Diam - Diam Mencintai Suamiku

Diam - Diam Mencintai Suamiku
Bab 115


__ADS_3

15 setelah clara mengirimkan axel pesan,


Kini pesan itu sudah di baca.


"bryan, lebih baik kamu ke ruangan mama, dan ajak istri kamu ke dokter." ucap axel.


"maksud kamu xel." ucap bryan.


"sepertinya istri kamu sedang sakit. Clara menjaganya di ruangan mama." ucap axel.


Mama adel pun bingung.


Seketika bryan berlari langsung ke ruangan adel.


Tanpa mengetuk pintu lagi, bryan langsung masuk.


"sayang, kamu kenapa, kita kedokter sekarang ya." ucap bryan panik.


Davina melihat ke arah bryan drngan lemas.


akhirnya bryan menggendong davina lewat lif khusus dekat ruangan adel.


Mereka menuju parkiran dan segera pergi ke rumah sakit.


"ada apa sebenarnya cla." tanya mama adel.


"ma, filing clara davina sedang hamil." ucap clara.


Mama adel mengangguk paham.


"sayang, kamu mau makan apa, ini sudah siang." ucap axel.


"aku ngikut aja xel, tapi tambahin rujak ya xel." ucap clara.


"siap sayang." ucap axel.


"looh, hanya clara saja ni yang di taeari, mama gak." tanya mama adel.


Axel pun tertawa,


"iya mama ku sayang, mama mau makan apa." tanya axel.


"mama ikut kalian saja." ucap mama adel sambil tersenyum.


axel pun mengambil ponselnya, ia memesan makanan dengan ojek online.


15 menit menunggu, makan yang di pesan axel pun datang.


Mereka makan siang bersama.


Sementara davina dan bryan baru sampai rumah sakit.


Davina dengan lemasnya berjalan di gandeng bryan.


"untung saja sepi," ucap bryan.


tidak lama bryanbdan davina masuk.

__ADS_1


"siang pak, buk,." ucap dokter itu.


"siang juga dok." ucap bryan.


"gini dok, istri saya sakit, muntah muntah sampai lemas." ucap bryan.


"kalau begitu kita periksa dulu ya." ucap dokter itu sambil mengajak bryan dan davina ke brangkar pasien.


"silahkan berbaring buk, biar saya periksa." ucap dokter itu.


Kini dokter pun segera memeriksa keadaan davina.


"pak, sepertinya bapak habis ini ajak ibu keruang dokter kandungan. Setelah saya periksa sepertinya ibu davina sedang hamil." ucap dokter.


Bryan tersenyum bahagiah dan mengangguk.


"sebentar pak, saya hubungi dokternya terlebih dahulu, biar bapak dan ibu langsung masuk." ucap dokter itu.


"baik dok, terimakasih." ucap bryan.


tidak lama dokter kembali menghampiri bryan dan davina.


"pak bryan dan ibu davina, dokternya sudah menunggu di ruangannya. Ini nanti suster yang akan mengantarnya." ucap dokter itu.


"mari pak, buk, saya antar." ucap suster.


"kalau begitu kami permisi dulu dok." ucap bryan.


kini bryan dan davina berjalan keruang dokter kandungan.


Bryan pun sedikit panik. Tapi ia mencoba tenang.


Sebab dokter itu adalah mantan pacarnya beberapa tahun yang lalu.


"sindi." batin bryan.


"apa kabar pak bryan." ucap dokter sindi.


"kenalin ini istri saya." ucap bryan tanpa menjawab pertanyaan sindi.


Sindi pun tersenyum ke arah davina.


"silahkan duduk ibu davina." ucap dokter sindi.


Davina pun bingun kenapa tiba tiba dokter itu mengenal bryan dan bryan langsung mengenalkannya kr dokter itu.


Akan tetapi davina hanya diam saja.


"tadi dokter umum sudah memberi tau saya. Mari kita langsung periksa saja." ucap dokter sindi.


Dokter sindi pun mengoleskan gel di perut davina .


Seketika dokter sindi tersenyum.


"bagaimana sin." tanya bryan.


"selamat ya bryan, dan ibu davina. Sebentar lagi kalian akan menjadi orang tua." ucap dokter sindi.

__ADS_1


Davina pun tersenyum bahagiah, begitu juga dengan bryan.


"usia kandungan ibu davina sudah hampir 2 minggu, dan untuk ibu jangan terlalu banyak aktifitas ya , hatus istirahat yang cukup." ucap dokter sindi.


"terimakasih dokter." ucap davina bersuara.


Dokter sindi pun tersenyum.


"nanti saya beri resep vitamin dan obat untuk ibu hamil. Nanti di tebus di apotik " ucap dokter sindi.


Kini davina selesai di periksa, dan dokter sindi pun memberikan resep.


Mereka pun keluar dari ruangan dokter.


"sayang, kamu duduk di sini sebentar ya, aku tebus resep dulu sebentar." ucap bryan.


davina mengangguk.


Tidak sengaja dokter sindi lewat, jam kerjanya sudah selesai.


"ibu davina." ucap dokter sindi.


"eeh dokter." ucap davina.


Dokter sindi pun duduk di sebelah davina.


"jangan panggil saya ibu, panggil saja nama saya." ucap davina.


"kamu beruntung bisa dapat orang seperti bryan. Dia tipe orang yang sangat setia." ucap sindi.


"sepertinya kamu lebih mengenal bryan daripada saya." ucap davina.


"kalau begitu saya permisi dulu." ucap sindi lalu pergi.


Tidak lama bryan datang dengan obat di kantong plastik.


"maaf ya lama sayang, " ucap bryan.


"gak apa apa kok brya." ucap davina.


"kita pulang ya." ucap bryan.


Davina mengangguk.


Dalam perjalanan pulang, davina melihat tukang jualan siomay.


"brya, aku ingin itu." ucap davina tiba tiba sambil menunjuk siomay.


bryan pun menepikan mobilnya.


"kamu tunggu disini, biar aku beli." ucap bryan.


Davina mengangguk.


10 menit lamanya, bryan datang dengan siomay, mereka pun melanjutkan perjalanan pulang.


.....

__ADS_1


__ADS_2