
15 menit kemudian,axel sudah selesai mandi dan axel sudah rapih dengan pakaian kerjanya.
"cla, beneran kamu gak mau ikut, aku cuma sebentar loo." ucap axel.
"xel." ucap clara terjeda.
Axel pun masih memandangi clara.
Tatapan clara seakan tidak mau untuk di tinggal oleh axel.
axel yang mengerti akan ke inginan clara pun akhirnya mengajak clara lagi.
"cla, kamu ikut saja ya, hanya sebentar kok. Nanti pulangnya kita mampir ke tempat bryan, di sana ada davina juga." ucap axel.
clara pun mengangguk.
"tunggu sebentar ya xel, aku mandi dulu." ucap clara.
"aku tunggu kamu di ruang makan ya cla." ucap axel.
"iya xel." ucap clara dan masuk ke dalam kamar mandi.
Axel pun keluar kamar, dan menuju ruang makan.
"pagi ma,." ucap axel.
"pagi juga xel, mana clara..?" tanya mama adel.
"clara lagi mandi ma, clara akan ikut axel ke kantor ma." ucap axel.
"xel, jangan lama lama di kantornya. Kasihan clara, nanti kelelahan." ucap mama adel.
"hanya sebentar kok ma, setelah itu axel mampir ketempat bryan. Ada yang mau axel ambil." ucap axel.
"ya sudah . .kamu membawa clara harus hati hati loh xel." ucap mama adel.
"iya ma, . Ma 2 hari lg pernikahan bryan dan davina. Mama belum berangkat kan." tanya axel.
"belum kok xel, mama lihat keadaan clara dulu baru mama berangkat xel." ucap mama adel.
Tidak lama clara pun turun dengan perut yang buncit.
"pagi ma." ucap clara.
"pagi juga sayang. Waah anak mama cantik sekali, mau kemana ni." tanya mama adel.
"cla mau ikut sama axel ma." ucap clara.
"ya sudah kita sarapan dulu ya. Tadi mama buat kan kamu nasi goreng." ucap mama adel.
"iya ma, ucap clara.
Mereka pun sarapan,
"hari ini mama mau kemana." tanya axel sambil makan.
"mama gak kemana kemana kok xel, mama nunggu kalian di rumah saja." ucap mama adel.
Axel pun menganggukkan kepalanya.
Selesai sarapan, axel dan clara berangkat ke kantor.
Mama adel mengantarnya sampai depan pintu.
di dalam perjalanan menuju kantor, clara melihat penjual kue serabi,
"xel, setop di depan sebentar ya xel." ucap clara.
"kenap cla." tanya axel.
__ADS_1
"aku mau kue serabi itu xel." ucap clara.
Axel pun menghentikan mobilnya
"kamu tunggu saja di sini, biar aku yang membelinya." ucap axel.
clara hanya mengangguk sambil tersenyum bahagiah.
Axel pun keluar dari dalam mobilnya dan berjalan menuju penjual serabi itu.
"pak, serabinya 5 ya pak." ucap axel.
"iya pak," ucap penjual itu.
Penjual itupun mengambilkan pesanan axel.
"ini pak sudah," ucap penjual serabi.
"berapa pak semuanya." tanya axel.
"semuanya tiga puluh ribu pak." ucap penjual serabi.
"ini pak," ucap axel sambil menyerahkan uang lima puluh ribu.
"wah pak, kembaliannya belum ada pak." ucap penjual serabi.
"kembaliannya buat bapak saja." ucap axel.
"waah, terima kasih banyak ya pak, semoga di ganti sama yang di atas lebih dari ini." ucap penjual serabi.
"amin, terimakasih ya pak." ucap axel lalu pergi menuju mobilnya.
Axel pun masuk ke dalam mobil,
"ini sayang." ucap axel sambil memberikannya kepada clara
"kamu bilang apa cla." ucap axel takut salah dengar.
"terimakasih ya xel." ucap clara malu.
"bukan itu cla, yang pertama tadi." saa . .saa . .sa apa sih." goda axel.
"terimakasih ya sayang." ucap clara lg. . .
Axel sangat senang. Akhirnya clara memanggilnya dengan sebutan sayang.
Sepanjang perjalanan ke kantor, axel tersenyum sendiri.
Clara pun heran kenapa axel senyum senyum sendiri.
"kamu kenapa xel." tanya clara.
"gak apa apa cla," jawab axel sambil senyum.
Sampai di depan kantor, axel keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk clara.
Clara pun keluar,
Sekurity yang berjaga pun memberi hormat.
"pagi pak, buk." ucap sekurity yang berjaga.
"pagi juga pak," ucap clara.
"pak, tolong di parkirkan ya pak. Saya buru buru." ucap axel.
"baik pak axel." ucap sekurity itu.
"kamu buru buru kenapa xel." ucap clara.
__ADS_1
"aku takut anak kita ingin makan serabi itu lagi." ucap axel bercanda.
axel dan clara masuk ke dalam kantor.
Semua orang yang melewati axel dan clara pun menyapa atasannya itu.
"pagi pak, pagi buk." ucap salah satu karyawan.
"iya pagi juga." jawab clara.
"cla, kamu jangan jawab satu satu, capek, cukup menganggukkan kepala saja " ucap axel.
"tapi xel, mereka kan hanya ingin menyapa." ucap clara.
"aku tau cla, tapi jika semua orang yang menyapa, bisa capek ngejawabnya." ucap axel.
clara pun tertawa.
Sampai di ruangan axel,
"kamu duduk dulu sebentar ya cla. Aku cuma hanya ingin membereskan ini sebentar." ucap axel.
Clara pun mengangguk dan duduk di sofa sambil membaca majalah yang ada.
axel pun menelpon salah satu pegawai kepercayaannya juga.
tidak lama suara pintu di ketok.
Tok . .tokk .tookk . .
"masuk." ucap axel.
"silahkan duduk pak rafi." ucap axel.
"ada apa ya bapak memanggil saya." tanya pak rafi.
"begini pak, saya akan cuti hari ini, belum tau sampai kapan, saya dan istri saya akan berangkat ke luar negeri. Jadi saya beharap bapak bisa membuat tim untuk menyelesaikan pekerjaan saya dan bryan sementara." ucap axel.
"baik pak, maaf pak sebelumnya, jika ada yang bertanya bapak kemana saya bilang apa ya pak." apa lagi kan pak bryan dan ibu davina juga tidak ada." tanya pak rafi.
"bapak bisa bilang, kalau saya cuti belum tau sampai kapan, dan saya menemani istri saya ke luar negeri." ucap axel.
"baik pak." ucap pak rafi.
"oya pak rafi, satu lagi. Bilang juga masalah perkerjaan saya buk adel yang akan menghendel nya." jadi jangan khawatir." ucap axel.
"baik pak. Kalau begitu saya permisi." ucap pak rafi.
Kini tinggallah clara dan axel.
dari tadi clara mendengarkan kata kata axel kepada pak rafi. Clara bingung, kenapa axel bicara seperti itu.
"ada apa sebenarnya. Apa yang terjadi. Apa ada yang di sembunyikan oleh axel." batin clara.
"xel." ucap clara terjeda.
"iya ada apa sayang." tanya axel.
"apa kamu tidak ada yang mau di jelaskan kepada ku." tanya clara.
Axel pun terdiam.
"cla, maaf, aku bilang begitu kepada pak rafi. Aku tidak mau terjadi apa apa terhadap kamu cla. Kamu percaya dengan aku cla. Nanti di rumah aku akan menceritakan sebenarnya. Aku harap kamu mengerti cla, aku tidak mungkin menceritakannya di sini." ucap axel.
clara mengangguk dan memeluk axel.
"aku percaya kepada mu xel." ucap clara.
....
__ADS_1