Diam - Diam Mencintai Suamiku

Diam - Diam Mencintai Suamiku
Bab 57


__ADS_3

Ke esokan paginya, clara dan axel pun terbangun pukul 6 pagi.


axel pun menjahili clara.


Ia tarik tangan clara, dan di arahkan ke juniornya.


Clara pun terkejut.


"axel, apa yang kamu lakukan." ucap clara.


"cla, dia sudah menegang kembali, aku ingin kamu memegangnya." ucap axel.


Clara pun melihat ke dalam selimut yang di pakai mereka.


Clara melihat junior axel kembali menegang ketika di pegangnya.


"bantu aku menidurkannya cla." ucap axel.


"xel, tapi ini sudah hampir siang xel." ucap clara.


"sebentar saja cla." ucap axel dengan suara memohon.


Mau tidak mau clara melakukannya lagi.


clara pun yang sudah terlanjur memegang junior axel akibat ulah axel sendiri akhirnya memainkannya dengan tangannya.


Clara menggerakkan tangannya.


Tidak tinggal diam, tangan axel pun meraba goa milik clara.


Axel pun tidak lupa memasukkan jarinya lagi hingga clara basah kembali akibat ulahnya.


"cla, aku tidak tahan, aku akan memasukkannya. Kamu juga sudah basah." ucap axel.


Clara mengangguk malu.


Dan pagi ini terjadilah pertempuran pagi gara gara ulah axel.


Mereka hanya bermain satu ronde. Karena axel harus bekerja.


axel pun menyuruh clara untuk mandi duluan.


selesai mandi, clara keluar dengan rambut basahnya.


Axel tersenyum.


"terimakasih cla," ucap axel mencium pipi clara dan berlari ke kamar mandi.


kini axel sudah rapih dengan pakaian kantornya.


Axel sudah sedikit demi sedikit mencintai clara, tapi axel tidak mengungkapkannya.


"cla, aku langsung berangkat ke kantor, aku sarapan di kantor saja. Kamu di rumah sama mama ya, mama hari ini tidak ke kantor." ucap axel.


Clara pun mengangguk.


Axel pun segera berlari ke arah mobil, ia sudah terlambat.


Sementara clara akan sarapan dengan mama adel.


"looh cla, mana axel." tanya adel.


"axel sudah berangkat ma, tadi kami kesiangan." ucap clara.


Mama adel hanya senyum senyum, seperti ia mengetahui apa yang terjadi antara axel dan clara.


Tidak terasa sudah 1 bulan mereka pulang dari kota Z.


Itu berarti pernikahan axel sudah mau masuk 2 bulan.


Baru ingin memasukkan makanan ke dalam mulutnya, clara merasakan mual.


"cla, kamu kenapa." tanya mama adel.


"cla mual ma." ucap clara

__ADS_1


dan tiba tiba clara berlari ke kamar mandi, ia sudah tidak tahan ingin memuntahkan isi perutnya.


"uweeekk . .. Uuweeeek .. . "


tapi yang di muntahkan clara tidak keluar sama sekali.


Mama adel menyusul clara.


"kita kerumah sakit ya cla." ucap mama adel dengan paniknya.


"gak usah ma, mungkin cla hanya masuk angin." ucap clara.


"cla, apa jangan jangan kamu .. ." ucap mama adel terjeda.


Clara pun memuntahkan lagi isi perutnya.


"uweeekk . . ."


Pagi ini clara merasakan mual yang tidak henti hentinya.


Clara pun menggeleng.


sebenarnya clara juga ragu, apa dia hamil apa tidak.


Clara tidak mau memberi harapan, karena ia juga belum mengeceknya.


Adel pun mengantar clara kedalam kamarnya.


"sekarang kamu istirahat ya cla." ucap mama adel.


Clara yang sudah lemas pun hanya mengangguk.


Clara berbaring di atas tempat tidur,


Setelah mama adel keluar, clara mengingat perkataan mama adel, clara melihat ke arah kalender,


Setelah melihat tanggal, clara sudah telat, terakhir ia datang bulan sewaktu sebelum ia berangkat ke kota Z.


"apa benar aku hamil." tapi apa secepat itu." batin clara.


Sementara mama adel mengirimkan axel pesan.


Mama :


"xel, kamu pulang ya, clara sakit, dari tadi muntah muntah."


Axel pun baru terbaca pesan mamanya pukul 11 siang. Karena axel ada meeting tadi.


"bryan, kamu urus semuanya, saya akan pulang, clara sakit." ucap axel.


"iya xel." ucap bryan.


Axel yang panik pun langsung keluar dari kantor, dan menuju mobilnya.


Mama adel pun kembali ke dalam kamar clara.


Clara yang merakan mual lagi pun berlari ke kamar mandi.


Mama adel menyusulnya,


"cla, kita kerumah sakit saja ya cla." ucap mama adel lagi sambil memijat tengkuk leher clara.


"cla gak apa apa kok ma." ucap clara.


Mama adel pun membawa clara kembali ke atas tempat tidurnya.


Tidak lama, terdengar suara mobil.


Axel yang sudah sampai, langsung berlari masuk menuju kamarnya.


sampau di kamar axel mendekat ke arah clara


"ma, kenapa clara bisa begini ma." tanya axel.


"mama juga gak tau sayang, clara merasakan mual ketika ingin sarapan tadi." ucap mama adel.

__ADS_1


"kita kerumah sakit ya." ucap axel,


"aku tidak apa apa xel, aku istirahat saja." ucap clara.


"xel, sebaiknya kamu panggil siska saja. Mama takut clara kenapa kenapa." ucap mama adel.


"ma, cla gak apa apa. Cla istirahat saja, nanti juga sembuh kok ma." ucap clara lagi.


"ya sudah , kamu jaga clara saja xel, mama mau keruang kerja dulu. Cla, kamu istirahat ya." ucap mama adel.


"iya ma." jawab clara.


Axel pun menempelkan punggung tangannya ke dahi clara.


"gak panas." batin axel.


"xel, aku ingin makan ayam goreng yang di pertigaan sana." ucap clara tiba tiba.


" ya sudah, aku pesankan dulu." ucap axel.


"aku ingin kamu yang pergi membelinya xel." ucap clara.


"cla, pasti akan mengantri cla, apa lagi sudah hampir jam makan siang begini." ucap axel.


Lagi dan lagi clara merasa mual, ia langsung bangun dan berlari ke kamar mandi.


Axel pun mengejar clara.


"uweeekk....uweeeekk."


Axel memijat tengkuk leher clara.


"aku sangat lemas xel." ucap clara.


Axel pun menggendong clara ke tempat tidur.


"ini minum dulu, baiklah aku akan pergi membelinya." kamu istirahat saja dulu ucap axel.


clara pun tersenyum senang.


Axel keluar dari kamarnya.


Di bawah ia bertemu mamanya.


"mau kemana kamu xel." tanya mama adel.


"mau membeli ayam goreng ma," ucap axel kesal.


"looh, kan bik ina tadi masak ayam crispy." ucap mama adel.


"clara ingin makan ayam goreng yang di pertigaan ma, aneh aneh saja, axel pesan gak boleh, harus axel yang belinya." ucap axel.


"xel, apa jangan jangan istri kamu lagi ngidam xel." ucap mama adel.


"ngidam." tanya axel bingung.


"iya . .apa jangan jangan istri kamu hamil." ucap mama adel.


"gak mungkin lah ma, axel aja baru.." ucap axel terhenti.


"xel, gak ada yang gak mungkin. Apa lagi kamu sudah melakukannya, mungkin juga clara lagi masa subur waktu itu." ucap mama adel.


"ma, axel pergi dulu." ucap axel pura pura tidak dengan omongan mamanya.


axel pun pergi mengemudikan mobilnya.


Sampai di tempat jual ayam goreng, benar saja axel harus mengantri.


"apa iya clara hamil, tapi gak mungkin," batin axel.


"apa nanti aku tanyakan saja sama clara langsung." batin axel lagi.


Sudah setengah jam lamanya axel mengantri, akhirnya axel berhasil membelu ayam goreng itu.


Axel pun mengemudikan mobilnya pulang ke rumah.

__ADS_1


.....


__ADS_2