
Masih di dalam ruang meeting.
Bryan pun baru datang, ia sudah melihat axel duduk di dalam ruang meeting.
"sorry xel gue telat." ucap bryan.
"gue dari tadi nungguin elo." ucap axel.
"iya . .iya. Sorry . ." ucap axel.
"gimana proses pembangunannya." ucap axel.
"semuanya lancar xel, seperti yang elo minta." ucap bryan.
"apa pembangunannya bisa tepat waktu bry." tanya axel.
"elo tenang aja, semua lancar, kemungkinan selesai bisa sebelum waktu yang elo suruh." ucap bryan.
"gue percaya sama elo bry, gue serahin semuanya dengan elo." ucap axel.
Bryan pun melihatkan foto bangunan yang sudah berdiri.
"cepat juga." ucap axel.
"gimana gak cepat, siang malam rumah elo di kerjain." ucap bryan.
"besok kita kesana," ucap axel.
"elo sih kerja bawa bini, jadi repotkan." ucap bryan.
"elo lihat aja nanti pas udah nikah dan davina hamil. Gue jamin elo gak bisa kemana mana." ucap axel.
"elo doain gue." ucap bryan.
"siapa juga yang doain elo, gue kan cuma bilang elo lihat nanti." ucap axel.
"kenapa jadi bahas gue sih." ucap bryan.
mereka pun tertawa.
"1 minggu lagi gue nikah. Elo kapan ngasih gue dan davina cuti."" ucap bryan.
"2 hari lagi elo boleh cuti kok." ucap axel.
Bryan tersenyum.
"sudah sana, nanti istri dan nyokap elo curiga lagi." ucap bryan.
"oke, gue pergi dulu." ucap axel.
"dasar bos gak ada akhlak." ucap bryan.
axel pun kembali ke ruangan mama adel.
"looh, cepet xel." tanya mama adel.
"iya ma, client nya buru buru." ucap axel.
"ma,, cla, kita pulang yook. Ini sudah jam 3 lewat juga." ucap axel.
"yaudah kita pulang." mama nebeng ya xel, tadi pak ramli ada urusan sebentar katanya. ucap mama adel.
"iya ma." ucap axel.
Para karyawan pun memperhatikan clara yang di gandeng dengan adel.
Adel yang melihat para karyawannya pun berhenti sebentar.
"axel, sini sebentar nak." ucap mama adel.
Karyawan yang memperhatikan mereka pun menunduk.
"mohon perhatian sebentar , kalian semua bisa berkumpul kesini." ucap mama adel dengan tegas.
Mereka semua pun bingung.
mereka bertanya tanya ada apa.
"saya sudah mendengar gosip yang berada di perusahaan ini, demi kenyamanan semuanya. Saya akan mengklarifikasi gosip tersebut."
__ADS_1
"tentu kalian sudah ada yang mengenal clara. Clara merupakan menantu saya, dia istri sah dari axel. Mereka sudah menikah kurang lebih 3 bulan. Dan saat ini clara sedang mengandung anaknya."
"saya harap setelah ini, tidak ada gosip yang tidak tidak lagi." saya tidak mau mendengar apa pun itu." Apa kalian semua paham." ucap mama adel penuh dengan penekanan.
"paham buk adel." ucap para karyawan serentak.
"terimakasih, dan silahkan kalian semua melanjutkan pekerjaan kalian masing masimg lagi." ucap adel.
"ma," ucap clara.
"jangan di pikirin cla. Semua sudah beres." ucap mama adel dengan lembut.
Clara pun mengangguk.
Axel hanya diam saja. Ia bingung harus melakukan apa, karena mamanya sudah mengklarifikasi gosip tadi pagi.
Mereka pun berjalan menuju mobil nya.
dan segera pulang.
Sementara davina dan bryan pun terkejut, sepertinya ibu adel sangat marah.
Akan tetapi mereka juga merasa lega, karena berita dan gosip tentang clara sudah di klarifikasi.
"bryan, apa kamu mendengar nada bicaranya ibu adel, sepertinya beliau sangat marah." ucap davina.
"iya vina, aku juga merasa begitu." ucap bryan.
Sementara di dalam mobil, clara hanya diam saja, tidak ada bicara sedikit pun, ia melihat ke arah luar jendela mobil.
Clara pun menatap jalanan yang mulai ramai itu.
"cla, kamu gak apa apa..?" tanya mama adel merasa khawatir.
Clara pun yang tersadar hanya menggeleng dan tersenyum.
"apa kamu ingin berjalan jalan..?" tanya axel.
"gak xel, kita pulang saja ya, aku ingin istirahat." ucap clara.
axel pun mengangguk.
clara menggeleng tersenyum.
Sampai di rumah, clara langsung keluar mobil.
"ma, xel, cla duluan ya ke kamar." ucap clara sopan.
Belum sempat axel dan mama adel menjawab, clara sudah meninggalkan mereka.
"siang non,?" ucap bik sarah.
clara hanya mengangguk, tidak seperti biasanya.
"ada apa dengan non clara ya, tidak seperti biasanya." batin bik sarah.
mama adel dan axel menyusul masuk ke dalam rumah.
"siang buk, siang tuan." ucap bik sarah.
"siang juga bik." ucap axel dan mama adel serentak.
"ma, axel ke kamar dulu ya ma." ucap axel.
"iya xel, kamu hibur dulu clara sana, sepertinya dia tidak nyaman dengan omongan mereka tadi." ucap mama adel.
Axel mengangguk dan menuju kamar nya.
sampai di dalam kamar, axel melihat clara sudah berganti pakaian.
Clara pun sedang berdiri di jendela kamarnya.
matanya sudah berkaca kaca.
Axel pun mendekat, dan memeluk clara dari belakang.
"xel," ucap clara sambil menghapus air mata yang jatuh tiba tiba.
"sudah, jangan di pikirkan lagi, semua akan baik baik saja." ucap axel.
__ADS_1
Clara pun memeluk axel dengan erat, seolah olah tidak ingin axel pergi.
tiba tiba di dalam pelukan axel, air mata clara tumpah.
"cla, kamu nangis." tanya axel.
clara tidak menjawab, tetapi axel tau clara menangis.
Axel pun mengendurkan pelukan clara, tangan axel terulur untuk menghapus air mata clara.
"sayang, kamu jangan nangis ya, kasihan anak kita nanyi ikut sedih melihat mama nya memangis." ucap axel.
Clara pun menghapus air mata nya.
ia melepaskan pelukannya.
"sekarang kamu istirahat ya, aku mau mandi dulu sebentar." ucap axel.
clara mengangguk.
Axel pun membawa clara menuju tempat tidur.
kali ini axel mengambil pakaiannya sendiri.
Axel pun segera menuju kamar mandi.
Ponsel clara pun berbunyi.
Rupanya davina yang mengirimkan pesan.
Davina :
" cla, apa kamu tidak apa apa.?"
Clara :
"aku tidak apa apa kok vina."
🙂
Davina :
"kamu jangan pikirin kejadian hari ini, itu semua karna mereka tidak tau kamu sudah menikah dengan axel. Semua akan baik baik saja cla."
Clara :
"terimakasih ya vina, kamu memang sahabat aku yang paling baik, 😇😇."
Davina :
"sama sama clara. Sekarang kamu istirahat gih, kasihan baby nya, pasti dia lelah mengikuti mamanya ke kantor. 😊 "
Clara :
"iya sahabatku yang paling bawel, ini juga mau istirahat,"
Clara pun tersenyum melihat isi pesan dari davina.
10 menit, axel keluar dengan wajah yang segar.
Ia melihat clara tidak tidur malah bermain ponsel sambil tersenyum. Dipikirnya clara tertidur tadi.
"cla." axel memanggil clara dan mendekat.
clara pun melihat ke arah axel.
Axel melihat ke arah ponsel yqng clara pegang.
Seolah olah tau apa yang ada di pikiran axel, clara pun memberi tau axel agar tidak salah paham.
"davina mengirimkan ku pesan xel, dia menanyakan keadaan ku." ucap clara.
Axel mengagguk dan duduk di sebelah clara.
clara menyenderkan kepalanya di bahu axel.
"aku ingin seperti ini sebentar saja xel." ucap clara.
axel mengangguk sambil mengelus bahu clara.
__ADS_1
....