
Sementara di rumah sakit, davina terus meminta pulang kepada bryan.
Davina berpikir jika ia berada di ruamh sakit terus itu bakalan akan merepotkan bryan.
Dokter pun masuk dan membacakan hasil lab.
"bagai mana dok istri saya." tanya bryan.
"istri kamu tidak apa apa, tapi saya sarankan jika pulang kerumah memang harus istirahat, jangan bekerja dulu." ucap dokter.
"kapan kira kira saya boleh pulang dok." tanya davina.
"sore ini sudah boleh pulang." ucap dokter.
"terimakasih dok." ucap davina dengan senyum lebarnya.
"apa tidak apa apa dok jika pulang hari ini, saya khawatir dengan kondisinya dok." ucap bryan.
"gak apa apa kok, hanya saja jangan banyak gerak dulu dan terlalu lelah." ucap dokter.
Kini dokter pun pamit untuk memeriksa pasien lainnya.
"bryan, apa aku bilang, aku sudah boleh pulang." ucap davina.
"iya sayang, " ucap bryan dengan pasrah.
Bryan sangat terlalu khawatir, sehingga sangat posesif terhadap davina.
Tibalah sore hari, davina sudah di perbolehkan pulang.
Mereka pulang ke apartemen,
Sampai di apartemen, bryan membantu davina sampai ke dalam kamar.
__ADS_1
"sekarang kamu minum obat, dan istirahat." ucap bryan.
Davina pun menurut.
Bryan pun ternyata sudah menghubungi mamanya.
Besok pagi mama bryan akan sampai dan akan menemani davina sampai davina melahirkan.
Akan tetapi davina tidak mengetahui jika mertuanya itu akan datang besok.
Bryan pun jadinya bekerja dari rumah untuk menguruh perusahaan milik adel.
Ya besok adel akan pulang juga bersama axel, clara dan yang lainnya.
Mereka memutuskan akan pulang cepat agar bisa memberi ruang untuk bryan mengurus davina yang sedang sakit.
ke esokan harinya, adel dan yang lain akan pulang pukul 11.00
Sementara mamanya bryan sudah sampai di bandara.
Bryan pun di apartemen sudah bersiap siap, akan tetapi davina masih tidur.
Bryan tidak mau mengganggu davina.
Tidak lama mama bryan pun sudah sampai di depan pintu.
Bryan pun membukakan pintu itu.
"mama." masuk ma, sini kopernya bryan baeakan ke kamar mama." ucap bryan.
"davina mana bry." tanya mama bryan.
"masih tidur ma di kamar. Maaf bryan merepotkan mama lagi." ucap bryan.
__ADS_1
"gak ada yang di repotkan kok bry." ucap mama bryan.
kini davina pun sudah terbangun, ia melihat di sekeliling kamar tidak ada bryan.
Akhirnya davina mengambil ponselnya di sebelah nya.
Davina masih merasa lemas apa bila untuk berjalan.
Ketika davina ingin menelpon bryan. Tiba tiba pintu kamar terbuka.
Davina pun terkejut.
"mama." ucap davina.
"pagi sayang, kamu sudah bangun, ni mama bawakan sarapan buat kamu." ucap mama bryan.
"terimakasih ma, kapan mama sampai." ucap davina.
"kira kira 30 menit yang lalu, mama rindu kalian. Untuk sementara mama akan tinggal di sini." ucap mama bryan sambil meletakkan sarapan davina ke atas meja.
Mama bryan pun mendekat.
Seketika davina memeluk mama bryan.
"kamu kenapa davina." tanya mama bryan.
"ma, maaf davina pasti akan merepotkan mama." ucap davina masih dengan memeluk mama bryan.
"sudah sayang, mama gak merasa di repotkan sama sekali kok." ucap mama bryan sambil melepaskan pelukannya.
"ma, bryan mana." tanya davina.
"ada di bawah lagi sarapan." kamu kenapa sayang." ucap mama bryan.
__ADS_1
"eemm . . .vina ingin ke kamar mandi ma." ucap davina dengan malu malu.
....