap clara.


" kamu tidak usah pikirkan itu, mama juga pasti mengerti cla." ucap axel yang semakin peduli kepada clara.


Clara pun mengangguk menurut.


"kamu mau ganti baju." ucap axel.


"iya xel, pakai baju ini gerah banget." ucap clara.


"sini aku bantu." ucap axel tiba tiba.


"maaf xel . ." ucap clara sambil menunduk.


"maaf kenapa." ucap axel.


"maaf sudah banyak merepotkan kamu. Seharusnya aku sebagai istri yang mengurus kamu , ini malah sebaliknya." ucap clara sedih.


Kini clara tidak dapat lagi membendung air matanya agar tidak terjatuh.


axel yang melihat clara menangis, ia segera memeluk clara dengan reflek nya. Dan mengusap air matanya.


"xel . ." ucal clara.


Axel pun melepas pelukannya.


"maaf cla, aa..a.aku hanya ingin menenangkan mu." ucap axel dengan salah tingkah.


Clara pun tersenyum . .


"xel . . .maaf juga, aku telah masuk kekehidupan kamu," ucap clara,


axel hanya diam.


"aku ke bawah sebentar," ucap axel.


axel pun mengambilkan makanan untuk clara.


Selesai makan clara pun minum obat dan istirahat.

__ADS_1


Axel merebahkan tubuhnya di atas sofa sambil memainkan ponselnya.


tidak terasa axel pun tertidur.


Hari pun sudah sore. Clara sudah terbangun dari tidurnya, ia melihat axel masis tertidur.


Mama adel pun melihat clara di kamarnya.


Tok .. Tokk .. Toook..


"cla . . Xel . . ." ucap mama adel.


"masuk saja ma.." ucap clara.


Mama adel pun masuk, ia melihat axel sedang tidur di sofa.


"looh cla, kenapa axel tidur di situ.." ucap mama adel.


"mungkin axel ketiduran ma, itu aja game di ponselnya masih nyala." ucap clara.


Mama adel menggelengkan kepalanya.


"cla, gimana kaki kamu dan luka kamu ...?" ucap mama adel.


"sudah mendingan kok ma, lukanya juga sudah mulai kering, axel selalu membantu cla untuk memberikan salep pengering luka." ucap clara.


mama adel tersenyum.


"mama bangun kan axel ya cla." hari juga sudah sore."


"enggak usah ma, axel pasti lelah. Biarin saja dulu ma, cla juga belum ingin ke kamar mandi." ucap clara.


"axel sangat beruntung cla, mempunyai istri seperti kamu. Yang sabar, pengertian." ucap mama adel.


"cla yang sangat beruntung ma, mempunyai suami yang perhatian dan mama mertua yang baik banget." ucap clara.


Mama adel pun memeluk clara.


"ma,." ucap clara.


seketika mama adel melepaskan pelukannya.


"iya sayang, kenapa.." ucap mama adel.


"nanti davina mau kesini ma, apa tidak apa-apa ma." ucap clara.


"enggak apa-apa kok sayang kalau dia mau kesini." ucap mama adel.


"terimakasih ya ma." ucap clara tersenyum tulus.


"sama-sama sayang. Davina itu anak yang baik. Mama berharap dia bisa berjodoh dengan bryan." ucap mama adel.


"maksud mama." ucap clara.


"bryan dari dulu sudah menyukai davina, akan tetapi davina tidak pernah tau itu, bryan rela melakukan apapun untuk davina cla. Semua yang di lakukan bryan tanpa sepengetahuan davina. Sampai saat ini bryan tidak mau mengungkapkannya." ucap mama adel.


"ma, cla juga mendukung apa bila bryan dengan davina." ucap clara.


"cla, kamu jangan cerita ke davina ya. Biarkan bryan berjuang sendiri. Mama takut apa bila davina mengetahuinya, ia akan menjauhi bryan." ucap mama adel.


"iya ma." ucap clara tersenyum.


....

__ADS_1


__ADS_2