Diam - Diam Mencintai Suamiku

Diam - Diam Mencintai Suamiku
Bab 35


__ADS_3

Sementara di ruang kerja axel.


"bry, elo kok bisa barengan sama davina sih..?" tanya axel.


bryan pun tersenyum.


"ya bisalah, apa sih yang enggak bisa seorang bryan lakukan..!" ucap bryan.


"yang elo enggak bisa lakukan itu mendapatkan seorang istri." ucap axel mengejek.


"elo tunggu aja tanggalnya. Pasti gue bisa menikah dengan davina." ucap bryan percaya diri


"gue tunggu ucapan elo bry . .!!" ucap axel.


"oke, tapi gue ada syarat." ucap bryan.


"kok elo sih yang ngajuin syarat..!"


"ya iyalah xel, gimana..?"


"apa syaratnya.?"


"mulai sekarang elo harus bisa menerima clara sebagai istri elo, ini demi kebaikan elo juga xel, gue enggak mau elo menyesal di kemudian hari." ucap bryan.


axel nampaknya berfikir dengan ucapan bryan.


"benar juga kata bryan, bagaimanapun clara sudah menjadi tanggung jawab gue, dia istri sah gue." tapiii eeh tunggu dulu, kenapa gue mikirin ini sih." batin axel.


"eeh xel, bengong aja elo, gimana." ucap bryan.


"kenapa jadi bahas gue, kan gue lagi bahas elo..!" ucap axel mulai kesal.


"gimana di kantor, aman kan selama gue dan nyokap gue enggak ada..? " tanya axel.


"aman kok xel, selagi masih ada gue." ucap bryan dengan bangganya.


Mereka pun tertawa.


jam makan malam pun sudah tiba, mereka semua sudah di ruang makan.


Mama adel duduk di tengah, axel dan clara duduk bersebelahan.


sedangkan bryan dan davina duduk di depan axel dan clara.


clara pun mengambilkan makanan untuk suaminya, akan tetapi kesusahan dengan ke adaannya.


"aku ambil sendiri saja." ucap axel kepada clara.


clara mengangguk.


"ngambil untuk dirinya sendiri saja susah, ini mau mengambilkan ku." batin axel sambil menghela nafasnya.


Axel pun tidak tega, ia juga mengambilkan untuk clara, semua yang melihat itu pun tersenyum.


Mereka makan dengan nikmatnya.


tiba tiba adel bersuara.


"bryan, davina, tante lihat lihat kalian cocok, kenapa tidak menikah saja." ucap adel yang mengagetkan davina


davina pun tersedak makanan, bryan dengan spontannya langsung memberikan air minum.


Davina terdiam.


"tadi clara, ini sekarang bu adel." ada apasih dengan hari ini, apa merwka salah makan..?" batin davina.

__ADS_1


"maunya tante, tapi mana mau dia sama aku." ucap bryan dengan semangatnya.


Davina pun hanya menunduk mendengarkan ucapan bryan.


"apa apan sih kamu bryan, awas saja kamu nanti." batin davina.


Selesai makan malam, mereka semua mengobrol, tapi tidak dengan davina dan clara, mereka memilih mengobrol terpisah dan hanya berdua saja. Davina dan clara mengobrol di ruang tv.


karena mama adel , axel , dan bryan mengobrol masalah pekerjaan di ruang tamu.


"cla, apa aku boleh bertanya sesuatu..? " tanya davina.


"kamu mau bertanya soal apa vina." ucap clara.


"ada apa dengan kamu dan bu adel, kenapa tiba tiba bicara seolah olah ingin menjodohkan ku dengan bryan." ucap davina.


Clara pun tersenyum.


"sudah jangan kamu fikirin, enggak ada apa apa kok vin, ya sudah kita bahas yang lain saja. " ucap clara sambil tersenyum.


"hayoo, kamu dan pak axel sudah ngapain saja." ucap davina tiba tiba menggoda clara.


"kok malah bahas aku sih." ucap davina.


"sidah, jawab saja, aku penasaran." ucap davina.


"eeem . .. Aku masih menunggu axel bisa menerimaku dengan tulus vin. Aku tidak mau axel menerimaku karena terpaksa. Jadi aku belum ngapa ngapain." ucap clara menjelaskan.


Clara sangat mempercayai davina, sehingga ia sering curhat atau pun cerita dengan davina, begitupun sebaliknya.


"cla , nanti juga axel akan menerima kamu kok, kamu yang sabar saja dulu." ucap davina.


Clara pun tersenyum.


"aku juga tidak tau kenapa axel berubah vin, ingin rasanya aku bertanya dengannya, dan memberi tau pesan yang dikirimkan kepada ku melalui ponselnya, akan tetapi ponselku rusak, dan aku tidak berani untuk bertanya." ucap clara.


"nanti aku akan coba vin, tunggu waktu yang pas. Lagian axel akan berangkat minggu depan vin bersama bryan." ucap clara.


"mau kemana mereka cla. Kok aku tidak tau." ucap davina.


"mereka akan ke kota Z, ada anak perusahaan di sana yang mengalami masalah." ucap clara.


davina mengangguk.


Sementara di ruang tamu, axel, mama adel dan bryan yang asik mengobrol tentang pekerjaan tersadar, karena davina dan clara tidak kelihatan dari tadi.


mama adel pun mencari clara dan davina ke ruang tv.


"wah . .wah . .ternyata anak mama di sini, mama cariin .." ucap adel.


"iya ma, cla lagi mengobrol dengan davina, cla takut ganggu mama dan axel yang lagi mengobrol tentang pekerjaan bersama bryan." ucap clara.


mama adel tersenyum.


"enggak apa apa kok cla, tapi sepertinya kalian sedang mengobrol serius, emang ngobrolin apa sih." ucap mama adel.


"ngobrolin tentang davina ma." ucap clara spontan.


davina pun tersenyum ke arah adel.


sementara axel dan bryan menyudahi obrolan mereka, bryan pamit pulang.


"davina, ayo aku antar kamu pulang, hari sudah malam." ucap bryan tiba tiba.


Davina pun pamit kepada mereka semua.

__ADS_1


Mereka mengantar davina sampai di depan pintu.


Dalam perjalanan pulang, bryan mencoba untuk mengobrol dengan davina.


"vina, apa aku boleh ngomong sesuatu." ucap bryan, davina melihat ke arah bryan.


mereka terdiam beberapa saat.


"kamu mau ngomong apa sih bry." ucap davina.


"eemm . . Itu . .emm . ." ucap bryan terbata bata.


"aamm . .emm ... Am..emmm..mau ngomong apa sih bry sebenarnya..? Gak jelas banget." ucap davina.


"itu, kamu mau ikut minggu depan ke kota Z gak." ucap bryan, yang sebenarnya bukan itu yang mau di omongin.


"pekerjaan ku masih banyak bry, besok saja sepertinya aku lembur." ucap davina dengan nada lelahnya.


"kalau pekerjaan kamu sudah selesai apa mau kamu ikut." ucap bryan.


"emm .. . Lihat nanti ya bry." ucap davina.


bryan mengangguk.


"yees . Ada peluang gue." batin bryan sambil tersenyum.


Bryan pun telah sampai di rumah davina.


"terimakasih ya bry, maaf aku tidak nawarin kamu masuk, hari sudah malam." ucap davina.


"iya sama sama, enggak apa apa kok vin, kalau begitu aku pulang ya." ucap bryan.


"iya hati hati." ucap davina.


Davina pun masuk kedalam rumah, bryan langsung melajukan mobilnya.


..............


Di rumah axel,


Mereka semua masuk ke kamar masing masing untuk istirahat.


Didalam kamar axel, axel belum tidur, ia masih duduk bermain ponselnya.


clara pun juga belum memejamkan matanya.


"cla," ucap axel.


"iya."


"minggu depan aku akan berangkat ke kota Z. Kamu sama mama dulu ya..!" ucap axel.


"iya xel, mudah mudahan aku sudah sembuh sebelum kamu berangkat. Jadi aku tidak ngerepoti siapa siapa." ucap clara.


axel hanya sibuk dengan ponselnya.


"dia bertanya, aku jawab hanya diam saja. Sabar cla." batin clara.


Tidak lama clara tertidur duluan.


Axel memandangi wajah clara yang tidur dengan damainya.


"maafin aku yang belum bisa menerima kamu cla, " batin axel.


Sebenarnya rasa pada diri axel sudah tumbuh, akan tetapi karena kebenciannya ,axel menepisnya.

__ADS_1


Tidak lama pun axel ikut tertidur di sebelah clara.


...


__ADS_2