
Akhirnya tibalah jam makan siang.
Davina dan clara berjalan keluar ruangannya.
Mereka berdua mau makan siang di luar, baru ingin melangkah keluar pintu perusahaan, mereka berpapasan dengan axel dan bryan yang baru kembali ke perusahaan.
"siang pak axel." ucap davina sambil menundukkan kepalanya untuk memberi hormat.
axel hanya mengangguk.
Clara tersenyum kepada axel, tetapi hanya di lewati saja tanpa melihatnya.
"siang juga davina. Siang Bu Clara." ucap bryan.
Clara hanya menunduk sambil melirik, ia takut ucapan bryan ada yang mendengar.
Davina yang sudah kesal karena ulah bryan, akhirnya menarik clara untuk segera pergi. Davina dan clara hanya berjalan kaki.
mereka makan di cafe yang ada di seberang perusahaan.
Axel yang sudah masuk duluan ke dalam perusahaan, kini menuju ke ruangan mama nya.
Took . .tookk .. Toookkk.
"masuk." ucap mama adel.
bryan menghampiri mamanya, dan duduk di kursi depan mamanya.
"kamu kenapa xel, kok di tekuk gitu mukanya." ucap mama adel.
"gak apa-apa kok ma, hanya capek saja hari ini." ucap axel.
"kamu sudah makan belum xel."
"belum ma." ucap axel.
"kamu mau di pesanin makanan."
"emmm, boleh deh ma. Mama sendiri sudah makan."
"mama sudah kok tadi, oya, sepertinya istri kamu pergi makan di luar sama davina." ucap mama adel.
axel yang selalu menghindar ketika mamanya menyebut kata istri, seketika langsung permisi keluar dari ruangan mama adel.
"kalau begitu axel keruangan axel ya ma, nanti kalau makanannya sudah datang tolong di suruh anter ke ruangan axel ya mama ku sayang." ucap axel lalu mencium pipi mamanya dan pergi.
"dasar anak itu. Nanti kalau sudah jatuh cinta, baru tau rasa." batin mama adel sambil tersenyum.
Seketika adel mengambil ponselnya, dan iya mengetik pesan, dan ternyata pesannya di kirim ke clara.
Mama Adel :
"sayang, nanti mama titip makanan buat axel ya,"
Clara segera membacanya setelah mendengar notifikasi dari ponselnya.
Clara :
"iya ma, nanti cla beliin untuk axel, mama sudah makan."
Mama Adel :
"mama sudah makan kok cla, ya sudah kamu lanjut makan dulu, mama mau membereskan pekerjaan mama."
__ADS_1
Clara :
"iya ma, mama jangan lupa istirahat."
Davina yang penasaran melihat clara bermain ponsel sambil menikmati makanan, akhirnya jiwa kepo nya keluar.
"hayooo, lagi chat dengan siapa." ucap davina.
"oohh, ini mama adel, ia meminta ku untuk membelikan axel makanan." ucap clara.
"ya sudah makan dulu kita, habis ini kita pesanin makanannya, lalu langsung pulang ke perusahaan." ucap davina.
clara mengangguk setuju.
Selesai makan, clara dan davina memesan makanan untuk di bungkus,
clara memesan sop ayam, perkedel kentang, dan tidak lupa dengan nasinya.
Makanan yang di pesan pun telah selesai, mereka segera membayarnya dan pulang ke perusahaan lagi.
Sampai di perusahaan, clara masuk duluan, ia meninggalkan davina yang masih mengobrol dengan karyawan lain. Clara pun buru-buru menuju ruangan adel.
Tookk . .tookk . .tookkk. ..
clara pun masuk.
mama adel tersenyum.
"ma, ini makanannya ma." ucap clara.
"tolong kamu antar ke ruangan suami kamu ya sayang." ucap mama adel sambil tersenyu..
clara pun mengangguk dan segera keluar.
Bryan yang melihat clara hanya berdiam diri di depan pintu ruangan axel, lalu menghampirinya.
"cla, kenapa tidak masuk. Masuk saja tidak apa-apa kok, lagian kan dia suami kamu." ucap bryan.
Clara pun mengangguk.
Dengan jailnya, bryan yang mengetuk pintu itu.
Tok . .took . .tookk . .
axel melihat ke arah pintu, ternyata yang masuk clara, dipikirnya tadi bryan.
"i . .ini a . .aku bawakan makan siang." ucap clara terbata-bata.
"letakin saja di meja, nanti saya makan." ucap axel dengan nada cuek nya.
Clara pun meletakkannya di atas meja, dan menyajikannya, setelah itu ia keluar dari ruangan axel.
"kamu kok buru-buru cla, ada apa." ucap bryan yang melihat clara buru-buru keluar dari ruangan axel.
"enggak apa-apa kok bryan, aku hanya lagi banyak pekerjaan saja." ucap clara sambil tersenyum.
axel mengangguk.
Sampai di ruangan clara,
"cla, kok elo seperti habis di kejar setan sih." ucap davina.
"iya, gue tadi habis nganter makanan buat si setan." ucap clara dengan kesal.
__ADS_1
davina tertawa.
adel yang baru keluar dari ruangannya, mendengar davina tertawa, dan adel melihatnya, seketika davina memdadak terdiam.
"kenapa elo mendadak diam sih vin, enggak ngetawain gue lagi." ucap clara yang tidak tau ternyata ada mertuanya.
"siang bu adel." ucap davina tiba-tiba.
clara terkejut meluhat mertuanya sudah ada di situ.
"siang ma." ucap clara dengan wajah terkejutnya.
"siang juga buat kalian" ucap adel sambil tersenyum.
"davina, apa laporan yang saya minta sudah di perbaiki." ucap adel.
"sudah bu, ini tadinya baru mau saya anter ke ruangan ibu." ucap davina.
"nanti kamu letakin saja di meja saya, saya mau keluar sebentar. Cla nanti kamu pulang bersama axel ya, mama mau melihat proyek nanti sore." ucap adel.
davina memgangguk, lalu di ikuti oleh clara.
Setelah kepergian adel, davina pergi meletakkan laporannya ke ruangan adel.
Clara masih terdiam,
'bagaimana aku bisa pulang bersama dengan axel, dia saja cuek dengan aku." batin clara.
Clara yang asik dengan lamunannya, seketika di kagetkan oleh davina.
"hayoo,,, ngelamunin apa,"ucap davina dengan suara mengagetkan clara.
Clara yang kaget seketika menjatuhkan pena yang ia pegang.
"untung jantung gue buatan allah vin , kalau buatan manusia, sudah hancur." ucap clara dengan nada kaget.
davina pun tertawa.
"gue lagi mikir, pulang nanti sama dia, gue takut di tinggalin lagi seperti yang pernah terjadi dulu." ucap clara dengan nada sendunya.
"sudah cla, jangan berpikir yang negati dulu, mending pikir yang positif nya." ucap davina memberikan ketenangan untuk clara.
clara mengangguk.
Tidak terasa sudah jam pulang kerja,
Axel mengambil ponselnya dan mengirim pesan kepada clara.
Axel :
"gue tunggu di parkiran."
Pesan itu hanya di baca clara.
Tidak lama clara sampai di parkiran, ia mencari mobil axel, dan membuka pintunya. Clara pun masuk kedalam mobil, ia duduk di samping axel.
di dalam mobil tidak ada pembicaraan sama sekali, clara melihat ke arah luar jendela sambil menikmati pemandangan di sore hari.
Tidak terasa ternyata clara tertidur, axel yang melihat itu hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.
"dasar tukang tidur." batin axel.
...
__ADS_1