Diam - Diam Mencintai Suamiku

Diam - Diam Mencintai Suamiku
Bab 141


__ADS_3

Hai semuanya, maaf ya author belum bisa update, kerjaan author lagi menumpuk, di tambah ada temen yang cuti.


Sabar ya semuanya,


Author pasti update kok.


Jadi author mohon bersabar ya.


Terimakasih atas pengertiannya. Dan terimakasih juga yang sudah mendukung author. 🙏🙏🙏🙏😇😇😇😇😇💖💖💖


...****************...


.


Masih di dalam kamar axel dan clara.


Clara pun masih belum mengantuk, ia menjaga axel.


Tidak terasa sudah pukul 9 malam.


Clara segera merebahkan tubuhnya di atas kasur sebelah axel.


Clara pun memeluk axel, ia menggenggam tangan axel dengan erat.


Tidak lama clara pun tertidur.


Sementara mama adel masih berkutik dengan laptop nya, ia mengirimi email kepada bryan.


Adel pun memberi tau bryan jika besok ada tamu yang akan datang ke perusahaan untuk membahas masalah kontrak.


Bryan yang belum tidur pun membuka email itu.


Bryan membalasnya .


siapa yang tidak mengenal adel di dunia arsitektur.


kemampuannya tidak di ragukan lagi di dalam maupun luar negri.

__ADS_1


Axel sangat beruntung mempunyai orang tua yang sangat hebat.


Adel bekerja sampai pukul 11 malam, kini ia memilih untuk tidur, sebab besok pagi ia harus kekantor , sebab tamu yang adel bilang kepada bryan akan tiba pukul 10 pagi di perusahaan.


Sementara di apartemen bryan, davina sedang ingin makan nasi goreng.


Mau tidak mau bryan pun pergi membelikannya, tidak terasa pulang pulang mencari nasi goreng ternyata sudah pukul 12 malam.


Davina yang sedang lapar pun memakan nasi goreng itu, akan tetapi bryan juga di paksanya untuk makan.


Sementara mama bryan sudah tidur.


Davina dan bryan baru bisa tidur pukul 1 malam.


Ke esokan paginya,


Axel bangun terlebih dahulu, kini ia sudah merasakan badannya yang segar.


Axel pun melihat wajah lelah clara. Ia membiarkan clara tidur lebih lama lagi.


Sementar di kamar mama adel,


Adel pun memaksakan diri untuk pergi ke kantor, ia pun berpura pura sehat agar axel bisa istirahat dan mememani clara.


adel yang sudah rapih pun menuju ruang makan.


"bik, clara dan axel mana." tanya adel.


"sepertinya belum keluar dari kamar buk." ucap bik sarah


Adel pun memutuskan untuk sarapan duluan.


Akan tetapi adel tidak menghabiskannya.


adel pun segera berangkat ke kantor, karena waktu sudah menunjukkan pukul 7 lewat.


"bik, kalau anak anak cari saya bioang saya sudah berangkat ke kantor ya bik." ucap adel.

__ADS_1


"baik buk." ucap bik ina.


Adel pun berangkat di antar dengan pak ramli.


"sarah, sepertinya ibu sakit." ucap bik ina.


"iya bik, soal nya ibu sarapannya gak habis. Masih banyak." ucap sarah.


"semoga saja apa yang kita pikirin gak ya sarah." ucap bik ina.


"iya bik." ucap sarah.


axel dan clara pun baru keluar kamar, jam sudah menunjukkan pukul 8 kurang.


"bik, mama kemana." tanya axel.


"ibu sudah berangkat ke kantor tuan." ucap bik sarah.


Clara pun duduk, dan di ikuti oleh axel.


"bik, kok makanan mama gak habis." ucap clara.


"eeemmm . .itu non .. .emm." ucap bik ina bingung, ia takut salah ngomong.


"ibu tadi buru buru non." ucap bik sarah.


Clara pun mengangguk.


axel dan clara pun sarapan dengan nikmatnya,


"sayang, besok aku ke kantor ya." ucap axel do sela sarapannya.


"xel, besok hari jum"at, tanggung, kamu istirahat aja, sekalian temenin aku." pinta clara.


"tapi cla." ucap axel


Clara pun tidak menjawab lagi, ia hanya diam.

__ADS_1


.....


__ADS_2