Diam - Diam Mencintai Suamiku

Diam - Diam Mencintai Suamiku
Bab 86


__ADS_3

Hari ini merupakan hari yang di tunggu tunggu oleh bryan dan davina.


Tepat pukul 9 nanti, bryan akan mengucapkan ijab kabul.


Orang tua davina dan adiknya pun sudah tiba tadi malam.


davina dan bryan sudah selesai di make up.


"sayang, sebentar lagi kamu akan menjadi seorang istri. Berbaktilah kepada suami kamu. Jangam membantahnya." ucap mama davina kepada davina.


"iya ma, davina akan ingat selalu apa yang mama katakan." terimakasih ya ma sudah merawat davina hingga saat ini." ucap davina dan memeluk mama nya.


Davina pun meneteskan air mata. Begitu juga dengan mamanya.


Di ruangan sebelah, papa davina sedang bicara kepada bryan.


"bryan, saya percayakan davina anak saya kepada kamu, tolong kamu jaga dia seperti berlian. Jangan buat davina sedih, jika ada masalah jangan main tangan, selesaikan dengan baik baik." ucap papa davina.


"iya om, bryan akan menjaga davina. Dan bryan gak akan menyakitinya om." ucap bryan.


"satu lagi bryan. Jika kamu tidak menginginkannya, kembalikan dia kepada kami dengan baik baik. Kami siap menerimanya kembali." ucap papa davina.


Bryan hanya mengangguk paham.


Di rumah axel,


Clara pun selesai mandi, dan giliran axel yang mandi.


Clara pun memakai baju yang samaan dengan mamanya dan axel.


Kini clara terlihat sangat cantik apa lagi di tambah perut buncitnya.


Clara pun termenung, ia takut mama adel akan marah. Clara pun teringat omongan mama adel tadi.


Axel yang keluar kamar mandi sudah dengan pakaian rapih nya,


Axel melihat clara termenung.


Axel mendekat.


"cla," ucap axel.


Akan tetapi clara tidak mendengarnya.


Axel pun memegang bahu clara.


"sayang, kamu kenapa." ucap axel.


Clara yang tersadar pun menggelengkan kepalanya dan tersenyum.


Clara memang pandai menyembunyikan kesedihannya. Tetapi jika di perhatikan baik baik, clara pasti termenung jika ada sesuatu.


Axel merasa ada yang tidak beres.


akan tetapi axel belum mau menanyakannya.


"kita sarapan dulu ya cla." ajak axel.


"xel, kamu duluan saja. Nanti aku nyusul." ucap clara.


axel masih heran dengan clara.


Tetapi axel mengikuti apa yang clara katakan.


"ada apa dengan kamu sebenarnya cla." batin axel sambil menutup pintu kamar kembali.


Clara yang tinggal sendirian di kamar, ia tiba tiba meneteskan air matanya.


"nak, apa oma kamu marah sama mama nak " ucap clara sambil mengelus perutnya.


Sementara axel sudah turun menuju ruang makan.


Mama adel pun sudah menunggu.

__ADS_1


"clara mana xel." tanya mama adel.


"masih di kamar ma, sebentar lagi turun kok ma." ucap axel.


"xel, sebaiknya kamu tahan sedikit keinginan kamu, clara masih hamil muda xel, tunggu 3 bulan baru boleh kamu melakukannya. Mama takut terjadi apa apa dengan kandungannya nantinya xel." ucap mama adel.


"ma, axel tau," axel gak sampai melakukannya ma." ucap axel.


"tadi mama juga sudah bilang sama clara." ucap mama adel.


"apa gara gara mama clara jadi menung dari tadi." tanya axel.


"maksud kamu apa xel." ucap mama adel.


" pas axel bangun tidur tadi, clara sangat aneh, seperti ada yang di pikirkan. Axel melihatnya berdiri di depan pintu kamar. Dan dia meminta untuk mandi duluan ma." ucap axel.


"xel, apa clara berfikir mama marah kepadanya." ucap mama adel.


"mungkin saja ma." ucap axel.


di dalam kamar clara menghapus air matanya


clara pun turun perlahan lahan dan menuju ruang makan.


"pagi ma, xel." ucap clara tersenyum.


"pagi juga sayang." ucap mama adel.


"kita sarapan sekarang ya. Habis ini kita langsung pergi." ucap mama adel.


"iya ma," ucap axel.


Mereka pun sarapan dengan tenang.


Tapi kali ini mama adel memperhatikan clara. Sejak tadi makanan itu hanya di aduk aduk saja.


Dan tidak ada suara clara sedikit pun.


"cla, kamu kenapa." tanya mama adel.


"apa gara gara ucapan tadi clara begini." batin mama adel.


"cla, mama minta maaf dengan omongan mama tadi. Mama gak bermaksud begitu. Hanya saja mama sangat khawatir dengan kandungan kamu. Mama gak marah sama kamu cla." ucap mama adel mendekati clara.


Clara pun menatap mama adel. Dan memeluknya.


air mata clara pun jatuh.


"cla, kamu nangis." mama minta maaf ya." sudah jangan nangis." ucap mama adel.


Mama adel pun melepaskan pelukannya.


Tangan mama adel menghapus air mata clara.


"sudah sudah, kamu makan ya sekarang, habis ini kita berangkat." ucap axel.


clara pun menurut.


Lagi asik makan, tiba tiba clara merasa mual.


"uweeek.."


Clara pun menuju kamar mandi, diikuti oleh axel.


Akan tetapi tidak ada yang keluar sama sekali.


mama adel datang dan membawakan segelas air hangat.


" minum dulu cla." ucap mama adel.


Clara pun mengambilnya dan meminumnya.


"terimakasih ya ma." ucap clara.

__ADS_1


"sama sama sayang." ucap mama adel.


Bik ina, bik sarah dan pak ramli pun sudah siap.


Mereka tinggal pergi saja.


"kita berangkat sekarang." tanya axel.


Mereka semua mengangguk.


Seperti biasa, mereka menggunakan 2 mobil.


30 menit lamanya perjalanan axel dan semuanya sampai di gedung pernikahan.


Axel dan yang lain sampai pukul 08.15 pagi.


"xel, aku cari davina sebentar ya." ucap clara.


"biar mama temani kamu ya cla." ucap mama adel.


clara mengangguk.


"pak ramli, dan bibik langsung saja masuk. Sebentar lagi acaranya akan di mulai." ucap axel.


"baik tuan." ucap pak ramli.


Pak ramli mengajak bibik masuk, dan duduk di kursi yang sudah di siapkan.


Clara dan mama adel sudah sampai di ruang make up davina.


"davina." ucap clara.


"clara." panggil davina.


Clara pun memeluk sahabatnya itu.


"cantik banget kamu davina." ucap clara.


"iya cla, catik banget davina." ucap mama adel.


"terimakasih tante." ucap davina.


"ohh iya tante, clara, ini mama davina." ucap davina sambil menunjuk mama nya.


"ma, ini ibu adel, dia yang mempunyai perusahaan tempat davina bekerja." dan yang ini clara, menantunya ibu adel sekaligus sahabat davina." ucap davina memperkenal kan semuanya.


"axel mana cla." tanya davina.


"sepertinya ketempat bryan." ucap clara.


Davina mengangguk.


"nak clara lagi hamil." tanya mama davina.


"iya tante, baru 2 bulan, mau masuk 3 bulan." ucap clara.


"semoga kamu cepat nyusul aku ya davina." ucap clara.


"apaan sih cla," ucap davina malu.


Mereka tertawa bahagiah.


Sementara di ruangan sebelah, axel dan bryan sedang mengobrol.


di sana ada papa davina juga.


bryan pun sudah mengenalkannya kepada axel.


"bryan, jangan ganas ganas nanti malam, nanti davina tidak bisa berjalan." bisik axel.


"elo tenang saja xel. Davina tidak akan merasakan seperti apa yang clara rasakan." ucap bryan.


"sialan elo bry." ucap axel.

__ADS_1


Mereka pun juga tertawa bahagiah.


....


__ADS_2