Diam - Diam Mencintai Suamiku

Diam - Diam Mencintai Suamiku
Bab 64


__ADS_3

Selesai mandi, axel melihat clara sedang duduk di atas kasur.


Axel pun memeluk clara dari belakang.


axel menciumi clara dengan gemas.


"geli xel." ucap clara.


Axel pun mengelus perut clara.


"kita turun ya cla, makan malam dulu." habis itu kamu minum obat." ucap axel.


Clara mengangguk, axel pun mencium pipi clara.


axel menggandeng tangan clara sampai di ruang makan.


"mama seneng deh melihat kalian akur begini." ucap mama adel.


Clara pun mengambilkan makanan untuk axel.


Lalu ia mengambil untuk dirinya, sementara mama adel sudah mengambil duluan.


"kamu mau makan apa cla." tanya mama adel.


"ini saja ma." ucap clara.


"kamu kok makannya sedikit cla." ucap mama adel.


Axel pun melihat ke arah piring clara.


"cla kenyang ma." ucap clara.


"bagai mana tidak kenyang, makannya saja dalam 1 jam tadi sudah 2 kali." batin axel.


Axel pun menggeleng gelengkan kepalanya.


Lagi asik makan, clara tiba tiba merasakan perutnya sakit sedikit.


axel pun melihat clara,


"kamu kenapa cla." tanya axel.


"perutku sakit xel." ucap clara.


Mama adel pun langsung berhenti makan.


"kita kerumah sakit ya." ucap mama adel panik.


"gak usah ma, cla gak apa apa." ucap clara.


Axel pun mengelus perut clara.


"jangan nakal ya sayang di dalam sana, lihat tu mama kasihan merasakan sakit." ucap axel.


Ajaib. ..Rasa sakit itu pun hilang.


"sudah gak sakit lagi xel, ma." ucap clara.


Selesai makan, clara tidak lupa meminum vitamin yang di berikan oleh dokter kandungan.


Semenjak hamil clara mudah sekali lelah, ia sering sekali tidur lebih cepat dari biasanya.


Selesai makan pun clara masuk ke dalam kamar, ia sudah sangat lelah.


Baru saja clara membaringkan tubuhnya, ia sudah tertidur.


Axel yang melihat itu pun hanya bisa menggeleng gelengkan kepalanya.


"kamu makin cantik dan berisi cla semenjak hamil." batin axel sambil tersenyum.


Axel yang belum mengantuk pun pergi ke ruang kerjanya.


Rupanya disana sudah ada mama adel yang sedang menelpon dengan vidio call.


"ma." ucap axel.


Mama adel masih bicara melalui sambungan vidio call.

__ADS_1


Ia hanya melihat ke arah axel ketika axel memanggilnya.


Axel pun langsung duduk di depan mama adel.


Tidak lama mama adel mematikan sambungan vidio call nya.


"kenapa sayang." ucap mama adel.


"mama habis telpon siapa." tanya axel.


"mama habis menelpon temen mama xel." ucap mama adel.


"ma, axel ingin mengajak clara liburan." ucap axel.


"xel, sebaiknya jangan dulu, kehamilan clara masih baru, takutnya terjadi apa apa nantinya." ucap mama adel.


axel diam sejenak memikirkan perkataan mamanya.


"benar juga kata mama, kenapa aku gak kepikiran ya.." batin axel.


Axel mengangguk paham maksud mamanya.


"xel, kamu tolong jaga clara, mama akan pergi mengunjungi kota Z kembali, kemungkinan mama di sana 3 hari." ucap mama adel.


"iya ma." ucap axel.


"clara sudah tidur..?" tanya mama adel.


"iya ma, clara cepat sekali tidur semenjak hamil." ucap axel.


"sebisa mungkin kamu harus membuat clara bahagiah xel, jangan membuatnya sedih." ucap mama adel lagi.


"iya ma, axel paham." ucap axel.


"ya sudah, ini sudah jam 10 malam, kamu kembali le kamar gih, tidur sana temenin istri kamu, mama juga mau tidur." ucap mama adel membereskan file pekerjaannya.


"iya mama ku sayang, selamat malam ma." ucap axel sambil mencium pipi mamanya.


axel pun pergi menuju kamarnya.


Ia naik ke atas tempat tidur, ia berbaring di sebelah clara.


"sehat sehat ya anak papa di dalam sana, jangan nakal." ucap axel.


Dan axel pun tertidur,


Tiba tiba tengah malam clara terbangun.


Clara melihat ke arah axel, wajahnya sangat dekat dengan wajah clar.


entah keberanian dari mana, tiba tiba clara mencium bibir axel.


Axel yang merasakan ada sesuatu pun membuka matanya.


Clara pun terkejut dan melepaskannya.


Axel pun tersenyum senang.


"kenapa di lepas cla." ucap axel menggoda.


Clara pun menutupi wajahnya dengan tangan.


Axel menarik tangan itu.


"kamu kenapa cla." tanya axel.


Akhirnya clara memberanikan diri menatap wajah axel yang tersenyum.


"tiba tiba saja aku ingin mencium bibir mu xel." ucap clara malu.


Axel tersenyum bahagiah.


"apa kamu masih ingin memciumnya." tanya axel.


Clara pun mengangguk malu.


Axel yang tw clara sangat malu pun akhirnya mencium bibir clara.

__ADS_1


Cup . .


Tidak hanya menciumnya, axel pun **********. Hingga mengabsen setiap rongga mulut clara dengan lidahnya.


Axel dan clara sudah terbawa suasana malam yang sepi ini.


Tangan axel tidak tinggal diam, tangannya turun ke dada clara. Axel pun memijat mijat gunung kembar clara.


Clara pun mendesah.


"aaahh . . .xel..aaaaah.."


Axel pun melepas ciuman itu sebentar, agar clara bisa mengambil napas kembali.


"cla, sepertinya kamu harus bertanggung jawab kembali." ucap axel.


tiba tiba junior axel menegang.


"tapi kita belum boleh melakukannya xel." ucap clara.


"kita pakai cara lain saja cla." ucap axel dengan nada suara yang sudah menahan sesuatu.


Clara pun bingung dengan maksud axel menyebutnya cara lain.


Sambil menatap wajah clara, axel mengarahkan tangan clara menuju juniornya yang berada masih di dalam sarangnya.


axel mengarahkan tangan clara masuk kedalam celananya.


"kamu bisa merasakannya kan cla, dia ingin segera di keluarkan." ucap axel.


Clara pun mengangguk. Karena clara merasakan junior axel yang menegang dan mengeras.


Axel pun segera membuka pakaiannya dan pakaian clara satu persatu.


"xel," ucap clara.


kini mereka berdua sama sama polos,


Axel pun menyuruh clara memegang juniornya yang sudah menegang, dan menggerakkan tangannya.


"ikuti saja naluri kamu cla." ucap axel sambil mendesah.


"cla, lebih cepat lagi." ucap axel.


Clara pun menggerakkan tangannya lebih cepat.


"cla, sedikit lagi keluar." ucap axel ke enakan.


Dan akhirnya axel menyemburkan laharnya.


"aaaaahhh cla, enak sekali." ucap axel.


Kini giliran axel yang di atas,


"kamu mau ngapain xel." ucap clara panik.


"aku tidak akan memasukkannya cla." ucap axel.


Axel pun menciumi leher clara, tangannya tidak tinggal diam.


Ia memainkan gunung kembar clara.


Clara pun mendesah.


"aaah . . .aaaaahh .. . "


"xel, stop. perutku sakit." ucap clara tiba tiba.


Axel pun menghentikan aktifitasnya.


Axel segera mengelus perut clara.


"maaf ya sayang jika terganggu." ucap axel.


"xel, aku sangat lelah, kita tidur saja ya." ucap clara.


Axel mengangguk setuju, mereka tidur masih dalam ke adaan polos, dan hanya selimut yang menutupi tubuh mereka.

__ADS_1


Entah kenapa setiap clara merasakan sakit, ketika axel mengelusnya, seketika sakit itu hilang.


.....


__ADS_2