
Tidak terasa sudah pukul 9 pagi.
Di apartemen bryan, davina dan bryan pun bersiap siap menuju bandara.
Mereka pergi menggunakan taxi online.
"sayang,sepertinya bulan madu kita akan terwujud." goda bryan.
"apaan sih bry bahas gituan. Lihat tu bapak sopirnya ketawa." ucap davina.
dalam perjalanan menuju bandara, bryan tidak bosan menjahili davina.
20 menit perjalanan, akhirnya mereka sampai di bandara.
Bryan dan davina pun langsung menuju pintu masuk, sebab sebentar kurang dari 15 menit lagi mereka harus sudah di dalam pesawat.
Sementara di rumah axel.
Axel dengan setia memanjakan clara, ia menemani clara di taman belakang rumah nya.
Tidak terasa hari semakin siang, axel dan clara pun masuk kedalam rumah.
"sayang, kamu mau kemana." tanya axel.
"aku ingin ke kamar mandi xel." ucap clara.
Axel mengangguk, clara pun masuk ke dalam kamar mandi di dekat dapur.
Selesai dari kamar mandi, axel mengajak clara istirahat di kamarnya.
"sayang, kita istirahat ya, biar aku pijetin." ucap axel.
Clara dengan senang hati menganggukkan kepalanya.
Sampai di dalam kamar, axel mengunci pintu kamarnya.
"xel, kenapa di kunci." tanya clara.
"gak apa apa sayang, biar gak ada yang ganggu." ucap axel.
"sini aku pijetin." ucap axel.
Axel pun memijat kaki clara.
"xel, kamu beneran mau cuti." tanya clara.
"iya, kenapa memangnya cla." tanya axel lagi.
"gak apa apa, apa aku boleh bertanya." ucap clara.
"sayang, kamu ingin nanya apa." tanya axel.
"sebenarnya ada apa, kenapa kamu tiba tiba ingin mengambil cuti." tanya clara.
"aku ingin mengajak kamu jalan2 cla, aku ingin menghabiskan waktu bersama kamu, dan aku ingin menebus kesalahan aku yang dulu." ucap axel jujur.
Clara pun bangun dari rebahannya dan memeluk axel.
Tiba tiba dengan beraninya clara mencium bibir axel.
"cup"
"cla." ucap axel.
dan clara mengulangnya kembali.
"stop cla, aku takut tidak bisa menahannya." ucap axel.
Lagi lagi dan lagi clara mengulangi nya.
tanpa berfikir lagi, axel membalasnya.
Axel menciumi clara dengan lembut dan penuh kasih sayang.
"i love you cla." ucap axel.
"love you too xel." ucap clara.
"xel," ucap clara terjeda.
Axel pun melihat ke arah clara.
__ADS_1
"aku ingin makan bakso." ucap clara mendadak.
Axel tersenyum.
"baiklah sayang, aku akan membelinya." apa kamu mau ikut." ucap axel.
clara mengangguk.
"kita siap siap ya." ucap axel.
Mereka pun bersiap siap.
Kini hari semakin siang.
Clara dan axel pun berkeliling mencari bakso yang ingin clara makan.
"yang itu cla." tunjuk axel.
"gak xel, yang lain saja." ucap clara.
Jam pun sudah menunjukkan pukul 12 siang.
"xel, yang itu saja." ucap clara.
Axel mengangguk dan menghentikan mobilnya.
kali ini clara yang memesan baksonya.
"pak, ada bakso apa saja pak." tanya clara.
"ada bakso urat, telur, bakso jumbo, dan bakso beranak." ucap penjual bakso.
"saya mau yang bakso jumbonya pak 1, kalau kamu xel." tanya clara.
"apa saja cla," ucap axel.
"baik lah, pak bakso jumbonya jadi 2 ya pak, di bungkus saja." ucap clara.
"baik mbak, silahkan duduk dulu." ucap penjual bakso itu.
"xel, aku ingin es cendol yang di dekat kantor xel." ucap clara lagi.
"iya, nanti kita kesana habis ini." ucap axel.
"besok kita berangkatnya malam cla." ucap axel.
"looh, kenapa xel, kok malam." tanya clara.
"aku ingin kamu melihat pemandangan malam yang indah dari atas pesawat." dan kita akan sampai di sore hari. Jadi gak terlalu repot." ucap axel.
Clara mengangguk paham.
"mbak, ini pesanannya." ucap penjual bakso itu.
clara mengambilnya.
"berapa pak." tanya axel.
"semuanya jadi 50ribu mas." ucap penjual bakso itu.
Axel pun memberikan uang 100ribu.
"pak, kembaliannya simpan saja untuk bapak." ucap axel.
"waah, terimakasih mas, mbak, semoga rejekinya makin lancar, dan mbak nya di permudah persalinannya nantinya." ucap penjual bakso itu.
"amin, tetimakasih pak." ucap axel dan clara.
"sama sama mas, mbak." ucap penjual bakso itu.
Axel dan clara muter muter menggunakan mobilnya, kini mereka menuju penjual cendol di dekat kantor.
Sampai di penjual cendol mereka pukul 1 siang.
Axel pun memesan 2 bungkus.
Clara yang berada di dalam mobil, melihat mama adel masuk ke dalam mobil sambil menelpon.
Axel yang baru masuk kedalam mobil pun di beri tau clara.
"xel, itu mama mau kemana ya buru buru banget." tanya clara.
__ADS_1
"mana cla mama." tanya axel.
"itu xel mobilnya sudah jalan." tadi mama sambil menelpon." ucap clara.
"mungkin mau bertemu client cla." ucap axel.
Axel sebenarnya curiga,
Tapi ia tidak mau clara tau.
"ya sudah kita pulang ya." ucap axel.
"iya xel." ucap clara.
Mereka pun segera pulang kerumah tanpa berkeliling lagi.
Sedangkan mama adel lagi di perjalanan untuk menemui aldo.
Mama adel meminta pindah tempat, sebab mama adel takut ada yang melihatnya.
Kini axel dan clara baru saja sampai rumah.
"bik, ini tolong di siapkan ya bik," ucap axel.
Sementara clara langsung ke dalam kamar.
axel pun menyusul clara.
"sayang," ucap axel.
"iya xel, aku mau ganti pakaian dulu." ucap clara.
"aku tunggu di bawah ya sayang." ucap axel.
"iya xel." ucap clara.
Axel pun menunggu clara di ruang makan.
Axel menggelengkan kepalanya ketika melihat bakso jumbo tersebut.
Ukuran bakso itu tiga kali lipat ukuran bola tenis.
"tau begini pesan 1 saja." batin axel.
tidak lama clara turun dan menuju ruang makan, clara memperhatikan axel yang bengong melihat bakso jumbo itu.
"xel, kamu kenapa." tanya clara.
"eeemmm . .ini cla . . .baksonya gede banget." ucap axel.
"xel, 1 bungkus ini kita makan berdua ya." ucap clara.
"laah satunya lagi." tanya axel.
"kamu kasih bibik saja xel. Aku juga gak sanggup ngabisin ini." ucap clara.
"bik ina." panggil axel.
Kebetulan bik ina tidak jauh dari meja makan.
"iya tuan." ucap bik ina sambil mendekat.
"itu buat bibik." di bagi bagi saja bik sama yang lain." ucap axel.
"iya tuan, non, terimakasih." ucap bik ina dengan sopan.
"sama sama bik." ucap clara.
"waduuh, ini mah makannya bisa klenger." batin bik ina sambil menggelengkan kepalanya.
"sarah, tolong kamu ambilkan mangkok." ucap bik ina.
"untuk apa bik." tanya sarah.
" ini buat bagi bagi bakso jumbo." tuan axel tadi yang memberikannya." ucap bik ina.
"waduuh bik ina, ini bukan jumbo lagi, tapi raksasa " ucap sarah.
" saya juga heran tadi pas masukin ke tempatnya, ini bakso atau apa gitu." gede banget." ucap bik ina.
....
__ADS_1
.......