Diam - Diam Mencintai Suamiku

Diam - Diam Mencintai Suamiku
Bab 62


__ADS_3

Di ruang kerja,


Axel masuk, dan memanggil mamanya.


Axel melihat mamanya baru selesai menelpon.


"ma, kita sarapan dulu yuuuk." ucap axel.


"clara nya mana xel." tanya mama adel.


"clara menunggu di bawah ma." ucap axel.


Mama adel dan axel pun segera menuju ruang makan.


Mama adel melihat clara di dapur sedang mengobrol dengan bik ina.


"clara," ucap adel memanggil menantunya itu.


"iya ma," ucal clara.


"bik, clara sudah di panggil, clara tinggal ya bik." ucap clara sopan.


"iya non." ucap bik ina.


"pagi ma," ucap clara lalu mencium pipi mama adel.


"pagi juga sayang." ucap mama adel.


clara yang melihat makanan itu pun seketika mual kembali.


"cla, kamu kenapa sayang." ucap mama adel.


Axel pun mendekat, dan mengelus perut clara.


"jangan nakal ya sayang, biar mama makan." ucap axel dan mencium perut clara.


Seketika ucapan axel itu manjur, clara tidak merasakan mual lagi.


"cla, kamu mau makan yang lain." tawar mama adel.


"gak kok ma, ini saja." ucap clara.


mama adel tersenyum.


Clara pun mengambilkan makanan untuk axel.


selesai sarapan, mereka bertiga duduk santai di ruang keluarga sambil menunggu jam untuk pergi ke rumah sakit.


"mama gak ke kantor." ucap axel.


"gak xel, mama ingin menemani clara cek kandungannya." ucap mama adel.


Clara pun tersenyum bahagiah.


"terimakasih ya ma." ucap clara dengan tulus.


"xel, nanti kamu saja yang nyetir mobil ya." pinta clara.


"tapi aku tadi sudah bilang pak ramli untuk mengantar kita." ucap axel.


clara pun cemberut.


Mama adel yang melihat itu pun menyenggol axel.


"iya, nanti aku yang nyetir." ucap axel.


Clara tersenyum kembali.


Kini mereka pun berangkat kerumah sakit.


Axel sudah menunggu di dalam mobil.

__ADS_1


Clara dan mama adel pun berjalan ke mobil.


Tiba tiba clara ikut mama adel duduk di kursi belakang.


"loooh cla, kamu kenapa duduk di sana." ucap axel.


"aku ingin duduk dengan mama." ucap clara.


"tapi aku kan bukan sopir cla." ucap axel.


Mama adel pun tertawa melihat kekesalan anaknya itu.


"sudah . .ngalah dulu xel, mungkin ini keinginan anak mu juga." ucap mama adel.


Mau tidak mau axel pun menurut.


"dikira aku sopir apa." batin axel sedikit kesal.


Axel pun mengendarai mobilnya menuju rumah sakit.


Sampai di rumah sakit, axel segera mendaftar, dan mengambil nomer antrian. Sebab ia sudah terlebih dahulu mendaftar secara online


Clara berjalan di gandeng dengan mama adel.


Clara pun mendapat kan antrian nomer 5. Kali ini dokter yang akan memeriksanya adalah dokter vira,


Dokter vira merupakan dokter kandungan terbaik di kota ini, yang kebetulan dia bekerja di rumah sakit milik saudara axel.


Kebetulan mama adel kenal dengan dokter vira.


Dokter vira merupakan anak dari temannya, suami dokter vira seorang dokter jantung.


Kini giliran nama clara yang di panggil.


Axel dan mama adel ikut masuk keruangan dokter vira.


"pagi tante adel." ucap vira.


"mama kenal." tanya axel.


"iya xel, vira ini anak temen mama." ucap mama adel.


"waah, ini siapa tante." tanya vira.


"ini axel anak tante vir, dan ini clara istrinya. Tante kemari ingin mengecek kandungan clara." ucap mama adel memperkenalkan anak dan menantunya.


"kalau begitu kita mulai saja ya tante. Mari mbak clara silahkan berbaring di situ." ucap vira.


Dokter vira pun menyisihkan baju clara. Ia mengoleskan gell pada perut clara yang masih rata itu.


Dokter vira pun dengan lihai nya menggerakkan alat usg itu.


"ini bisa kita lihat pada layar monitor janinnya sehat, tidak ada masalah. Dan ini sudah umur 4 minggu." ucap vira menjelaskan.


Clara sangat bahagiah hingga meneteskan air mata.


Axel dan mama adel memperhatikan layar monitor tersebut sambil tersenyum bahagiah.


Selesai di periksa, vira pun mengajak mereka duduk.


"apa ada obat yang bisa mengurangi rasa mual dok. Setiap pagi saya merasa mual dan muntah, apa lagi ketika ingin makan.." ucap clara.


"begini mbak clara, mual, muntah untuk ibu hamil itu sudah biasa. Mungkin karena ini kehamilan pertama untuk mbak. Jadi mbak sedikit terganggu. Itu semua adalah bawaan calon bayi mbak. Nanti saya beri obat untuk mengurangi rasa itu." ucap dokter vira.


clara mengangguk.


Mama adel hanya mendengarkan saja.


Axel ingin bertanya, akan tetapi ragu.


mama adel pun melihat axel.

__ADS_1


"apa ada yang ingin kamu tanya xel." ucap mama adel.


"eemmm . . Itu ma. .. .itu . . ." ucap axel dengan ragu ragu.


"itu apa xel, tanya saja, mumpung masih di sini." ucap mama adel.


"baiklah ma." ucap axel.


"begini dok, apa jika kita melakukan hubungan suami istri tidak apa apa saat clara sedang hamil seperti ini." ucap axel.


Clara pun merasa sangat malu, wajahnya sudah bagai keputing rebus.


Mama adel pun melihat wajah clara yang memerah.


"cla, jangan malu, itu memang harus di tanya." ucap mama adel.


Clara mengangguk.


"begini pak axel." ucap dokter vira terpotong.


"panggil axel saja dok," ucap axel.


"baiklah, begini xel, karena umurnya baru 4 minggu, saya sarankan jangan dulu melakukannya. Karena masih rentan." tapi mungkin ketika memasuki 2 bulan atau 8 minggu, boleh saja, dengan catatan jangan terlalu kuat," ucap vira.


"baiklah dok, terimakasih." ucap axel.


"ini resepnya, nanti di tebus di depan." tolong di jaga baik baik ya mbak clara kandungannya." itu ada vitaminnya juga., nanti bulan depan kita kontrol lagi." ucap vira.


"terimakasih dok." ucap clara.


"vir, kalau begitu kami pamit dulu ya." ucap tante adel.


Clara pun hanya menunduk, ia masih merasa malu ketika axel menanyakan hal tadi.


"sepertinya harus ada yang puasa dulu ni sayang." ucap mama adel kepada clara.


clara pun hanya tersenyum.


"apaan sih ma." ucap axel lalu berjalan ke arah apotik untuk menebus resep.


Sementara mama adel dan clara duduk di ruang tunggu pengambilan obat.


Axel pun menuju ke arah clara dan mama adel dengan membawa kantong plastik yang berisi obat dan vitamin ibu hamil.


mereka berjalan keluar rumah sakit dan menuju parkiran.


Sampai di dalam mobil, clara pun duduk di depan, sedangkan mama adel duduk di belakang sendirian.


"cla, kamu kenapa." tanya mama adel yang melihat clara ragu untuk bicara.


"gak apa apa kok ma." ucap clara berbohong.


Entah kenapa rasanya clara ingin makan ayam goreng di pertigaan dekat rumahnya.


Mama adel pun masih memperhatikan clara.


Axel yang hanya fokus menyetir pun di senggol mama adel dari belakang.


axel menoleh, mama adel memberi kode kepada axel untuk melihat clara.


....


.....


Hai semuanya..😇😇😇


Jangan lupa di like dan komen ya..


Di tunggu juga saran dari semuanya..


Karena saran dan komen kalian dapat membantu author menulis yang lebih bagus lagi.

__ADS_1


Terimakasih yang sudah mendukung author. 🙏🙏


__ADS_2