
sementara di paris,
Davina terbangun karena merasa sangat lapar.
Davina melihat ke arah meja , ternyata sudah ada makan malam mereka.
Davina pun membangunkan bryan.
"bryan, bangun, makan malam dulu." ucap davina dengan lembut.
Bryan pun terbangun dan menarik davina.
Alhasil davina terjatuh di atas bryan.
Bibir mereka saling bertemu.
Mereka pun saling memandang. Seketika davina tersadar dan cepat cepat berdiri.
bryan pun tersenyum penuh kemenangan.
Mereka makan malam dengan canggung akibat kejadian tadi.
tiba tiba bryan membuka suara.
"sayang, aku tidak tau bisa menahan lebih lama lagi apa tidak. Tapi aku akan berusaha menahannya sampai kamu benar benar siap." ucap bryan.
Davina yang lagi mengunyah makanan pun tersedak.
"uhuuk . .uhuuk."
Bryan dengan cepat mengambilkan air minum.
Davina menerimanya, davina memandang wajah bryan.
"aa . . Aaa . .aku." ucap davina terbata bata.
"sudah, tidak usah di jawab, lanjutkan saja dulu makan nya. Aku hanya memberi tau kamu."" ucap bryan sambil tersenyum.
davina pun melanjutkan makan malamnya.
Kini di paris sudah pukul 10 malam.
setelah selesai makan malam, davina pun segera ke kamar mandi, sementara bryan sudah berbaring di atas tempat tidur.
"aku harus bagai mana, apa bryan benar benar akan meminta haknya sekarang." tapi aku belum siap." batin davina.
Kini davina sudah keluar dari kamar mandi, ia melihat bryan sedang berbaring.
Davina pun naik ke atas kasur.
Tapi davina hanya duduk menyender.
Ia kepikiran ucapan bryan tadi.
"bry, apa aku boleh bertanya." ucap davina.
"tentu saja sayang, apapun itu kamu tanyakan saja." ucap bryan.
Bryan pun mendekat ke pada davina, ia membaringkan kepalanya di pangkuan davina.
Seketika davina terbengong.
"sayang, kamu ingin nanya apa." ucap bryan membuyarkan pikiran davina.
Davina pun menggelengkan kepalanya.
"eemm .. Itu . . .aku lupa ingin nanya apa." ucap davina gugup.
"ya sudah kita istirahat saja ya, kita tidur." ucap bryan.
Davina mengangguk dan segera berbaring.
Bryan pun menarik davina kedalam pelukannya.
"bryan," ucap davina.
"biarkan aku tidur memelukmu sayang." ucap bryan.
__ADS_1
Davina yang tidak tega pun membiarkan bryan tidur dengan memeluknya.
akan tetapi mereka berdua tidak bisa tidur juga.
Sementara dirumahnya, axel baru selesai mandi.
Axel pun mengambil ponselnya, ia ingin menjahili bryan dan davina.
Axel mengirimkan sebuah vidio dewasa kepada bryan. Axel pun tersenyum jahil, setelah itu ia meletakkan kembali ponselnya.
Ia menuju ruang makan.
Mereka sarapan bersama.
Selesai sarapan, bryan ,mama adel dan clara bersiap siap menuju makan ibu clara.
dalam perjalanan ke sana, cuaca sangat cerah, seperti mengerti keinginan clara.
sampai di makan ibu clara. Mereka berdoa.
Sementara bryan mendengar notifikasi dari ponselnya.
Ia melihat axel mengirimkan sebuah vidio yang di beri judul film romantis.
"siapa bry." tanya davina yang tidak bisa tidur juga.
"ini axel sayang, dia mengirimkan film sepertinya. Judulnya film romantis. Apa kamu ingin melihatnya bersama." tanya bryan.
Davina pun membalikkan badannya ke arah bryan.
Tanpa ada rasa curiga sedikitpun, mereka memutar vidio tersebut yang berdurasi 1 jam.
di awal awal filmnya memang sangat romantis.
Akan tetapi lama kelamaan film itu berubah menjadi film dewasa.
Davina pun menutup matanya.
Bryan pun juga terkejut.
Davina yang masih menutup matanya, merasakan sesuatu di bawah sana seperti mengeras.
"bryan, apa itu." ucap davina masih sambil menutup mata.
"buka mata kamu sayang, filmnya sudah tidak aku putar lagi." ucap bryan sambil menahan sesuatu yang bangun.
Davina pun membuka matanya,
Seketika davina melihat ke arah bawah yang ternyata ada sesuatu yang menonjol di balik celana bryan.
"maaf sayang, aku tidak tahan melihat adegan di film tadi." ucap bryan.
Bryan pun ingin ke kamar mandi dan menuntaskannya.
"kamu mau kemana bryan, " tanya davina.
"aku mau ke kamar mandi sebentar sayang." ucap bryan.
Davina pun paham maksud bryan.
davina pun menarik tangan bryan sampai bryan terjatuh di atasnya.
"sayang, tolong ijinkan aku." ucap bryan,
Bryan mengecup bibir davina, lama kelamaan davina terbawa suasana,
Davina pun membalas ciuman dari bryan.
Kini tangan bryan tidak tinggal diam.
Ia meremas dua bukit kembar milik davina.
Satu ******* dari davina pun keluar.
"aaah.."
bryan tersenyum penuh kemenangan.
__ADS_1
Ketika tangan bryan menyelusup kedalam celana davina, dan mengelus lembah milik davina. Akan tetapi ketika bryan ingin memasukkan jarinya kedalam lembah davina, davina pun tersadar apa yang sudah di perbuat.
Davina menahan tangan bryan. Dan menggelengkan kepalanya.
"sayang, tapi aku sudah tidak kuat, adik ku ingin di lepaskan." ucap bryan.
Bryan pun menarik tangan davina, dan menuntunnya kepada adiknya.
Davina pun terdiam, ia merasakan adik bryan sudah berdiri dan mengeras.
"aku tidak bohong sayang, kamu dapat merasakannya." ucap bryan.
Bryan yang merasa tidak ada jawaban pun akhirnya berdiri dan menuju kamar mandi.
15 menit lamanya di dalam kamar mandi, akhirnya bryan pun keluar.
Ia melihat davina menangis.
Bryan mendekat dan menghapus air mata davina.
"maafin aku bryan, aku belum siap, aku takut.." ucap davina sambil menangis.
"sudah tidak apa apa sayang." yasudah kita tidur saja ya." ucap bryan.
Akhirnya davina tidur di dalam pelukan bryan.
"awas saja kamu xel, akan aku bales." batin bryan merasa kesal.
.......
Setelah dari makan ibu clara, mereka menyempatkan berjalan jalan terlebih dahulu.
"kalian berangakat nanti malam jam brapa." tanya mama adel.
"jam 7 ma." ucap axel.
"kamu jaga istri kamu xel, cla, jika axel berbuat jahat sama kamu, bilang mama, biar mama pesankan kamu tiket pesawat untuk pulang." ucap mama adel.
"iya ma." ucap clara sambil tertawa.
"apaan sih ma." ucap axel.
"apa ada yang mau kalian beli. Mumpung masih di mall." tanya mama adel.
axel melihat topi yang begitu ia ingin kan.
"ma, axel mau beli itu." tunjuk axel.
Mama adel pun menggelengkan kepalanya.
Axel pun menuju kesana. Mama adel dan clara mengikutinya.
Axel mengambil topi itu dan membayarnya.
"bagaimana, tambah gantengkan." ucap axel dengan percaya diri.
Mereka pun tertawa.
"ma, kita pulang saja ya ma," pinta clara.
"looh kenapa cla." tanya mama adel.
"cla, . . .eemmm . . . Cla . . ." ucap clara terbata bata dan ragu.
"kamu sakit cla." tanya axel.
Clara menggeleng.
mama adel dan axel menatap clara dengan bingung.
"cla tiba tiba ingin makan masakan bik ina." ucap clara sambil menunduk.
Mama adel dan axel tersenyum.
Akhirnya mereka pulang.
.....
__ADS_1